Pagi teman teman pencari kerja remote!
Aku bawa info baru lagi nih mengenai website hidden gems untuk mencari pekerjaan remote
Jenis pekerjaannya beragam, rate per jamnya juga beragam (rata-rata $20 per jam atau sekitar 359.400 rupiah)
Di website ini kamu bisa filter range salary yang diinginkan, skill yang kamu miliki sampai kategori pekerjaan yang kamu inginkan
Jebakan Middle-Low Class :
• Beli iPhone pakai paylater.
• KPR rumah 25–30 tahun.
• Kredit motor demi gengsi.
• Kredit mobil di luar kemampuan.
• Pinjol buat liburan.
• Nikah mewah sampai ngutang.
• Ngopi mahal tiap hari, tabungan minim.
• Gaji naik, gaya hidup ikut naik.
• Beli barang karena FOMO, bukan karena butuh.
• Liburan pakai kartu kredit.
• Semua serba dicicil.
• Rela lembur cuma buat bayar cicilan.
• Tabungan darurat nol, cicilan banyak.
• Investasi paling besar: cicilan
• Terlihat mapan di luar, finansial megap-megap di dalam.
Mau reshare lg aah
Beberapa bulan lalu, di twitter juga, gw nemu 1 google drive isinya ilmu semuaaa.
Nih langsung aja https://t.co/qEvuMTjGAP
Silakan belajar sepuasnya yaaa. Semoga bermanfaat
Silakan bookmark dan bantu repost yaa!
Temen gw kerja 6 tahun. Saldo JHT BPJS 62jt. Pas resign, dia kira cair full 62jt buat modal usaha.
Masuk rekening cuma 55,8jt. Kepotong 6,2jt.
Alasannya 2 kata: Pajak Progresif.
Hmm... uang gw sendiri kok dipajakin segede itu?
Dia ngamuk ke kantor BPJS. "Pak, ini kan tabungan saya!"
Petugasnya cuma buka laptop, nunjukin histori. "Mas, mas pernah cairin 10% tahun 2022 ya? Buat perumahan?"
Dia mikir. Bener. Dulu ambil 4,5jt buat DP rumah. Kirain gak ngaruh.
Ternyata JHT itu ada 2 aturan main pajak yang gak pernah dijelasin HRD.
Aturan 1: Kalo cair FULL 100% sekaligus dan saldo di atas 50jt, kena pajak final 5% cuma dari selisihnya. Contoh 60jt = kena pajak 5% x 10jt = 500rb doang.
Aturan 2: Kalo pernah cair SEBAGIAN 10% atau 30%, sisa pencairan berikutnya kena pajak PROGRESIF. Ini yang bikin boncos.
BPJS gak salah. Itu aturan PP No 68 Tahun 2009 + PMK No 16 Tahun 2010.
Logikanya: negara ngasih keringanan pajak kalau lo sabar nabung sampai tua. Kalau lo comot dikit-dikit sebelum 10 tahun, dianggap penghasilan, jadi kena PPh 21 progresif.
Jadi tahun 1-10 lo disuruh sabar. Diambil di tengah = kena denda pajak.
Pantes potongannya gede. Itungannya gini:
Saldo awal 62jt. Tahun ke-3 ambil 10% = 4,5jt. Sisa 57,5jt. Pas resign tahun ke-6, sisa 57,5jt itu dianggap penghasilan baru.
Kena tarif progresif Pasal 17: 0-60jt kena 5%, di atas 60jt kena 15%. Total potongan jadi 6,2jt. Padahal kalo sabar gak ambil 10% di awal, potongannya cuma 600rb
Jurus aman biar gak kaget kayak temen gw:
Jurus 1: JANGAN PERNAH ambil 10% atau 30% kalau belum urgent banget. Godaan DP rumah 10% itu jebakan pajak. Kalo butuh DP, mending pakai tabungan lain. Biarkan JHT utuh sampai resign.
Kalo udah terlanjur ambil, tahan minimal 2 tahun lagi baru cairin sisanya. Biar gak kena tarif paling tinggi.
Jurus 2: Cairin pas masa kepesertaan udah lewat 10 tahun.
Aturannya: kalau kepesertaan >10 tahun, pajaknya auto final 5% di atas 50jt. Gak peduli pernah ambil sebagian atau belum.
Jadi kalau lo kerja dari umur 22, resign umur 33, itu udah 11 tahun. Potongannya jauh lebih kecil. Tanya HRD: "Pak, masa kepesertaan saya berapa tahun?"
Kesalahan fatal yang dilakuin 90% pekerja: anggap JHT = tabungan bebas ambil.
Padahal JHT itu ada 4 kantong: JHT, JP, JKK, JKM. Yang bisa lo cairin cuma JHT. JP baru cair umur 56 tahun.
Banyak yang resign, cair JHT, kaget kok JP gak cair. Kirain ditilep perusahaan. Padahal emang belum waktunya.
Jadi yang salah bukan BPJS. Yang salah = gak ada yang ngajarin aturan pajaknya pas onboarding.
HRD cuma bilang "sudah didaftarkan BPJS ya". Gak pernah bilang "jangan ambil 10% kalau gak mau kena progresif".
Paham sistem = lo yang menang. Gak paham = gaji 6 tahun kepotong 6jt sia-sia.
cc : bongkarsistem
Tetanggaku, Pak Irwan, orang paling royal sedunia. Tiap ada keluarga yang butuh bayar RS, SPP anak, atau modal nikah, dia yang selalu talangin.
Tahun lalu, bisnisnya hancur. Dia bangkrut. Tapi dia ga nangisin hartanya yang habis.
Dia nangis sesenggukan di terasku, cuma gara-gara telepon 5 menit sama kakak kandungnya.
Pak Irwan nangis sambil nunjuk HP-nya.
"Aku cuma minjem 2 juta buat makan bulan ini. Kakakku bilang, 'Makanya, uang itu ditabung, jangan sok kaya.'"
"Aku baru sadar. Selama ini aku bukan adiknya. Aku cuma ATM mereka."
15 tahun terakhir, dia udah talangin kakaknya itu buat 3 hal besar, modal nikah anaknya, biaya operasi mertuanya, dan DP rumah pertama mereka. Total puluhan juta, ga pernah diminta balik sepeser pun.
Tapi begitu dia yang butuh 2 juta buat makan bulan ini, jawabannya cuma nasihat soal nabung.
Ga ada "kamu gimana kabarnya sekarang, dek?" Cuma satu kalimat itu, terus telepon ditutup dari sisi kakaknya duluan.
Pak Irwan baru sadar, ini bukan cuma soal kakaknya.
Dia inget, tiap ada acara keluarga besar, dia selalu diundang duluan, didudukin di kursi depan, dipanggil "yang paling baik hati". Tapi sejak bangkrut setahun yang lalu, ga ada yang nanya kabar. Ga ada yang nawarin bantu.
Ternyata, selama ini dia dianggap penting bukan karena siapa dia. Tapi karena apa yang bisa dia kasih.
Aku jadi inget, aku juga sering jadi "tempat pinjem" buat beberapa temen kuliah dulu. Tiap mereka butuh, mereka chat aku duluan. Tiap aku yang lagi susah, mereka lama banget balesnya, kalau bales.
Aku ga pernah mikirin itu serius. Aku kira itu emang wajarnya pertemanan. Tapi denger cerita Pak Irwan, aku baru sadar, mungkin selama ini aku juga cuma "berguna", bukan bener-bener dianggap.
cc : juandailyjournal
"Orang kaya yang punya duid miliaran mana mungkin perkarain duid 10jt".
💀 aku banyak banget kenalan tajir, rumah gede, BCA solitaire, tapi pelit merkedit lhoo.
Bahkan ada salah 1 temenku yg rumahnya ada 7, tapi keluarganya irit mampus. Gak pernah beli saos/sambel, mereka kalo beli bakso minta xtra saos/sambel biar bs disimpan. Plastik gelas bekas boba itu dicuci, buat dipakai di rumah. Temenku umurnya udah 30thn tapi gak pernah ganti kasur dr sejak dia lahir, sampek dia sering sakit punggung.
cc : chiimosu
Saldo tabungan bokap gw tiap bulan kepotong Rp 50 ribu otomatis. Di mutasi cuma tertulis: "Premi".
Pas bokap meninggal, gw ke bank mau tutup rekening. CS mau cairin sisa saldo Rp 10 juta. Gw hampir setuju.
Tapi gw iseng tanya soal potongan premi itu. CS langsung berubah muka. Ternyata saldo yang harusnya gw terima Rp 100 juta.
Manfaat ini sering terlupa ahli waris. Namanya: A****** P*********.
"Maksudnya potongan Rp 50 ribu itu asuransi jiwa?" tanya gw kaget.
CS itu ngejelasin sambil narik napas panjang. "Iya Pak, ini adalah produk asuransi mikro yang melekat pada tabungan. Jika nasabah meninggal dunia, ahli waris berhak atas santunan tunai di luar saldo tabungan."
"Masalahnya, sistem bank gak otomatis 'tahu' kalau nasabah meninggal untuk urusan asuransi. Kalau ahli waris gak klaim, uang santunan itu selamanya bakal nginep di perusahaan asuransi."
Dia ngerendahin suaranya pas proses tutup buku rekening dilakukan.
"Banyak bank punya program bundling tabungan dengan asuransi jiwa. Preminya kecil, tapi manfaat santunannya bisa puluhan sampai ratusan kali lipat dari premi bulanan."
"Bank gak akan proaktif nawarin pencairan asuransi ini pas lo mau tutup rekening. Mereka cuma fokus di saldo tabungan. Kalau lo gak teliti liat mutasi, hak lo bakal angus gitu aja."
"Serius santunannya bisa sebesar itu?" gw gak percaya.
Dia ngangguk, lanjut kasih rincian gimana "Saldo Tersembunyi" ini bisa jadi penyelamat keluarga:
Premi Rp 50.000/bulan: Santunan bisa mencapai Rp 50-100 juta.
Santunan Kematian: Cair 100% jika nasabah meninggal karena sakit atau kecelakaan.
Ahli Waris: Wajib diajukan oleh keluarga yang terdaftar dalam Kartu Keluarga.
"Uang Rp 50 ribu yang lo kira biaya admin itu sebenarnya investasi bokap lo buat ninggalin warisan buat anaknya."
"Yang paling gak adil yang mana?" tanya gw lemes.
"Masa kedaluwarsa klaim. Biasanya klaim asuransi jiwa di bank punya batas waktu 60-90 hari setelah nasabah meninggal."
"Kalau keluarga baru sadar setahun kemudian, asuransi punya alasan legal buat nolak klaim karena sudah lewat masa pelaporan."
"Ini keuntungan 'laba mati' bagi perusahaan asuransi dari ribuan nasabah yang ahli warisnya gak paham isi mutasi rekening."
"Cara cek asuransi di tabungan keluarga?"
CS kasih 4 langkah:
1. PRINT REKENING KORAN. Cari potongan rutin 'Premi', 'Insurance', atau kode khusus bank.
2. TANYA PRODUK TABUNGANNYA. Beberapa tabungan otomatis dapet proteksi jiwa tanpa daftar.
3. CEK POLIS DIGITAL di m-banking. Ada menu 'Asuransi Saya' yang jarang diklik.
4. JANGAN LANGSUNG TUTUP REKENING. Urus semua manfaat asuransi sebelum hapus akun.
"Senjata paling simpel satu aja?" tanya gw.
Dia kasih satu tips maut biar gak kecolongan hak warisan.
"Setiap urus penutupan rekening orang meninggal, selalu tanya: 'Apakah almarhum memiliki produk asuransi atau proteksi saldo yang melekat pada akun ini?'"
"Begitu lo tanya spesifik, CS wajib ngecek database asuransi partner bank. Jangan biarin mereka cuma cek database saldo tabungan doang."
Gw akhirnya dapet santunan Rp 100 juta itu setelah nunggu proses administrasi sebulan. Duit yang bener-bener gak disangka bakal ada.
Gw bilang ke temen gw pas lagi urus nisan bokap: "Gi, gw salah karena gw pikir potongan kecil di bank itu cuma biaya 'sampah'. Ternyata itu 'hadiah' terakhir bokap buat kita."
"Jangan remehkan angka Rp 50 ribu di mutasi. Itu bisa jadi jaring pengaman terakhir keluarga saat tulang punggung udah gak ada."
Pesan buat lo yang punya orang tua atau pasangan yang punya rekening bank:
Minta izin buat cek mutasi mereka sesekali. Bukan buat kepo, tapi buat mastiin gak ada hak asuransi yang terabaikan kalau hal buruk terjadi.
Jadilah ahli waris yang teliti. Uang itu hak almarhum yang harusnya sampai ke tangan lo.
Dan inget, bank itu lembaga profit. Mereka gak akan maksa lo buat ambil duit santunan kalau lo sendiri gak minta.
Makin cerdas lo baca mutasi, makin terjaga aset keluarga lo dari sistem yang seringkali "lupa" ngi
Standard gajinya 2 digit🤔
Pengeluaran terbesar
- skincare
- gaya hidup
- party
- favorite lagu dugem breakbeat
- bahan pokok naik tidak berpengaruh dengan kehidupan
Me: hanya tersenyum melihatnya🥲
Pas liat komentarnya 🫵😭
Cr~unfilteredmediaid
ini bener kok. sebagai tambahan referensi, pernah ditemukan fasilitas atm di kawasan borobudur. temuan ini mengindikasikan bahwa layanan tarik tunai kemungkinan sudah tersedia sejak era peradaban nusantara kuno, jauh sebelum atm modern diperkenalkan.
Jdi aku ini kan ada pegawai baru ibu" gitu lah usianya 57 thn awalnya ga ada mslh krn kerja semngat bgt ,nah tiba" dia ini kasbon buat bntu cucunya daftar sklh , iya udh ksih lah dgn perjanjian potong gaji dia dan dia setuju dong , eh pas gajian dia ini ga terima aku potong katanya dia udh capek tiap hri kerja dr jam 8 sampai jam 5 masa hrus di potong ? Kasbon kmrn itu hrusnya jdi bonus dia 🤣 ya allah dosa bgt aku sama org tua , akhirnya aku jlsin dong ku ksih liat juga suratnya tetap ga terima
Minta full gajinya , krn aku ga mau perpnjng akhirnya aku bilang gini " buk maaf ya gpp ini ga aku potong tpi bsok jgn kerja lgi disini , maaf ya sekali lgi kalo selama disini saya suka mrh atau ada kata" yg bikin ibu tersinggung anggap aja kasbon yg kmrn itu hadiah saya buat cucu nya , semoga ibu dpt kerjaan yg lbh baik dr sini yg lbh santai juga , gajinya besar dan ibu selalu sehat " kira" aku salh ga guys ? Soalnya aku kepikiran trus
Ibu ini kerja sbnrnya termsuk enak dan santai loh , mkn pgi sampai sore di ksih , ongkos juga di ksih , tiap minggu dpt sembako , apa aku ini termsuk yg jht ya sama pegawai ?
Aku juga mrh krn ada sebabnya kmrn gara" brg packingan ada yg ilang dan hrus gnti yg bru , trus juga kain ada bekas saos makanya aku ngoceh"
cc : neng_artbdg
Agak lucu ya, ditagih iuran BPJS sementara gue sama ni org beda KK 😂😂. Beda kota juga.
Kok plenger bgt.
Jadi dulu emang bokap gue pernah bantuin ni org, pas sakit dan ada tunggakan BPJS, ama bokap dibantu lunasin. Kalau nggak salah sekitar 1 jutaan gitu lah (2017). Karena ni org suami istri nggak kerja, serabutan lah istilahnya.
Terus sama bokap, dibantu lah suaminya biar bisa dapat kerjaan jadi satpam perumahan di lingkungan rumah ortu.
Nah, karena si suami udah kerja, otomatis bokap udah gak bantu dong bayar BPJSnya yg nominal 105rb/bulan atau 35rb/org (sejak 2018).
Ehhhhh, mendadak ni org WA ke gue, bilang tagihan Bpjs 2018-2026, total 5,4 juta suruh lunasin.
Gue yg nggak tahu apa², kayak? Wtf
😂😂
Situ waras buuu.
Aku tanya bokap, mau gimana? Jawaban bokap, "Block aja" 😂😂
(Bapak yg dimaksud ibunya adalah bokap gue) 🙃🙃
cc : cecilliasantoso