AJG TP INI BENERAN SEREM, esp ttg penyusunan data geospasial. kalo pemerintah bisa mantau koordinat tempat tinggal, tempat kumpul, bahkan profil pergerakan warga sipil, berarti kita ga punya ruang yg beneran aman karna pergerakan kita selalu dipantau cm karna dianggep mengancam
IRONI PBESI 2026-2030
Ini definisi salah jurusan level nasional
Esport adalah industri tercepat, termuda, dan paling desentral di Indonesia.
Marketnya Gen Z, bahasanya Discord, kerjanya 24 jam di depan layar.
Lalu yg ditunjuk Jenderal bintang 3 purnawirawan, Kepala BIN, yg masa dinasnya dimulai tahun 1987, utk jadi Ketua Umumnya.
Pelantikan bahkan dilakukan di Gedung BIN, bukan di arena esport.
Ini bukan soal usia. Ini soal RELEVANSI dan KOMPETENSI.
1. Apa visi esport seorang intelijen? Pembinaan atlet atau pembinaan loyalitas?
2. Bagaimana bisa membangun ekosistem kreatif kalau pimpinannya lahir dari kultur komando?
3. Sampai kapan kursi strategis utk anak muda harus diisi oleh figur yg sudah selesai masanya?
Ini bukan soal menghormati jasa purnawirawan, tapi menempatkan figur tua renta dari dunia militer intelijen utk memimpin industri paling muda, paling digital, dan paling cepat di Indonesia adalah kemunduran logika.
dino patti djalal cerita dulu waktu kerja di istana :
- ada teknologi di satu ruangan khusus
- alat itu bisa mantau kebakaran hutan di mana pun di indonesia
- akurasinya sampai nunjukin titik pohon yang kebakar, akurasi sekitar 1 meter
- alat itu juga bisa cross check sama wilayah operasional perusahaan
- waktu itu wilayah operasi perusahaan sawit udah dipetain detail
- jadi pemerintah bisa langsung tau titik apinya ada di lahan perusahaan mana
- info itu bisa jadi dasar buat nentuin siapa yang harus tanggung jawab
- dia berharap teknologi itu masih ada di istana
- dan bisa dipakai lagi secara maksimal
- dia minta presiden bareng kementerian dan lembaga terkait manfaatin alat itu buat nangani karhutla
Indonesia gampang bgt dibegoin ya, dah brp kali lewat twt kyk gini yg muji Gibran.
No, he’s part of 02. He’s the vice president, if he really thinks MBG should be stopped, he’ll do something about it. You guys should be angrier instead tho, dibegoin, dikasih reassurance palsu gt
Nyari Dua Ribu Susah Kali ya, Nak..." Kalimat Singkat Yang Menampar Hati Kita. 🥺💔
Hanya demi keuntungan Rp2.000 per sapu, nenek sebatang kara ini rela berjalan kaki dari siang hingga sore hari.
Bahkan saat lapar melanda, beliau hanya bisa makan nasi putih polos tanpa lauk.
Warga X, jika bertemu pedagang lansia di jalan, sisihkan sedikit rezeki untuk membeli dagangan mereka.
Kamu mungkin tak butuh barangnya, tapi pembelianmu sangat berarti untuk menyambung hidup mereka hari ini. ❤️🩹
Sc :IG sayaphati
halo teman-teman maaf mengabari kabar buruk lagi, tapi nyatanya kondisi di Kalimantan Barat udah separah ini selama berhari-hari dapet info dari sepupuku
Memang harus dengan rendah hati belajar mengakui bahwa...
Kita yang hidup di Jawa itu privileged.
Kita yang hidup di Jabodetabek itu double-privileged
Kita yang hidup di Jakarta itu ultra-privileged.
Menurut seorang psikiater Jepang, kebiasaan yang paling merusak otak adalah terus-menerus mengulang penyesalan tentang masa lalu dan kecemasan terhadap masa depan yang bahkan belum terjadi.
Katanya, ini seperti tindakan menyakiti diri sendiri. Jadi, katanya lebih baik hidup dengan santai dan melupakan semuanya, seolah-olah seperti orang bodoh. Katanya itu yang terbaik.
Tapi as WNI mah susah nerapin gini ya. Tiap hari ada aja yang bikin pusing 😭
Rate beban terberat jadi pengangguran versi gue:
1.Rasa bersalah ke orang tua karena belum kerja-kerja (tak terhingga/10)
2. Ga punya uang ( 10000000000/10)
3. Orang nanya "Udah kerja di mana?" (10000/10)
4. Minder pas nongkrong sama temen yang udah berpenghasilan (100000/10)
Ini kata-kata Cinta Laura Kiehl di salah satu podcast.
-----
"Aku udah pernah travelling ke 39 negara, tapi yang paling berkesan selalu buat aku adalah saat aku mengunjungi daerah-daerah terpencil atau terisolasi di Indonesia.
Karena, saat aku mendatangi tempat-tempat terpencil, di situlah aku menyadari sebetapa... sebenarnya kita-kita yang tinggal di perkotaan sebenarnya tidak boleh komplain.
Kemarin baru aja ke Asmat, kebanyakan tempat gak punya listrik yang tetap. Kalau ada listrik pun mungkin hanya 1 bohlam untuk menerangi satu tempat tinggal, gitu.
Dan juga banyak anak-anak di daerah tersebut, orang tuanya memilih untuk tidak menyekolahkan anak-anak mereka. Bukan karena gak mau anak-anaknya berpendidikan, tapi karena kondisi hidup sangat sulit, mereka memilih untuk beberapa minggu dalam jangka waktu 1–3 bulan, tinggal di hutan untuk mencari makanan, karena pertanian di situ gak ada, it's a swamp land.
Jadi bayangin kita di Jakarta, "Aduh Wi-Fi slow", "Aduh makanan ini gak enak", "Hmm kurang high class", atau "Oh macet". Ini tuh hal-hal yang harusnya tidak kita pikirkan dan tidak membuat kita frustrasi. Karena kebutuhan mendasar kita sangat terpenuhi.
Dan itu tuh... saat datang ke daerah-daerah yang kusebutkan tadi, itu membuat aku sadar, "Wow, our lives..." kehidupan kita sangat teramat indah."
Di sebelah lagi ramai tentang legalitas skin booster di Korea.
Terus aku baca 1-1 teori dll, makin banyak baca, makin mau gila.
Tiap abis baca langsung “kok bisa?” “Kok bisa?” Dan “kok bisa” yg lain.
Simple nya,
Korea udah legal skin booster, nah skin booster ini tuh diekstrak dari MAYAT.
Dan kalian tau, the largest human skin bank itu dimana? Di Isriwil.
Isriwil ambil banyak mayat darimana? Dari Gaza.
Innalillahi yaallah, dunia udah makin gila🥲🥲