SPEAK LAUDER PAK USTADZ ADI HIDAYAT😭😭
"Perilaku elit yang menggunakan relasi kuasa untuk memperkaya diri menggunakan instrumen kenegaraan, menyebabkan NEGARA RUSAK dan menghantarkan KEHANCURAN dan KEBINASAAN!!!"
Peringatan dan pengingat keras dari Ustadz Adi Hidayat soal prilaku elit yang sama sekali tidak berpihak kepada rakyat, tapi malah ke oligarki yang hanya memuaskan hawa nafsu perutnya, maka akan menghancurkan negara tersebut.
Naudzubillah
Semakin ke sini, saya makin yakin KDM memang lebih pantas disebut gubernur konten daripada gubernur yang benar-benar fokus membangun organisasi birokrasi.
Ia menyindir ASN karena katanya yang dipikirkan cuma tukin, bukan cita-cita bangsa.
Padahal argumennya punya banyak sekali celah .
Pertama, argumen KDM cenderung membangun false dichotomy, seolah ASN harus memilih antara memikirkan tukin atau memikirkan bangsa. Padahal keduanya bisa berjalan bersamaan. Seorang ASN dapat memiliki idealisme sekaligus memperjuangkan kompensasi yang adil. Menginginkan kesejahteraan bukan berarti kehilangan nasionalisme.
Kedua, KDM tampak mencampuradukkan peran (role confusion). Dalam organisasi, pembentukan visi besar, arah pembangunan, dan tujuan negara adalah tanggung jawab pemimpin politik dan pejabat struktural. ASN pada dasarnya adalah pelaksana kebijakan (bureaucracy as executor), bukan aktor politik yang merumuskan cita-cita bangsa setiap hari. Wajar jika percakapan sehari-hari pegawai lebih banyak berkaitan dengan target kerja, SOP, beban administrasi, atau kesejahteraan seperti tukin.
Ketiga, argumen KDM mengabaikan insentif ekonomi. Dalam teori ekonomi kelembagaan, perilaku organisasi sangat dipengaruhi oleh sistem insentif. Jika pemerintah sendiri menjadikan tukin sebagai instrumen utama untuk mendorong kinerja, maka tidak mengherankan apabila ASN memperhatikan tukin. Sulit menyalahkan individu karena merespons insentif yang dirancang oleh organisasi.
Jika birokrasi kehilangan idealisme, pertanyaan yang lebih mendasar adalah: siapa yang mendesain sistem birokrasi, indikator kinerja, mekanisme promosi, dan budaya organisasi? Itu merupakan tanggung jawabnya sebagai pimpinan pemerintahan. Mengkritik ASN tanpa mengevaluasi desain sistem berisiko hanya menyalahkan gejala, bukan akar masalah sesungguhnya.
“yaudah, kalau ngga bisa beli bensin jalan kaki aja”
TROTOAR LU NOHHHHH BOLONG BOLONGGGG trotoar aja dipake buat parkir liar segala gala nyuruh jalan kaki