Wkt anies bilang 40 kota setara jakarta & ganjar mau kuliahin minimal 1 org anak tiap KK, jujur awalnya skeptis emg kita punya duit sebanyak itu yaa.. ternyataa punyaaa😆😆😆😆
1. Keuangan negara dirusak Jokowi. BUMN utang gila-gilaan hingga hampir bangkrut. Jokowi benar-benar maksimalin pemborosan sampai limit teoretis kesanggupan Indonesia. Presiden berikutnya ga akan bisa ngapa-ngapain.
2. Prabowo, yang tahu ini, malah berkali lipat lebih boros 😭
Fun Fact
Dulu IKN banyak diperdebatkan karna anggaran yg sangat tinggi. Sampai kita melihat program utama pemerintah sekarang:
– IKN
anggaran 2 tahun = 33 triliun
– Kopdes
nggaran 2 tahun = 80 triliun
– MBG
anggaran 2 tahun = 406 triliun
Harus kita akui MBG ini memakan terlalu banyak APBN sampai membuat ekonomi kita tidak sehat 💀
Harusnya birokrasi gendut lo tuh bisa ngebantu logistik sekolah di pelosok. Gobloknya pemerintahan lo, kerjanya cuma administratif doang. Pejabat lo ngga ada akuntabel, ngga transparan, dan ngga pernah berorientasi output-based. Lo yg gagal jadi presiden, negara lain diseret2.
- "Jangan takut apalah itu namanya, deforestasi.. sawit kan pohon, ada daunnya kan?"
- "Tampang kalian bukan tampang orang kaya, tampang-tampang kalian ya tampang orang Boyolali ini."
- "Israel pun harus dijamin keamanannya baru kita bisa dapet perdamaian."
- "Kita akan naikkan gaji guru, eh, hakim. Maaf. Hakim"
- "Orang desa ga butuh dolar!"
- "Iran punya senjata nuklir."
- "Kalian (para jurnalis) Londo Ireng"
Tiap hari koleksi asbun baru, yang nyebokin juga pusing. 👍
contoh nyata berbohong dengan statistik.
jumlah penurunannya berapa? 24ribu orang (dari order juta).
dan jumlah pekerja informal meningkat.
ndak tahu lagi, kenapa kita suka benar meninabobokan ketidakberesan :|
Loker di indo itu sebenernya banyak, tapi
1. Intern
2. Intern 3 tahun pengalaman
3. Fresh graduate 3 tahun pengalaman
4. Outsourcing
5. Gaji di bawah UMK
6. Benefit: BPJS dan air galon
7. Sabtu masuk setengah hari
8. Top 3 uni only
9. Kontrak dengan 3 bulan probation
Sekarang mau keluar juga susah kak. Aku dua kali dihubungi HR Malay, 1 Philippines, 1 Bulgaria.
Intinya mereka bilang gini : " karena iklim ekonomi dan politic Indonesia yang lagi gak bagus, kita agak kesusahan urusin visa kamu. Sorry banget gak bisa lanjut"
Mereka yg butuh orang kita aja kesusahan buat mindahin kita ke negara mereka sekarang.
Kecuali emang udah di level specialist yang gak bisa dicari lagi baru bisa.
jangankan yang baru mau apply, aku kak, udah kerja remote sama company Malaysia selama 5 tahun tapi masih gak selamat dari politik indo wkwkwk
di company tempat aku kerja, semua staff indo diPHK termasuk aku. padahal kami slalu achieve KPI, masing2 dari kami udah punya penghargaan dari kantor.
alasannya bukan soal skill kami, bukan juga kesalahan kami. tau alasannya apa? HR kantorku blak2an bilang di grup “kami khawatir liat politik indonesia” 🙂
kerasa banget cari kerjaan sekarang sesusah itu, ditambah keadaan politik indonesia bikin kita makin susah buat tembus ke luar.
Gimana ya. Tapi kurleb gini kondisinya
1. Sekarang lg yang dikejar itu sales buat ngejar Jadi posisi banyak yang dicari sales. Supporting function dipress ga nyari karena bukan profit center. Ini ngomongin FMCG, sales berusaha dibanyakin buat nutup white space di area distribusi.
2. Posisi sales itu akan selalu buka karena sales itu posisi yang akan sering vacant karena turnovernya tinggi
Coba dulu jadi sales at least nyoba karena posisi ini sebenernya cukup menjanjikan
paling lucu dari prabowo ini kerjanya jelek2in akademisi but craving the validation from so-called nobel tuh lucu menurut gw. berarti pendidikan itu penting kan wok kan lu juga butuh otak buktinya paper lu aja kayak sampah 😅 you attract what you fear i guess
ak dulu syuting buat video minuman gede. beberapa shot ngandelin suasana publik buat Background. what to do? kita megang 1 gepok print statement of consent. jadi setelah camera cut, itu yang in frame kita kejar satu2 buat ijin ttd. kalo ga setuju, harus blur. it is that serious..
Indonesian President Prabowo Subianto took power in 2024 with a bold and simple pledge to deliver free school meals for every child — a goal that seemed unimpeachably laudable for a nation with widespread malnutrition. But it all went wrong. Find out why: https://t.co/DpMaQiRuqv