Trimester 1 so 4x maso rs karena nda kuat kalo nda infus. Akira dulu nda separah ini no wkwkw. Musti bersyukur krn di luar sana byk sx yg suka ada di posisi ini mar Tuhan blm kase kesempatan
Waktu susah udah pernah suruh tinggalin, tapi dia nya gmau, malah bantu banyak biar bangkit lagi. Skrg perlahan udah ontrack buat bisa beliin pesawat 🙏🏽
Nggak nyangka rame bener twit saya kemarin yang ternyata katanya ‘deklarasi’ - sampe banyak di circle saya yang screencapture lalu diforward2. :D Padahal saya bukan siapa-siapa, orang biasa aja :)
Saya dukung Pak Jokowi 2014, sampai diundang ke Istana waktu pelantikan. Mas Gibran menikah, saya diundang, bersalaman dengan beliau di pelaminan. 2017 saya mendukung Pak Ahok, berpisah jalan politik dengan Mas Anies yang saya kenal sejak saya memotret untuk Indonesia Mengajar. Berat waktu itu rasanya :D
2019 ketika Pak Jokowi maju lagi, saya sepenuh hati bantu rajin buat konten dan kampanye buat beliau.
Semua ini tidak dibayar satu sen pun, tidak masuk grup WA koordinasi resmi apapun. Saya ikut bersorak ketika beliau menang.
Saya bersyukur buat semua hal baik yang Pak Jokowi lakukan selama memerintah. Banyak sekali hal baiknya, dari gebrakan2 di hari-hari pertama, sampai mungkin terakhir ini, menjalankan negara kemarin ketika pandemi, sehingga Indonesia bisa melaluinya dengan baik. Belum lagi ekonomi Indonesia yang konsisten jauh lebih baik dari tetangga-tetangga dunia. Saya tidak lupa atau menghilangkan itu semua.
Bisa jadi, di dunia multiverse, mungkin Indonesia 2014-2024 ini adalah Indonesia yang terbaik. Karena saya seorang yang tidak suka berandai-andai, saya percayanya demikian: Indonesia 2014-2024 adalah Indonesia yang terbaik.
Saya cuma melihat bahwa tiba saatnya masa bakti beliau berakhir, sesuai konstitusi. Saatnya beliau menitipkan mandat ini ke pengemban berikutnya, dan saya, sebagai rakyat, harus memilih penerus beliau.
Saya suka sekali kutipan Nelson Mandela,
"May your choices reflect your hopes, not your fears." Semoga keputusan-keputusanmu menunjukkan harapanmu, bukan ketakutanmu.
Saya capek dan juga menolak, memilih calon pemimpin bangsa karena 'awas lu nanti dia, awas lu nanti kalo dia, wah ngeri lu jangan dia'. Awas, awas, awas, supaya jangan, supaya jangan, supaya jangan.
Saya kurang suka. Saya hidup selama ini nggak demikian.
Jadi orang yang percaya dan berharap memang selalu dikata-katain di jaman sekarang, "Elu bego apa goblog atau cuma tolol?"
Tapi Puji Tuhan Alhamdulillah, selama saya hidup, jadi orang yang berharap selalu membawa saya naik sampai di puncak-puncak gunung. Seru. Kecewa sekali, senangnya 20 kali. Oke lah :)
Orang bertubi2 bertanya terus dari kemarin, kenapa Wad? Sederhana, karena dari pilihan capres yang ada, cuma satu yang membuat saya berharap.
Beliau pasti mengecewakan saya, pasti janjinya ada yang nggak bisa beliau deliver, pasti nanti partai oposisi akan terus menghantam beliau, menunjukkan kekurangan-kekurangan beliau.
I know all that. I'm not a child. And the man definetely not a god, nor a saviour.
Saya orang dewasa, dah mau umur lima dekade sebentar lagi. Cukup mengerti bahwa sistem politik banyak cacatnya, tahu partai punya kepentingan, tahu yang namanya kekuasaan memabukkan, yang namanya ego mengendalikan keputusan, tahu manusia tidak ada yang sempurna. Rakus lagi, hehehe...
Tapi saat ini, saya memilih, berharap.
Elu bego apa goblog atau cuma tolol? Berharap sama politisi? Siap 🫡
"Being optimistic is not naive, it's leadership." Ketika kita memilih untuk optimis, saya percaya kita itu lagi jadi pemimpin atas diri sendiri, memilih untuk optimis. Kalau tidak, buat apa hidup jika tidak ada lagi yang dipercayai?
Banyak teman yang sudah menghubungi saya dari kemarin, "ga bahaya ta?" - sungguhan khawatir tekanan dan opresi yang akan datang ke saya dan bisnis saya.
Saya cuma jawab, "Kalau saya sampe dipersekusi karena pilihan saya, bukankah itu tanda paling jelas saya tidak boleh memilih kelompok mereka-mereka yang melakukannya?"
Mungkin kalau saya beneran suatu hari sampai dipersekusi, saya malah akan bersuara lebih keras lagi, hehe... Kaga bener ah... Kalau di barisan teman-teman ada yang demikian, tolong dikoreksi ya :)
Indahnya buat saya, adalah dalam pesta demokrasi ini, saya bisa berteman karib dengan mereka yang berbeda pilihan. Banyak teman dekat saya berbeda pilihan, namun ga ada yang berbeda sama sekali dalam pertemanan kita. Kalau mau bahas pilihan capres, ayok, tapi dengan santai, kepala dingin, layaknya orang dewasa.
Pemilu akan selesai. Kita akan lupakan copras-capres ini. Tapi nanti, tetangga kita yang beda pilihan akan masih tetangga, mereka yang beda capres masih saudara sebangsa. Semoga kita inget itu.
Saya selalu percaya PR kita adalah Indonesia vs the world, not Indonesia vs each other. 10 tahun ke depan, dunia akan bergejolak. Siapapun nanti yang jadi presidennya, kita rakyatnya harus bersatu. Saya siap jadi rakyat Pak Prabowo atau Pak Ganjar. Gaskeun. Saya akan dukung Bapak yang terbaik yang saya bisa.
Tapi ketika memilih 14 Feb nanti, saya mau memilih karena saya berharap, bukan karena saya takut.
Have a great day everyone. Jangan berantem-berantem ya 🩷
Indonesia rumah kita bersama 🇮🇩