Semoga Allah swt membuka pintu hati para hakim di pengadilan negeri jakarta timur dan jakarta selatan,untuk dapat memutus perkara ijazah ini secara adil dan bijaksana.
Bukan untuk menghukum siapapun tapi demi tegaknya kebenaran dan transparansi sebuah dokumen,yg digunakan sebagai syarat jadi pemimpin di negeri ini.
@Ruang79@PartaiSocmed@saididu@DokterTifa Suka suka orang lah mau donasi atau tidak, ngak usah ngajak ngajak, orang yang berdonasi juga pake duitnya sendiri bukan duit kamu atau duit negara.
@kangdede78 Apa ngak sekalian memohon ampun atas segala dosa kebohongan yang telah dibuat selama ini, dan segera bertobat untuk tidak mengulanginya lagi, serta untuk selalu istiqamah berada di jalan yang benar ?
Sejak pensiun saya gak make pasilitas apapun dari negara.
Padahal saya ditawari mobil dinas dan ajudan tapi saya tolak.
Salut buat pak Oegroseno.
Orang model begini pasti gak kepake di rezim ini.
Dengarkan ini para petinggi negeri. Rakyatmu sudah kerja keras tapi pendapatannya sangat tak mencukupi. Ini bukan hanya suara satu dua orang, tapi mayoritas dari driver ojek online mirip mirip keluhannya seperti ini.
Tyo versi kasarnya di bully.
Adek ini versi santunnya juga dibenci.. maunya ternak rezim apasih?. Maunya adek ini angguk2 gitu?
Apa gak cukup 600 anggota DPR jadi tim angguk2
@tekarok007 Mereka miskin tapi kompeten, ga bisa bayar UKT karena alasan ekonomi.. lah elu??? Dah miskin,goblok.. jadi buzzer lagi.. hina banget idup lu, kasian anakmu punya bapak kaya elu.
Mahasiswa lulus jadi penganguran tidak kepakai di dunia kerja, tiap masuk berita:
"Mahasiswa berdemo", bukan
"Mahasiswa berprestasi".
>Seengaknya kalian itu nyontoh Gibran, begitu lulus kuliah jadi pengusaha tanpa jual nama Jokowi,
>sukses jadi walikota,
>terus RI 2.
Gibran itu:
Akademisnya sukses lulusan kampus elite luar negeri di Singapura.
Bisnisnya sukses, pinter debat, istrinya cantik bahkan karier politik juga sukses.
Jangan nyontoh Anies lah, akhirnya ikut-ikutan jadi penganguran berijazah yang tidak bisa bayar pajak, nambah beban negara.
>Ada contoh yang baik seperti Gibran, kok malah nyontoh yang tidak baik?
Heran aku