Perbedaan suatu negara.
Komunisme: "gue kasih lu kerjaan, kasih makan, tapi gaboleh berisik"
Kapitalisme: “lu cari kerja sendiri, cari makan sendiri, kalau berisik ya bebas.”
Premanisme: "lu cari kerja sendiri, cari makan sendiri nanti hasil setor nya ke gue, dan lu gaboleh berisik"
Maha Baik Allah yang membuat saya berlepas diri dari prasangka buruk kepada syariat-Nya. ketika ada sesuatu yang belum saya pahami, saya memilih memperbaiki pemahaman saya daripada berprasangka buruk kepada Allah.
kalaulah islam dibuat hanya untuk menguntungkan laki-laki, maka tidak akan ada kewajiban bagi laki-laki mempertaruhkan nyawanya dalam jihad untuk melindungi umat, kewajiban menafkahi istri dan anak meski istrinya kaya, kewajiban membayar mahar, kewajiban menjadi penanggung jawab keluarga, serta ancaman dosa ketika mereka menelantarkan orang-orang yang menjadi tanggungannya.
we love our deen and have good thoughts about our Lord. hanya Allah yang paling mengetahui apa yang benar-benar adil, beyond human understanding. siapa lah kita sampai berani mendudukkan akal di atas wahyu-Nya? know your place
cenblu idup dari engagement baiting engagement dengan nyinyir orang lain about engagement. dan buat thread nya pun pake AI, literaly bro had one job, and all they do is sucking their thumb depending on mamagpt googoogaga
Gue mau nampol kalian pakai kenyataan.
Dan gue jamin, kalian belum siap dihantam realita ini.
Apa yang Fatimah Azzahra lakuin baru-baru ini di TV nasional, dan wakil BEM yg dulu.
Gue cap sebagai:
Entertainment Politik.
Kritik yang seharusnya tajam, malah berakhir cuma jadi HIBURAN.
Jadi bahan trending semalam, panen impression dan engagement di Twitter, lalu besoknya orang lupa dan lanjut hidup seperti nggak ada apa-apa.
Kenapa bisa gitu? Gue bahas di sini.
Fyi, argumen para pecinta LGBT itu lucu² dan rapuh banget.
Pernikahan laki-laki & perempuan itu bukan patriarki, justru sistem yang paling adil dan natural sesuai fitrah manusia.
Suami bertanggung jawab penuh sebagai qawwam (pemimpin & penanggung jawab): mencari nafkah, melindungi, membiayai istri & anak. Sedangkan istri punya peran mulia mengurus rumah tangga & mendidik anak, tapi bukan budak.
Istri tetap boleh bekerja, punya harta sendiri, dan suami wajib memperlakukannya dengan baik (mu'asyarah bil ma'ruf). Bahkan nafkah lahir batin tetap jadi kewajiban suami, meski istri kaya.
Sekarang bandingkan dengan pasangan sesama jenis yang mereka puji:
- Tidak ada pembagian peran alami → seringnya malah timbul kompetisi ego, dominasi fisik/emosional, atau "siapa yang jadi laki-laki" (top/bottom) yang justru meniru pola heteroseksual tapi dipelintir.
- Tidak ada fitrah reproduksi & pewarisan keturunan yang sah.
- Statistik dunia (bahkan di negara Barat yang super liberal) menunjukkan hubungan sesama jenis cenderung lebih pendek, tingkat kekerasan & perselingkuhan lebih tinggi, dan anak yang dibesarkan di lingkungan itu punya risiko psikologis lebih besar.
So, nikah yang bener, ya guys. Jangan ikut-ikutan narasi yang rusak fitrah. 🔥
>be transgenders
>take over something interesting
>turn that something into "trans rights!" circlejerk
>everyone who made that something interesting leaves
>transgenders then claim they're the ones that made it interesting in the first place
Lagian qrtnya gk nyambung,Sadam bahas A,dianya bahas B,giliran ditanya dokslinya suruh cari tau sendiri. Toh gk pro LGBT ≠ homophobic ya,sejauh yg gue tau walau dia gk pro LGBT dia gk pernah jelekin queer people deh perasaan,kalian minta dihargai,tp sendirinya gk bisa menghargai
Kitatuh punya opsi lo untuk jadi orang baik :)
Juga, aku gapapa dikatain punya penyakit. Hal yang mereka bilang “penyakit” ini berkah buatku. Dan doaku adalah semoga kita semua menjadi pribadi yang bisa menjaga lisan dan ketikan, untuk selalu berbuat baik pada semua 🖤