@GapYudhi@tanyarlfes Memanglah itu maksud replyku kakkk, tapi pada ngiranya aku boti dan setuju aja dengan kelakuan negatif mereka. Padahal mah ya ngga, kalau salah ya salah, mengganggu ya ditindak, tapi kalau hanya sekedar lewat atau nongkrong dengan tenang ya kenapa harus dikatain
@elemental700@tanyarlfes - mereka. Sejauh ini udah banyak ancaman kekerasan, pembunuhan hanya karena mereka muncul di ruang publik. Aku juga ga setuju kok kalau mereka masuk ke toilet wanita, mereka beribadah di bagian wanita, ga setuju. Tapi aku juga gamau menormalkan kekerasan
@elemental700@tanyarlfes Diskusi aja kak, kita ga perlu debat. Kalau cara minoritas minta diterima dengan cara yg kelewatan, silahkan ditegur. Tapi, sejauh ini, dari yg aku lihat mereka cuma ingin diterima dengan tidak ada ancaman keselamatan. Ga harus kok ikut bergabung, cukup ga mengancam -
@GapYudhi@tanyarlfes Dari awal replyku di menfess bukan untuk membela yg sebegitunya. Karena menurutku mereka juga manusia dan punya hak yg sama seperti kita. Kalau mereka ngga melakukan apapun di tempat umum, contohlah hanya sekedar lewat, apa iya layak untuk dihina di tempat umum?
@GapYudhi@tanyarlfes Koreksi kalau salah ya kak, tapi bukannya yg hetero juga signifikan dalam menularkan penyakit sexual? Apalagi portitusi, sex bebas, juga banyak dilakukan pasangan hetero. Kenapa yg jadi sasaran amarah dari penyebaran penyakit cuma ke satu pihak aja?
@WikWik1546850@tanyarlfes Memang kok kak. Ngga semua lelaki harus bertutur kata kasar atau terlihat manly. Ada kok yg punya sisi soft dan tutur kata yg baik. Tapi orang sini kan ngga suka ngeliat lelaki kurang manly dan asal ngecap gitu aja.