Guys, ada satu berita yang kalau gue baca langsung bikin gue punya satu pertanyaan yang tidak bisa gue singkirkan dari kepala.
Sudaryono Kepala BGN mengakui dia memasang iklan berbayar di Meta untuk boosting konten soal MBG. Nilainya hampir Rp200 juta. Dari Juli sampai September. Dan dia bilang itu uang pribadinya, bukan anggaran pemerintah.
"Salahnya apa? Saya boosting pakai uang saya sendiri."
Gue tidak sedang mempersoalkan apakah itu uang pribadinya atau bukan. Gue tidak sedang mempersoalkan apakah boosting konten itu boleh atau tidak.
Gue cuma punya satu pertanyaan sederhana:
Kenapa seseorang rela keluar uang Rp200 juta dari kantong sendiri untuk mempromosikan program pemerintah?
Bukan program bisnisnya.
Bukan produk yang dia jual.
Bukan merek pribadinya. Tapi program pemerintah yang anggarannya sudah Rp335 triliun dari uang rakyat.
Kalau memang programnya bagus dan hasilnya nyata berita baiknya akan menyebar sendiri. Tidak perlu Rp200 juta dari kantong kepala badannya untuk mendorongnya jadi viral.
Dan kalau harus didorong dengan Rp200 juta agar terlihat positif di tengah banjir berita keracunan, korupsi, dan dapur yang tidak berfungsi maka yang sedang dibeli bukan informasi. Yang sedang dibeli adalah narasi.
260827 KWDA
Terima kasih karena sudah selalu menjadi kebanggaanku, Mentari! ☀️
Melihatmu tumbuh, melangkah, dan terus memberikan yang terbaik selalu menjadi kebahagiaan tersendiri. Semoga tiap langkahmu selalu dipenuhi cahaya, dan semoga kamu tahu bahwa ada begitu banyak hati yang akan selalu bangga melihatmu bersinar 💗
#CARMEN #카르멘 #カルメン
#Hearts2Hearts #하츠투하츠
META (FB, IG, THREADS) INDONESIA DOWN. Info dari temen oversea bisa akses berita terkait demonstrasi. VPN di aplikasi tidak membantu. Belum test via browser.
Bagaimana kalau event lari Jakim Sabtu - Minggu besok dibatalkan karena eskalasi situasi?
Ya nggak apa2, dan kalau 45.000 runner mau marah, marahlah pada negara, bukan pada warga yang terpaksa harus menyatakan sikap dan pendapat di jalanan karena negara ini salah diurus