gw tuh dari dulu bingung tiap demo mahasiswa dihalang-halangin sampe dipukul tuh knp sih... like itu mahasiswa jir, logikanya mereka pada kagak punya apa-apa. demo ya karena punya aspirasi dan keluhan yahg mau disampaikan 😭😭 why r u guys so afraid of literal STUDENTS???
Sejujurnya gue gak tau ini tulisan akan mengarah ke mana, hanya pikiran random jam 2 pagi setelah melihat demo seharian tadi. If you have time silakan baca or feel free to skip.
Gue tumbuh besar di lingkungan yang sekitarnya penuh dengan kemiskinan. Gue sendiri berasal dari keluar yang biasa-biasa saja, mungkin hanya sedikit lebih beruntung dari yang lain.
Orang-orang hidup dengan serba kekurangan. Boro-boro punya tabungan atau rencana masa depan, besok pun belum tau gimana caranya dapetin makan. Segala macam cara dilakukan untuk bisa dapat uang tambahan.
Dulu kalo pagi suka ada tetangga nenek-nenek, namanya Romlah, sering datang ke rumah bawa jualan kayak jajanan kue atau gorengan, kalo siang ke sore dia lanjut pergi ke sawah. Beliau rajin banget, tapi anak-anaknya pun tetap harus putus sekolah.
Ada juga ibu-ibu tetangga yang buka jasa cuci baju, namanya Bu Sop. Orang di kampung gak punya mesin cuci jadi nyucinya masih dikucek sendiri manual. Beliau meninggal dunia karena penyakit kronis dan tidak punya biaya untuk rutin berobat.
Pengangguran ada banyak, yang putus sekolah banyak, yang sampai ke perguruan tinggi cuma sedikit sekali. Semuanya terhambat masalah ekonomi. Semuanya terjebak dalam kemiskinan struktural.
Yang hidupnya nyaman dan berkecukupan bisa dihitung jari. Gue termasuk yang berkecukupan, tapi tetap ga bisa seenak jidat minta macem-macem ke orang tua. Kalo pengen sesuatu biasanya harus nabung uang jajan sekolah dan beli sendiri.
Gue udah gak tinggal di lingkungan tersebut, tapi sampe sekarang gue selalu ingat betapa susahnya kehidupan orang-orang di sekitar gue dulu.
Sekeras apapun mereka berusaha dan bekerja mereka gak akan bisa keluar dari kemiskinan tersebut. Entah karena keterbatasan ilmu, kemampuan, atau akses ke informasi dan kesempatan.
Mereka gak punya kemampuan untuk mengubah nasib atau memperbaiki kehidupan. Mereka gak tau musti ngapain. Mereka cuma bisa pasrah. Mereka gak peduli siapa yang jadi pemimpin karena buat mereka, siapapun pemimpinnya toh hidup mereka ya begitu-begitu aja.
Di setiap masa pemilu, siapa yang bisa ngasih imbalan itulah yang akan dipilih. Mereka gak punya pilihan lain selain menerima.
Mereka adalah golongan yang rentan dimanipulasi dan dimanfaatkan.
Memang zaman sekarang orang sudah punya smartphone bahkan di daerah. Tapi teknologi tersebut tidak seimbang dengan kemampuan memilah informasi dan berpikir kritis. Belum lagi banyaknya media yang dikontrol, disensor, dan buzzer di mana-mana.
Kita, yang punya akses ke pendidikan yang lebih baik, yang mampu berpikir kritis, yang mengerti apa yang sedang terjadi di atas sana, yang bisa melihat kebohongan dan tipu muslihat, adalah wakil mereka.
Suara kita adalah suara mereka.
Perjalanan mungkin masih panjang, kita mungkin masih butuh banyak belajar, tapi gapapa pelan-pelan aja. Gue tau sangat mudah untuk merasa frustrasi dan putus asa di situasi seperti ini, tapi kita gak bisa buang harapan.
Bareng-bareng yok.
----------
Even if I have to die, I will use the only voice I have to make some noise.
Update terkini🚨⚠️⚠️⚠️⚠️
Kondisi CHAOS
Situasi Terkini di lokasi situasi memanas diduga adanya provokasi yang memakai serba hitam .
Mahasiswa sudah pulang dan tidak ada di lokasi , dan saat ini polisi masih mencari siapa pelaku Anarko provokasi tersebut.
Kalian kalo selalu bilang demo bikin macet, nih liat yg bikn macet tu justru silop dan ijo.
Mahasiswa aja lewat jalur busway.
Pas ditanya alesannya masuk ke jalan:
1. "Mau nyeberang" (tapi kok ga jalan)
2. "Gatau, ikut perintah komandan"
Ini beneran?
Menyiram para demonstran dg air parit?
DPRD harusnya jd wakil rakyat saat rakyat menerima ketidakadilan
Knp justru mereka yg menyuarakan disiram dg air parit?
Keterlaluan 😤
Ini sih namanya nantangin rakyat!!
POV dari tempat lain. Mereka niat banget ya nyiapin penyusup sebanyak itu.
Btw intel parcok/parjo biasanya sering buka hp atau pake earphone. Coba liat aja kalo ada yang sibuk main hp, pasti itu intel nya.
Atau tiba-tiba ada orang yang rusuh sendiri biar yang lain ikutan rusuh juga. Pasti dia Intel yang merangkap jadi provokator.
Dulu pas demo di bandung juga gitu. Tiba tiba rusuh sendiri eh ga lama salah satunya ada yang lempar gas air mata, lalu ketauan kalo dia intel. Trus dia lari ke pasukan polisi karena dikejar pendemo.
Ada videonya kalo gak salah
WARGA JAGA WARGA!!!
WARGA JAGA WARGA!!!
WARGA JAGA WARGA!!!
WARGA JAGA WARGA!!!
WARGA JAGA WARGA!!!
WARGA JAGA WARGA!!!
WARGA JAGA WARGA!!!
WARGA JAGA WARGA!!!
SEAblings, and southeast asian media..
This is just an appetizer-sized prove of a country that criminalize the innocents, and “innocentize” the criminals.
🚨SITUASI BERBAHAYA ⚠️⚠️⚠️
Lampu jalan mati apakah kabar yang beredar itu benar sedang ada operasi intel malam ini?
Bubar sekarang sebelum terlambat. Nyawa kalian sangat berharga 😭😭😭
Indonesian authorities will deploy thousands of police and soldiers ahead of a planned protest by students, who are angry at the rising cost of living and want President Prabowo Subianto to rein in big-ticket spending and revive the economy https://t.co/Ztu8PQ8AN9
UI BERDUKA, RAKYAT TERLUKA: KECAM TINDAKAN REPRESIF APARAT DI LENTENG AGUNG ⚠️
Rabu, 10 Juni 2026 menjadi hari kelam bagi kemanusiaan dan ruang hidup warga Lenteng Agung. Aliansi Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dari berbagai organisasi mengecam keras tindakan represif yang dilakukan oleh aparat TNI di tengah proses penggusuran paksa sejumlah rumah warga.
Niat baik warga dan mahasiswa untuk mempertahankan hak atas tempat tinggal justru dibalas dengan kekerasan. Akibat bentrokan dan eksekusi paksa ini, seorang mahasiswa UI dan beberapa warga setempat dilaporkan mengalami luka-luka.
"Tugas aparat adalah melindungi rakyat, bukan menjadi algojo bagi ruang hidup mereka."
Mahasiswa UI menegaskan bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun terhadap warga sipil yang memperjuangkan haknya tidak dapat ditoleransi! Kami menuntut penghentian represivitas, pengusutan tuntas atas korban yang terluka, dan keadilan bagi warga Lenteng Agung.
Mari rapatkan barisan. Kawal terus kasus ini! Panjang umur perjuangan!
Belajar dari aksi Mayday 2026, di mana 101 orang di Jakarta mengalami penangkapan, berikut beberapa hal yang perlu kawan-kawan pelajari juga ketika mau turun aksi:
1. Polisi lagi punya inisiatif tinggi untuk melakukan penggeledahan acak, utamanya if you are "bukan massa aksi"