Ini juga dulu saya pernah penasaran bgt kalau ada kebocoran data.
Masalah data bocor dan rugi / tidaknya ini memang relative, sampai kita sadar, kita merugi ketika ada hal "fisik" yang terjadi ke kita. Ibarat, sebelum memulai sesuatu itu memang berangkat-nya dari informasi.
Digunakan untuk apa ? Tergantung yang beli datanya. Biasanya pembeli data ini, adalah sekumpulan orang-orang yang mengerti apa yg harus dilakukan terkait data ini.
Katakanlah yang membeli data ini adalah sebuah perusahaan digital, katakanlah tokek. Si tokek ini, akan pake datanya untuk screening mana konsumen yang belum pake aplikasi tokek, setelah dapat orangnya, akan dihajar habis2an dengan iklan, sampai orang ini mau pake aplikasi tokek.
Itu contoh yang mungkin tidak terlalu merugikan.
Contoh yang merugikan, misal pembeli data ini adalah grup mafia pinjol. Mereka membeli data ini, kemudian melakukan registrasi yang massive ke pinjol2 (mungkin tidak semudah yang dibayangkan, tapi data KTP ini adalah starter data yg menarik). Sampai orang2 ini bisa pinjem duit, tapi mereka tidak mendapat resiko bunga pinjaman, melainkan KTP yang di-claim itu yg bakal dikejer pinjol. Rugi ? Kalau sampai terjadi, rugi banget. Dan bahkan lebih bahaya untuk orang yang tidak penting / tidak terlalu banyak uang. Karena, mereka bakal jadi yang tertindas karena ngga bisa melawan.