Ini kan sujud... 😭😭
Makanya Allah bilang, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolong. Memang masalah hidup gak langsung beres saat itu juga, tapi dengan sabar dan salat, pikiran jadi bersih dan jernih, sehingga bisa dipake buat cari solusinya.
Makin banyak lapak makanan kukusan. Pelaku healthy food & pelaku klenik spiritualis suka.
Di tengah masyarakat yg terperosok brain rot, ada sebagian yg mulai tercerahkan dgn wawasan pangan lokal.
Pengetahuan lama yg terabaikan, perlahan relevan kembali dengan pendekatan baru
Stagnan sbg perenang daerah, tiga tahun lalu Martina Ayu Pratiwi melakukan switching karier dan mentransfer bakatnya ke triathlon.
Bulan ini, pd usia baru 21 thn, usia yg sebetulnya blm benar2 menyentuh puncak fisiologisnya, Nana menjadi Ratu Triathlon Asia Tenggara.
Nana menjadi generalist monster dgn prestasi fenomenal di 3 disiplin. Nana pulang sbg atlet Indonesia tersukses di SEA Games 2025 Thailand dgn 5 emas dan 2 perak dalam 7 nomor yg dia ikuti.
Kemampuan Nana dibentuk dgn pelatihan yg tidak hanya keras, tp brutal oleh coach legendaris dan kontroversial yg mengantarikan atlet2 nasional Brazil berlaga di empat Olimpiade bernama Cali Amaral.
📸: Kemenpora, Cali Amaral
1006 orang meninggal. Belum ada yang dipenjara. Belum ada status bencana nasional. Presidennya sibuk jalan ke luar negeri. Kabinetnya nolak bantuan luar. Menterinya sibuk mantau donasi. DPRnya iri ama influencer yang ke lapangan. Uda gila negara ini
Merah Putih berkibar di cabor Bulutangkis SEA Games XXXIII 🏸🏸🏸
Indonesia keluar sebagai JUARA UMUM setelah merebut 3 medali emas, 3 medali perak dan 4 medali perunggu 🇮🇩🇮🇩🇮🇩
Bangga!!!
#BadmintonIndonesia#SEAGames2025
811 NYAWA DAN LUMPUR YANG TAK KUNJUNG KERING
Teman-teman, hentikan sejenak kesibukanmu. Saya akan ajak Anda melihat neraka yang sesungguhnya, bukan di layar kaca, tapi di hati saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Ini adalah tragedi yang diciptakan. Per hari ini, data terbaru mencatat 811 orang tewas dan 623 orang masih hilang. Angka ini bukan sekadar statistik; ini adalah 811 orang tua, anak, dan saudara yang jasadnya tertimbun lumpur, dan 623 keluarga yang menunggu kabar di tenda pengungsian.
Di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, ada 143 korban tewas. Di Aceh, 1,5 juta orang terpaksa mengungsi. Bayangkan, satu setengah juta orang kehilangan segala-galanya, dan harus tidur di tempat seadanya.
Air dan Kelaparan
Penderitaan paling kejam ada di Aceh Tamiang. Setelah tujuh hari bencana, warga terpaksa minum air sisa banjir yang keruh. Kenapa? Karena bantuan air bersih dan makanan tidak sampai.
Sementara warga berjuang menahan haus, Pemerintah Pusat (melalui Seskab) justru sibuk menjamin dana dan logistik "tersedia penuh". Jaminan itu adalah kebohongan yang melukai. Mereka menjamin ketersediaan logistik di Jakarta, tapi membiarkan warga di Palembayan, Agam, harus menggotong korban sesak napas melewati jembatan reot karena tidak ada layanan medis yang layak.
Logika mereka terbalik: Mereka mampu mengirim Starlink dan helikopter, tapi gagal menyediakan air minum yang bersih.
Kenapa semua ini terjadi? Kenapa bantuan hanya ala kadarnya?
Karena Pemerintah menolak menetapkan Status Bencana Nasional. Penolakan ini adalah dinding yang melindungi kepentingan elit:
Mereka takut Status Nasional akan memicu Audit Ekologis Total yang akan membongkar izin-izin korporasi (Sawit, HTI) yang merusak hutan di hulu. Mereka takut izin yang dipegang erat oleh lingkaran kekuasaan akan terancam.
Mereka memilih menjaga anggaran APBN dan aset konsesi agar tetap aman, daripada menggunakan dana triliunan untuk menyelamatkan nyawa dan membangun kembali 10,4 ribu rumah yang hancur.
Nyawa 811 korban ini adalah tumbal politik yang dibayar demi menjaga kekebalan segelintir orang.
811 jiwa tewas itu bukan angka, itu adalah pengkhianatan yang berdarah; mereka tewas karena negeri ini memilih melindungi aset yang ada di kertas, daripada menjaga nyawa yang ada di dada.
#SUMATERABUTUHSTATUS
Jangan biarkan duka mereka hanyut tanpa pertanggungjawaban!
A man has spent days searching for his missing wife following the devastating floods in Sumatra, showing her photo to anyone he meets for help.
“Is she alive? I don't think she is, but I hope they find her body, even if it's just a piece of her hand.”
(https://t.co/8IZaBETOUP)
Setelah anak tunggalnya meninggal dunia tujuh tahun lalu, Abdul Ghani hanya memiliki Marsoni, istrinya.
Sekarang, satu2nya kekasihnya itu hilang. Abdul Ghani telah berjalan berhari2 berbekal selembar foto, sambil berharap keajaiban: istrinya kembali..
With the start of the #WorldChampionships2025 just 8️⃣ days away, what better way to mark the 8️⃣0️⃣th anniversary of Indonesia Independence Day than by reflecting on the 8️⃣0️⃣ Medals won by Indonesian #badminton players at the #WorldChampionships.
(Total Medals)(🥇-🥈-🥉)
🔵 Indonesia is second on the World Championship Country Medal Table with a total of 8️⃣0️⃣ medals across all 5 disciplines. 🇮🇩(80)(23-20-37).
🔵 Players from Indonesia have won at least one medal at 25 of the 27 previous World Championships where they have participated.
🔵 The longest time between a first and last Gold🥇medal is 12 years – a record held by 2 players, both Indonesian – Liliyana Natsir Mixed Doubles 2005 – 2017, and Hendra Setiawan Men’s Doubles 2007 – 2019.
🔵 The late Verawaty Fadjrin🇮🇩 is one of only 3 players to win medals in all 3 disciplines.
🔵 The first player to win the “doubles double” was Christian Hadinata🇮🇩 when he won 2 Golds in 1980 in MD and MxD.
🔵 Liliyana Natsir🇮🇩 shares the record of the most medals won in just one discipline – her 7 medals in MxD 🥇🥇🥇🥇🥈🥉🥉 equals the same number as Lin Dan’s 7 medals in MS.
🔵 6 different players have won Indonesia’s 6 Gold medals in Men’s Singles – 1980 Rudy Hartono, 1983 Icuk Sugiarto, 1993 Joko Suprianto, 1995 Hariyanto Arbi, 2001 Hendrawan, 2005 Taufik Hidayat.
🔵 Men’s doubles (MD)
🔹 Indonesia have won more Gold medals, and more medals in total than any other nation in MD.
Indonesia🇮🇩 (26)(10-6-10).
🔹 Mohammad Ahsan🇮🇩 is the only player to win MD medals with 3 different partners – Bona Septano🥉, Rian Agung Saputro🥈, Hendra Setiawan🥇🥇🥇🥈.
🔹 Only 3 players have won MD Gold medals with 2 different partners – all 3 are Indonesian born, Ricky Subagja, Tony Gunawan, Hendra Setiawan.
🔵 Indonesia has won the second highest number of medals in Women’s Singles 🇮🇩(9)(2-2-5) – more than Japan🇯🇵(8)(3-1-4), India🇮🇳(7)(1-3-3) and Korea🇰🇷(7)(1-1-5).
🔵 Only one female player has won Mixed Doubles Gold with 2 different partners – Liliyana Natsir – 2005 and 2007 with Nova Widianto, and 2013 and 2017 with Tontowi Ahmad.
Selamat Hari Kemerdekaan
#GillsFunFacts
📷@badmintonphoto
LAGU PALING INDAH HARI INI!
Speed climber putri terbaik Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi meraih emas Women's speed single 4 di World Games 2025. Rita membuat Indonesia Raya berkumandang begitu merdu di China.
Terima kasih Rita. Terima kasih!