hai semua.
dengan ini aku ngabarin kalo aku berhenti nulis fic apapun di akun ini. semua fic yang gantung gak akan aku lanjut.
alasan utama aku adalah mulai kehilangan minat nulis, ngerasa gak sebebas dulu dan mulai ngerasa gak enak karena beberapa pihak.
Komunitas LGBTQ tengah menjadi sorotan. Menjadi kelompok yang dianggap sebagai ancaman negara nonmiliter.
Satu keputusan dari negara yang ironis, mengingat faktanya justru komunitas LGBTQ lah yang selama ini hidup dalam stigma dan diskriminasi.
#Solidaritas#LGBT#LGBTQ
also pointing out her body is in tact, the infection hasnt spread past her shoulders. shes a faceless idol: loss of her personal identity and only seen as a body
zombie stage further pushes alnst's critique of how idol culture turns humans into consumable products. audiences consume only the curated end result with complete disregard for the inhumane processes that produce it, all the while voraciously partaking in the spectacle itself
STORY BREAKDOWN FOR EPISODE ONE:
mizi and sua grew up together, studying to be k-pop idols (similar to an early alien stage concept.)
mizi got succesful while sua didn't, and mizi was forced down a path of sexualization and substance abuse.
sua called attention to her spiral and they had a falling out. directly after that falling out mizi got infected.
sua was working in the zombie stage (it seems) and they captured mizi. sua recognized mizi and infected herself to be with her on stage, leading to sua's loss AGAIN.
I really hope that Ivantill side of the ZOMST will show a problem with fanservice queerbaiting in male k-pop groups as they did with mysoginy and sexualisation of female idols in the 1st round
round 1 menurut gw ceritain tentang perempuan yang di-objectified & sexualized. semenjak mizi jadi idol, dia mulai berubah. mungkin karena angan2 mizi tentang jadi idol hancur karena dia dijadikan bahan fantasi laki-laki. most of penonton zombie stage juga laki-laki :)
[SUMA REPORT: Diadang Polisi, Massa UI Tak Sampai Bundaran HI]
Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Universitas Indonesia (UI) menggelar aksi #MenujuIndonesiaBangkrut pada Jumat (12/06) sebagai bentuk keresahan atas buruknya dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
kita dicegat. didorong. mereka ga memperbolehkan kita masuk ke Bundaran samsek karena “mengganggu aktivitas masyarakat”. Emang kita mahasiswa apaan? Pisang ambon???
apapun yang terjadi di waktu-waktu gawat, harus selalu ingat warga jaga warga, rakyat bantu rakyat, senasib sepenanggungan, jangan jadi tumbal akal-akalan alat represi perpanjangan tangan penguasa susupan ke dalam lapis-lapis barisan.