@nate_alvi@zooyeaoh Sadly nam da reum tingginya 166 🥲🥲 jihoon sm DO masih lebih tinggi, 173. Kalo 166 susah sih cari female lead yg lebih pendek dr itu. Jd paling si nam da reum mentok second male lead atau drama non-romance.
Jika jurnalis dan mahasiswa yg dibawa Wapres ini hanya diajak ke lokasi yang dianggap berhasil, bertemu narasumber yang sudah dipilih, dan tidak diberi ruang melihat dampak atau kelompok yang menolak proyek secara all side cover, maka kegiatan itu lebih dekat pada apa yang disebut dalam studi komunikasi sebagai managed perception atau guided narrative daripada pencarian fakta yang independen alias jadi alat propaganda.
“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.
@Allebbellaa Padahal demo UI 1966 (tritura) itu dipelopori oleh KAMI yg anggotanya banyak anak FK. Satu mahasiswa FKUI (Arif Rahman Hakim) gugur ditembak tentara saat demo 24 Februari 1966.
@tweetyyypieee@MiskinTV_ Bisa jugaa. Tp mnurutku simply krn dia tenar dlm waktu cepat dan skrg femes banget2. Kalo dia knp2 publik bs gempar. Andrie Yunus dulu belum tenar, pas dia dobrak rapat UU TNI berita2 jg cuman nyebut KontraS. Jadilah dia ditarget (krn vokal bgt tp gak tenar).
Tugas rakyat itu “mengawasi” bukan “memuji”
pejabat dan government kerja bagus itu ya bare mininum lah. Kalian digaji dari pajak yg disetor warga kok.
Mager banget baca narasi d tiktok yg anggep pihak yg kritik pemerintah itu = musuh.
Astaga.
Bener kata bang Pandji. Orang ini dari kecil hidup dari keluarga kaya yg membuat tidak ada org yg berani mendebat dia, semua keinginannya pasti dituruti. Saudara, ART, dan temannya pasti mengiyakan dia. Mungkin cuma orang tuanya yg bisa bilang 'tidak' ke dia (itupun kalo orang tuanya tegas).
Ditambah dia masuk militer yg emg sistemnya 'siap ndan'. Semua hal dilakukan atas perintah atasan, bukan hasil duduk bareng dan saling challenge pendapat seperti di lingkungan kampus.
Udah gitu jadi ketua partai pula. Tau sendiri partai di Indonesia itu fanboy club. Ngga ada ideologi tapi semua arah partainya ditentukan tokoh partai tersebut. Hampir semua bawahannya pasti ABS.
So, selama dia hidup ngga biasa dgn kritikan. Karena dia biasa diiyain segala keinginannya. Sampai pada titik dia jadi presiden. Yg mana presiden adalah jabatan publik. Banyak org yg mengawasi dan mengkritik.
Alhasil pas jadi presiden ya begini. Kaget kalo ternyata dia bisa dikritik orang banyak dan dihajar kanan kiri. Jadi lgsg cap yg kritis itu nyinyir, antek asing, musuh negara, dll.