Toh yg seharusnya jadi kritik terbesar pada federasi mah ya kemana dan ada dimana progress pembinaan di negeri sendiri? Apakah udah cukup jauh berprogres atau masih stagnan di level itu-itu aja?
Ya masa mau ngandelin hasil pembinaan federasi luar melulu.
Sekian..
Milih klub mah hak prerogatif pemain dengan berbagai pertimbangannya sendiri.
Timnas mah ngga ada urusan sama sekali, bayar tagihan mereka aja nggak.
Yg mau ttp berkarir di Eropa silakan, yg mau migrasi ke liga sini juga sah-sah aja.
Program Naturalisasi Jalur Istimewa sudah seharusnya dibuat lebih ketat apakah benar benar Istimewa sesuai penamaanya
Career Path Setiap Pemain sudah menjadi ranah confidensial. Namun dengan tujuan yang di sampaikan di awal untuk apa mereka di proses itu yang di tekankan.
Cc @ojikneyasyah1
Kabar transfer Persib memang punya daya tarik sendiri. 2010, saya masih di Koran Seputar Indonesia.
Waktu itu Okezone masih satu grup, jadi kalau ada wartawan yang kirim berita ke sana, dapat fee tambahan. Berita Persib salah satu yang paling rutin saya kirim.
Dalam sebulan, bisa mengantongi Rp1-2 juta. Lumayan banget tambahannya.
Trafik online lagi kencang-kencangnya saat itu. Dan berita Persib, apapun bentuknya, hampir selalu masuk radar pembaca.
Bukan cuma soal hasil pertandingan, transfer pemain pun bisa jadi bahan berhari-hari. Alasannya sederhana. Bobotoh itu basis pembaca yang loyal dan besar, jadi redaksi tahu berita soal Persib nyaris pasti aman secara trafik.
Lima belas tahun kemudian, polanya masih sama. Cuma platformnya yang berubah.
Pengen keliatan reliable yah orangnya, “saya duluan yang dapet infonya”.
Tipe-tipe orang yang “jempling yah, aku kasih tau info buat kamu”, tapi satu kelurahan dibere beja 😂
@kolonisemud Mending nanggepan diskursus myuziek tak masuk akal dibanding nanggepan buzzer.
Buzzer mah per reply-an meunang maratus perak, arurang teu meunang bodorna