Jerome Polin kembali berikan pendapat dan merasa capek tiap hari liat berita buruk, melalui akun sosmed nya ia bilang:
"Jujur at this point aku bingung, kita sebagai rakyat tuh bisa apa sih? speak up di sosmed udah, ga didenger. Dilawan pake buzzer lagi. Demo udah, ga ada perubahan. Dilawan pake demo bayaran. Ada cara apalagi?? Segakbisa ngapa-ngapain itu kah?
Asli bingung dan bertanya2, apa masih ada harapan?
Yang berkontribusi malah dikriminalisasi. Terus harus apa? Bisa apa?
Rakyat susah cari kerja, kualifikasi harus S1 minimal. Eh ada yang ga lulus S1 jadi komisaris, segampang itu?"
Selamat Senin Pagii jangan lupa Sarapan
Demo tanpa BEM UI sepi berita bertajuk GATAL "GAGAL TOTAL" Apel Pagi :
Universitas Bung Karno
Universitas Indonesia
Universitas Trisakti
Universitas Kristen Indonesia
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
Universitas Negeri Jakarta
@DivHumas_Polri Dino Patti Djalal sampaikan aspirasi dengan sangat santun (gak cuma santun, ngasih solusi pula), tetep didiskreditkan sama Seskab dan anggota DPR. Tetep dibilang gak etis.
Saying that the protest is unnecessary because the market and rupiah are making a rebound is like saying you can cancel your dentist appointment because the painkillers stopped your toothache. The symptom improved, not necessarily the problem.
Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan mengungkapkan Bundaran HI dipilih karena mahasiswa tak lagi percaya dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) maupun pemerintah.
Demo di Bundaran HI ini unik, karena biasanya demo ke lembaga pemerintahan tertentu
Tapi bundaran HI itu sumber traffic: masyarakt dan sosial media
peluang media ngeliput naik
peluang sosmed divideoin orang juga naik
orang aware-> tujuan demo terpenuhi dengan cara baru