prabs menyadari kalau:
- gaji guru kurang
- lapangan kerja sedikit
- masih banyak kemiskinan ekstrim
- ada ketimpangan sosial
"tapi terus terang saja, saya sendiri tidak menduga bbrapa permasalahan itu di luar perkiraan"
pantes solusinya MBG & kopdes
Rakyat ngeluh harga beras mahal, disuruh nanem padi sendiri.
Rakyat ngeluh rupiah melemah, dibilang rakyat desa gapake dolar.
Rakyat ngeluh ekonomi suram, disuruh nyari negara lain.
Problem solvingnya buruk banget, tapi anehnya dianggap problem solver sampe dibikinin buku π
Rakyat ngeluh harga beras mahal, disuruh nanem padi sendiri.
Rakyat ngeluh rupiah melemah, dibilang rakyat desa gapake dolar.
Rakyat ngeluh ekonomi suram, disuruh nyari negara lain.
Problem solvingnya buruk banget, tapi anehnya dianggap problem solver sampe dibikinin buku π
-alokasi anggaran pendidikan terendah, cuma 1,3%
-anggaran perpusnas dipotong drastis
-buku dipajakin 12%
-ada perpus sekolah yg dirobohin buat kopdes
Kalo ada yang bilang ini ga suram, ga gelap, berarti ada yang salah sama dia.
GINI AMAT YA JADI WNI?
1. APBN minus, solusinya naikin pajak.
2. Banyak pejabat korupsi, solusinya naikin gaji.
3. Hukum diperjualbelikan, solusinya gaji hakim naik 300 persen.
4. Ekonomi lesu, solusinya bangun Kopdes.
5. Pendidikan suram, solusinya MBG.
6. Kemiskinan naik, solusinya otak-otak indikator BPS.
7. Pengangguran meledak, solusinya janji buka 19 juta lapangan kerja baru.
8. Harga kebutuhan pokok naik, solusinya rakyat disuruh berhemat.
9. Indonesia gelap dan suram, solusinya disuruh cari/pindah ke negara lain.
#Ngik
Tadi siang habis dapat ancaman untuk menghapus postingan twit tentang Menteri PU (terlampir), dengan membuka data pribadi yang berisi alamat, NIK, TTL, data keluarga, dan lokasi terakhir gawai saya.
Saya sedang draft somasi dan akan kirim balik sebagai jawaban π
PENUTUPAN PIDATO TERANEH SEJAUH INI:
"KARENA AMPLOPNYA KURANG TEBEL, PIDATO DISINGKAT"
"YANG MENGATAKAN BERAS TERLALU MAHAL, SURUH IKUT KAU TANAM BERAS!"
"SURUH MEREKA TANAM PADI SENDIRI!"
"TNI AKAN SIAPKAN LAHAN UNTUK MEREKA, MENTERI PERTANIAN AKAN SIAPKAN LAHAN UNTUK MEREKA!"
PENUTUPAN PIDATO TERANEH SEJAUH INI:
"KARENA AMPLOPNYA KURANG TEBEL, PIDATO DISINGKAT"
"YANG MENGATAKAN BERAS TERLALU MAHAL, SURUH IKUT KAU TANAM BERAS!"
"SURUH MEREKA TANAM PADI SENDIRI!"
"TNI AKAN SIAPKAN LAHAN UNTUK MEREKA, MENTERI PERTANIAN AKAN SIAPKAN LAHAN UNTUK MEREKA!"
kepala badan komunikasi tapi komunikasi nya aja jelek begini, gamau ngalah bgt. udahlah gak ada yg bisa diharapkan lg dari pemerintah sekarang, kiamat aja lah capek
Sekilas emang terkesan Fathimah tersudut. Keliatan juga sebenernya, ketawanya seolah untuk membesarkan hatinya. Tapi, secara substansi Fathimah gak "kalah",
pertama, soal data bantuan kuliah dari alumni, bisa jadi ada, tapi, karena sifatnya kolektif-insidental (sering kali begini) datanya memang belum rapi, mengingat kompleksnya mapping, pendataan, dan penyaluran bantuan itu. Dikejar berapa datanya, yaa, emang gak paham persoalan dan mau jadiin itu samsak ke Fathimah aja. Walaupun bukan menutup kemungkinan bisa dirapihin cara advokasinya;
Kedua, seolah Fathimah yang paling tersudut, tapi, kalau dilihat dan didengar dari cara Qodari dialog face to face sama mahasiswa kek gini, sampe kek tegang betul, malah bukan Fathimah yang benar-benar tersudut, pake bawa-bawa "Fathimah, kan, anak UI", "Fathimah kan wakil", dst. Jawaban Fathimah soal bantuan biaya kuliah juga udah bagus; berterus terang soal kondisi gimana secara garis besar bantuan didapat dari alumni dan minta Qodari kalau mau datanya (secara umum), ya minta ke masing-masing opmawa kampus atau kampus itu sendiri, emang negara aja yang kerap lepas tangan soal biaya kuliah yang makin tinggi; dan
Ketiga, pembawa acara kejebak sama dikotomis: bawa aspirasi dengan dialog atau aksi demonstrasi gak bisa jadi pilihan tunggal, emang harus beriringan, ragam cara.
#cmiiw
momen ketika fatimah menyampaikan kejanggalan di aceh :
fatimah : BEM UI kemaren terjun langsung ke aceh, dimana kami lihat sendiri banyak rumah atau sekolah yang masih rata dengan tanah bang
fatimah : tapi ada kopdes dan SPPG yang terus di kebut disana, ada tukang yang membangun dan membersihkan
fatimah : Sehingga kita juga bingung untuk ke siapa sebetulnya MBG, SPPG, dan juga Kopdes yang sedang dibangun ini ketika masyarakatnya sendiri masih belum bisa berkehidupan dengan normal.
fatimah : banyak warga yang sakit h4ti disana, bangun kopdes, sppg bisa tapi untuk sekedar memperbaiki atau membersihkan rumah2 atau fasilitas tidak bisa
Qodari : Realitanya di lapangan tidak selalu mudah ya Fatimah, ada banyak regulasi dan administrasi yang harus di lewati