selamat tinggal. sementara pergi dari hiruk pikuk sumpah serapah. lebih baik pergi daripada harus menguras pikiran dan hati. utamakan komunikasi bukan ego. jika mau menuntut, banyak hal yang bisa minta. tapi ku memilih menekan ego. sekian, silahkan dilanjut. pamit
yang membunuh manusia modern adalah pikirannya sendiri, ditambah polarisasi media sosial. sudah paket lengkap. selamat tidur badan lelah pikiran capek. besok hidup masih terus berlanjut
tumbuhlah dengan bahagia nak. ayahmu akan selalu mengupayakan bahagiamu, walau terkadang dunia ini suatu saat terkadang tidak sesuai expektasimu, tapi nanti akan ayah kasih tau caranya mengelola expektasi dan emosi agar cara pandangmu tentang hidup selalu berlandaskan syukur
nasihat yang selalu teringat ketika memikirkan segala beban, kekawatiran. semoga kapasitas tampungannya selalu diperbesar Tuhan, karena laki laki setelah menikah akan lupa untuk merawat pikiran, fisik dan mentalnya.