"Selama mayoritas penduduk yg sudah dan akan memiliki hak pilih sebuah negeri itu bodoh, selama itu pula kekuasaan hanya berpindah tangan dari keparat kepada bangsat." -Socrates
yang mengkhawatirkan dari penguasa yang mentolerir pelaku genosida, adalah kemungkinan penguasa itu punya visi yang sama dalam menggunakan kekerasan demi mencapai tujuan.
Pernah ketemu orang yang kelihatannya “malas banget”, padahal kalau ngobrol, ide dan pemikirannya tajem?
Mungkin lo juga pernah ngerasa begitu.
Dan lo mulai mikir:
“Apa gue ini cerdas tapi gak termotivasi?”
Negara sok suci. Judi, prostitusi, narkoba—semua ditolak secara moral, tapi diam-diam dinikmati.
Doyan sama duitnya yg banyak tapi gak mau dianggap penjahat.
Sebuah utas: Solusi buat negara munafik kayak gini memang harus punya “korban” decision maker yg dijadikan penjahat.
Teruntuk Pak Erick, semoga kesalahan memecat Roberto Mancini kemudian menggantikan dengan Frank De Boer tidak terulang dengan tim nasional ya pak 👍🏼
Cukup Interisti aja yang ngerasain 😮💨