This was taken by Sholihuddin, journalist for Jawa Pos, after Persebaya Surabaya–PSIS Semarang match in Surabaya on May 17, 1995. Most of the passengers escaped unharmed, though 12 were hospitalized with minor injuries. The image won 1996 World Press Photo Contest for Spot News.
Beginilah cerita cinta kita. Mabuk berdua lalu menabrakkan diri ke kerumunan pulisi. Menjadi puisi paling kapten morgan sepanjang masa. Berlayarlah sampai ke jantung sastraaaaaaaaghhh❤️🫰
Suatu ketika, seorang mahasiswa datang menghampiri sambil membawa sebuah buku. Wajahnya tampak antusias. Dengan nada sopan ia berkata, ”Mas, boleh minta tanda tangan bukunya. Saya sangat suka dengan buku ini.”
Saya mengenali buku itu. Sampulnya sangat familiar karena saya ikut memberi masukan saat proses desain.
Namun, ketika saya membuka lembar demi lembar buku yang saya tulis itu, saya menemukan ada sesuatu yang terasa ganjil. Kertasnya lebih tipis. Warna cetaknya pudar, sangat kentara bajakan. Potongan halamannya pun tidak rapi.
Setelah saya tanya, ternyata buku itu dibeli dengan harga kurang dari separuh harga resmi.
Saya tetap menandatanganinya. Ia pergi dengan senyum. Saya berdiri di sana, teringat bertahun-tahun riset dan perjalanan untuk lembar demi lembar halaman buku itu. Namun, saya tidak mendapat satu rupiah pun dari transaksi itu.
Pembajakan buku di Indonesia sering dianggap biasa, bahkan kadang dipandang sebagai tindakan mulia demi ”membantu masyarakat mendapatkan akses ilmu murah”. Di tengah mahalnya harga buku dan rendahnya daya beli, pembajak sering diposisikan seolah pahlawan literasi.
Padahal, di balik setiap buku yang dibajak, ada penulis yang dimiskinkan....
https://t.co/gJlEQrZDTc