๐จ๐จ๐๏ธ| Senegal coach: "Even if we were in a world cup final, we would leave for jumuah prayer...even if it meant losing the trophy. you fear the wind; we fear Allah, who created the wind." ๐
Sakit sakit ya Pak, semoga segala kesusahan/kesengsaraan banyak orang jadi tanggung jawabmu.
Dan semoga hukuman atas banyaknya kesengsaraan tidak hanya diberikan waktu di akhirat, tetapi juga saat dirimu masih di dunia.
JUST IN: A McKinsey report finds Indonesia could reduce 50% to 60% of their budget sarapan Soto Seger Boyolali at the weekend if citizens stopped buying sate-satean or gorengan.
Orang-orang masih inget gak y selain Awkarin kalo Praz Teguh itu influencer dan garis keras 02 Voters?
2024 mereka endorse paslon 02 ke jutaan follower. Kemudian, follower yang sama dapet endorse Hanania Travel, spesialis amplifikasi kerusakan dan makan korban.
Sekarang ratusan jemaah gagal berangkat, kerugian puluhan miliar, dan para influencernya antri diperiksa Polda Metro.
Ini listnya beberapa yg ditemuin:
- Awkarin ikut kampanye akbar 02 sampai Ambon.
-Praz Teguh deklarasi terbuka dukung 02 disaksikan petinggi TKD. -Lesti-Billar ngisi kampanye akbar GBK.
-Dara Arafah masuk video klip lagu kampanye.
- Halilitar family ya apalagi udah pada tau lah ya.
Semua nama ini juga ada di orbit promosi Hanania. Audiens yang dulu diyakinkan soal "pemimpin yang tepat" adalah audiens yang sama yang diyakinkan soal "travel yang amanah."
Dan enak banget posisinya: dapat umrah gratis plus uang saku, cukup modal story dan feed, nol kewajiban verifikasi, jemaah yang nanggung risikonya.
Kalau dipikir-pikir ya barter kayak gitu tetep butuh modal gede-gedean kan, dan yang mereka dapet itu sumbernya uang dari jamaah.
Trust itu harusny ngga dipisah per kategori, sekali kebangun dipakai jualan apa aja.
Yg paling kecil risikonya justru yang paling besar pengaruhnya, kebalikan dari tanggung jawab. Mereka memang bukan tersangka, dan biar penyidik yang urus pidananya.
Tapi tanggung jawab moral jg harusnya sih nggak perlu nunggu surat panggilan:
Balikin semua benefit dan pakai platform yang sama buat amplify posko korban, jgn cuma cuci tangan biar aman sendiri.
Enak aja ngambil panggungnya doang terus pulang pas panggungnya roboh.
Mereka ini cuma gonta-ganti produk scam yg di endorse dari calon presiden, umrah, sampai produk investasi. Mekanismenya nggak pernah ganti.
Udah saatnya influencer-influencer ini dapet tuntutan lebih buat tanggung jawab krn bagian dari kerusakan dan kerugian nasabah juga.
Saya dapat info bhw ada 17 calon Dubes asing yg sudah tiba di Jakarta tapi sampai sekarang masih MENUNGGU waktu utk memberikan surat kepercayaan kpd Presiden. Dari mereka ada yg sudah menunggu 8 bulan. Ada juga Dubes dari negara ASEAN yg menunggu 6 bulan. Karenanya, mereka belum bisa bekerja secara resmi.
Ini memberikan kesan buruk bagi negara2 sahabat yg mengirim Duta Besarnya ke ๐ฎ๐ฉ, apalagi Dubes ๐ฎ๐ฉ di luar negeri selalu dgn cepat menyerahkan surat kepercayaan kpd host country. Tanpa menyalahkan siapapun, Mohon masalah ini dapat segera dituntaskan Istana krn menyangkut reputasi diplomatik kita.
Berikut video analisa saya berjudul "Rakyat gaduh : Presiden Prabowo 1 dari 6 hari berada di luar negeri ? 5 saran saya". Semoga didengar Pemerintah. Silahkan dikomentari, dibahas, disebarkan, dikutip & boleh juga diliput media. Salam, Dr. Dino Patti Djalal
Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal.
Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru.
Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global.
Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.