Guys ini yang paling bikin gw marah dan sedih sekaligus hari ini.
Beberapa jam yang lalu Trump bilang ke kapal kapal tanker minyak masuk aja ke Selat Hormuz. Abaikan ancaman Iran. Jangan takut.
Beberapa jam setelah itu sebuah tanker minyak dilaporkan diserang dan hancur oleh Iran di Teluk Persia tepat setelah melewati Selat Hormuz.
Baca itu lagi pelan pelan.
Trump kasih saran. Kapal nurut. Kapal kena serangan.
Ini bukan keputusan militer yang salah di ruang strategi yang tertutup. Ini pernyataan publik dari presiden Amerika yang didengar oleh kapten kapal, pemilik kapal, dan kru yang ada di dalamnya.
Dan sekarang ada orang yang mungkin mati karena saran itu.
Yang paling bikin gw geleng geleng adalah logika di balik pernyataan Trump itu.
Dia basically bilang Iran tidak akan berani. Bluff mereka. Masuk aja.
Tapi Iran udah buktikan berkali kali bahwa mereka tidak bluffing. Mereka serang bandara Dubai. Mereka tembus iron dome Israel. Mereka tutup Selat Hormuz. Mereka serang kapal Thailand yang bahkan tidak ada hubungannya dengan perang ini.
Dan Trump masih bilang abaikan ancaman mereka.
Ini bukan keberanian. Ini kelalaian.
Karena yang nanggung resikonya bukan Trump. Dia aman di Washington. Yang nanggung resikonya adalah kru kapal yang percaya sama ucapan presidennya dan memutuskan untuk masuk ke zona yang terbukti berbahaya.
Dan ini realita yang paling pahit dari semua kekacauan ini.
Pemimpin yang bicara besar dari kursi yang aman tidak pernah yang bayar harganya.
Yang bayar selalu orang biasa yang percaya sama kata katanya."
Sedih bgt siang ini.
Anak muda dikriminalisasi. Anak muda disiram air keras.
Ga ada satupun dr mereka yg pegang senjata. Semua modalnya suara dan partisipasi.
Makin hari tanda-tanda mau menindasnya semakin ditunjukin.
Gw mau lo baca ini pelan pelan.
Pak Purbaya bilang kalau anggaran kurang, pilihannya cuma dua. Geser anggaran pembangunan atau BBM naik. Yang tidak akan digeser adalah anggaran Makan Bergizi Gratis.
Sekarang gw mau kita hitung bareng.
Anak sekolah dapat makan gratis 10 ribu per hari.
Tapi BBM naik harga logistik naik. Harga logistik naik semua harga barang di pasar naik. Bahan makanan naik. Ongkos transport naik. Tagihan listrik naik.
Satu keluarga bisa keluar tambahan ratusan ribu per bulan karena efek domino BBM naik.
Tapi anaknya dapat makan gratis 10 ribu per hari.
Jadi pemerintah dengan bangga kasih 10 ribu ke anak lo di sekolah sementara mereka ambil jauh lebih besar dari meja makan keluarga lo di rumah.
Dan ini dikemas sebagai kebijakan pro rakyat.
Yang lebih bikin gw geleng geleng ini bukan kebodohan. Ini kalkulasi.
Karena makan gratis itu kelihatan. Bisa difoto. Bisa dijadiin konten. Bisa dijadiin legacy program.
Tapi dampak BBM naik itu tersebar. Gak kelihatan langsung. Gak ada yang foto ibu rumah tangga yang diem diem ngurangin lauk karena harga naik.
Mereka tau persis mana yang akan diingat publik.
Dan mana yang akan ditelan diam diam.
Tiap lihat berita (yang kebanyakan berita buruk), jadi sadar bahwa prioritas kita bukanlah hidup bahagia. Bisa bertahan hidup dan masih waras juga Alhamdulillah
Yang klinis dibantah, yang klenik disembah. Yang pakar diragukan, yang sensasional dipertontonkan. Orang pintar dibilang bodoh, orang bodoh merasa pintar. Ternyata, sebaik-baiknya makan bergizi gratis, negeri ini lebih membutuhkan pendidikan gratis
Skala bencana dan korban terdampak sebesar itu gak diakui sebagai "Bencana Nasional".
Tapi proyek ecek-ecek untuk memperkaya segelintir orang disebut "Proyek Strategis Nasional".
Rezim para bandit.
Kata gue mening pemer1ntah diem, sekali nya ngomong bikin emosi naek poll, goblogggg
Minimal kalo mau ngomong, yang bner dikit, SESUAI FAKTA jangan ngadi2. Setan