Ingatlah bahwa pria ini baru merasakan sepak bola profesional penuh di usia 25 tahun, sebuah usia ketika banyak bintang2 Eropa sudah meraih belasan trofi.
Ada rasa tidak percaya bahwa anak laki2 yg dulu dibesarkan oleh neneknya itu, kini, seminggu setelah merayakan ulang tahunnya yang ke-40, berhasil berdiri tegak menjaga gawangnya tak kebobolan di panggung termegah di dunia, melawan salah satu tim terhebat di dunia.
Matanya yg memerah berkaca2 seakan menceritakan ribuan malam sepi di klub2 pengembaraannya mulai dari Angola, Siprus, hingga Moldova.
Lalu semuanya bermuara pd malam yg sangat magis ini.
Gurat2 di wajahnya, tatapan matanya yg kosong namun sarat makna, menunjukkan kelelahan fisik ekstrem setelah bertempur habis2an. Ia seorang pria dewasa, namun ia tak menyembunyikan kerapuhannya.
Foto yg luar biasa..