Tenang mas, klaim2 yg ditolak BPJS ini sampai sekarang ya RS yg nanggung, sebagian potong jasa nakes
Karena approval BPJS mau bayar atau tidak ya lebih dari sebulan setelah tindakan, gak kayak asuransi swasta
BPJS menolak bayar klaim itu berita lama, ini cuma alasan baru aja
Negara ini obses banget sama latihan kedisiplinan. Itu anak2 bangun jam 5-6 dan 6:30-7:00 udah di sekolah, setiap hari selama 12 tahunan, kurang disiplin apa coba?
Mending lu latih itu anggota DPR dan pejabat yang janji jam 10 tapi jam 11:30 baru dateng๐
SUDAH HIRUP ASAP BERACUN, MASIH HARUS ANTRI BBM LAGI. PULANG KE RUMAH MATI LISTRIK.
MASUK NERAKA LAH KALIAN, PARA PEMANGKU JABATAN YANG PUNYA WEWENANG TAPI MALAH ZOLIM SAMA RAKYAT YANG BAYAR PAJAK DAN MENGGAJI KALIAN.
๐Puruk Cahu, Kalimantan Tengah
๐ฅ Video antrean BBM โ 15 September 2026
Aslinya gapapa mereka bikin ketentuan begini, asalkan mereka mau sosialisasi ke user juga
Biar user ga salah paham ke nakes, ngiranya kita yang gamau ngasih pelayanan
Meanwhile ketika BPK meriksa Nakes di Puskesmas, masih aja menganggap kalau terima Jasa Pelayanan berarti udah gak berhak menerima Tunjangan Pendapatan Penghasilan (TPP) karena dianggap double income.
Padahal udah jelas peruntukan keduanya berbeda, sumber anggarannya gak sama dan melekat sebagai hak yang sah bagi Nakes di Undang-Undang Kesehatan.
Jadi curiga kayaknya status WTP itu beneran cuma buat seremonial pejabutnya aja deh ๐
Awareness orang Indonn memang sekadar yang penting masi bisa napas, persetan kualitas udaranya kayak apa. Pada ngejar keturunannya berevolusi napas pake timbal barangkali.
Kapan mau teriak bersama ?
BPJS Kesehatan semakin dituruti, semakin banyak aja ide untuk tidak keluar uang untuk bayar fasilitas kesehatan (padahal hak faskes)
Tapi menuntut pelayanan berjalan dgn sebaik-baiknya
Lama2 fasilitas kesehatan, tenaga medis & tenaga kesehatan kolaps
Tahukah tempe eh kamu?
Tanpa sekat sempurna, asbes senantiasa melepas serat asbestos tanpa terlihat ke udara
Sekali terhirup, ia seperti tombak:
๐บ๐ฒ๐ป๐ฎ๐ป๐ฐ๐ฎ๐ฝ ๐ฑ๐ถ ๐ท๐ฎ๐ฟ๐ถ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐ฝ๐ฎ๐ฟ๐
makin dalam
selamanya
Like, ๐ณ๐ผ๐ฟ๐ฒ๐๐ฒ๐ฟ
Memicu kanker
https://t.co/dNWfu2nUgX
Salah, justru RS Pemerintah yang relatif "aman" kalau ada masalah. Masa sih BPJS Kes akan memutus PKS dengan RSCM saat dokter disana melakukan fraud? Gak mungkin kan. Coba RS Swasta tanpa ba bi bu langsung putus PKS.
Sebenarnya, masalah yang diributkan Wali Kota Surabaya ini memang benar adanya: PASIEN NUNGGU OBAT KELAMAAN. Di mana-mana terjadi.
Tapi Wali Kota lebih memilih BIKIN KONTEN daripada mencari solusinya.
Marah-marah nggak jelas tanpa mau tahu suara dari nakes. Lalu beri solusi kasih uang kalau nunggu lebih dari 30 menit tanpa kejelasan itu hitungannya dari mana.
Dia pakai mic, jadi jelas itu konten. Juga jelas sekali bahwa dia sedang akting. Dan menurut saya aktingnya jelek.
Petugas BPJS tuh harus hadir dan memvalidasi di depan ke pasien aturan mereka seperti apa. Kayak asuransi swasta aja, kalo ACC bilang ACC, kalo enggak ya bilang enggak. Simpel, tapi gak pernah terjadi.
Kalo pasienya tidak di ranap mulai tuh isi review google, bikin postingan "RS menolak pasien BPJS", naah mulai media lokal masuk, pejabat masuk, mulai marah marah. Pola polanya tuh sama aja tiap kali ada kasus. Kenapa gak ikut menenangkan situasi, malah manas manasi.