On Psychoanalysis and Perversion 🧵
In psychoanalytic language, perversion does not simply mean unusual sexual behaviour. It is not a moral category, nor is it the same as kink or erotic imagination. The question is what psychic function does the act meet?
Perhaps orang2 statistik should invite psychoanalyst/analyst/schizoanalyst buat defined the term biar lebih luas kwkwkw, ya tapi syusah ya buat didefinisikan secara kuanti kaya gini mungkin. :”
Otherness bukan selalu hal buruk, malah tujuannya untuk kita bisa memisahkan diri dari orang lain. Kasus incest terjadi di keluarga misal (not real incest only, tapi fantasi), terjadi karena proses diferensiasi ini tidak ada.
Contoh ibu yang menghambat anak menjadi individu.
Keluarga menjadi tempat yang cukup destruktif, tapi mengapa definisi kita terhadap kekerasan hanya singular? Bisa jadi banyak bentuknya, dan bahkan mekanisme dibaliknya.
Bersyukur sekali saya berasal dari pusat pendidikan dokter yang tidak menghigligh hal seperti ini untuk pasien-pasien. Saya punya cerita yang membekas sampai sekarang waktu saya Koass tentang ODHIV.
Koass itu wajib periksa pasien yang datang duluan ke IGD sebelum dokter tugas IGD yang sebenarnya periksa.
Saat itu, gue lah Koass itu, setelah periksa aku lapor dokter yang tugas. Sambil ngasih sarung tangan dan bisik: dok ini pasiennya B20, hati-hati.
Tau reaksi dokter jaga itu? Dia tepis sarung tangan periksa dan periksa pasien B20 itu dengan ramah banget. Selesai periksa pasiennya, gue dipanggil.
Dia minta gue buat tulisan, diserahkan besok subuh sebelum dia pulang.
Bagaimana penularan HIV, pencegahan, dan cara hitung kasar CD4 dari hitung jenis leukosit.
Pas subuh saya serahkan tugas saya, dia bilang: kamu dokter bukan Tuhan, obatin aja pasien-pasien itu, kalo bukan kamu siapa mereka akan kemana untuk minta pertolongan. Semua kita akan mati, caranya berbeda-beda aja. Kamu tahu cara penularan HIV gimana, jangan kaya orang gak tau cara penularannya, kamu itu dokter!
Malam itu, saya bener-bener jadi orang yang baru bagaimana memandang pasien-pasien B20.
if every instance of anti queer moral panic is centrally coordinated psyop from above, nobody has to confront the reactionary politics circulating below then(?) i get it, but if we want to build militant and collective protection, we must socially armed against both actually
Emang ya membenci itu mirip kaya kita lagi mencintai orang lain, sampe tau banget ada video ginian kwkwkwk. I don’t even care tbh, mungkin i should hate FI as others do 😭
FI ini sebenarnya kuliah di Australia, atau kuliah di CQU cabang Jakarta? Kampusnya yang di Kuncit ga sih? Ada yang tau? Penasaran.
Ini dari video belio: https://t.co/JbfIflOmgS
Teman-teman, artikel saya tentang sirkuit buruh nikel di Weda, Halmahera Tengah sudah terbit. Saya mengulas bagaimana jaringan dan imajinasi "rumah" mereproduksi tubuh-tubuh yang merantau ke pusat-pusat hilirisasi.
Silakan dibaca dan diunduh di bawah.
https://t.co/qpsTkrxbtH
@alnickmnathan I think that is the problem of marxist that queerphobic, they always talk about materialism and yet also misunderstood it when they talk about subject such as desire. They instead always tangled with their own neurotic, and hence why i shift to psychoanalysis work.
@alnickmnathan Understanding everyone has the same polymorphous desire is to understand that everyone actually doing the same thing. I can also say the same thing, people can talk about respecting each other and yet they also violate those same principle with the things they don’t understand
@alnickmnathan We can say that, but the reality is a lot people doing that. Instead of relying on respecting individual right as a basis for upholding queer rights, we should instead try to understand the ontological of desire itself. It always polymorphous and transced species constraints
@alnickmnathan And yet a lot of people uphold queerphobia with the basis of individual right: their faith/culture should be respected, by violating the rights of another individual(s). Instead of seeing desire in its own terms.
Leftist queerphobic karena pada gak punya disiplin, larping doang ttg materialisme whatever. Akhirnya gak bisa tuh ngeliat kelas pekerja dalam tandeman riilnya, bukan cuman apa yang di imajinasikan. Aneh deh
two schools of thought i am generally suspicious of based on secondhand accounts and vibes but have not read well enough to actually judge:
- psychoanalysis
- nietzscheanism