We need to thank Ryan Tedder for always exposing BTS.
They released a whole documentary blaming an innocent woman for the album’s backlash (bad songs, no Korean representation).
Yet Ryan confirmed it was BTS’s idea all along, which explains why the album turned out so poorly.
jadi inget ada anak baru di kantor, kerjanya bagus banget sampe sempet mau diangkat jadi manager di role tertentu, tapi dia nolak 😹maunya tetep di developer team meski posisinya jadi staff biasa. pas ngobrol dia cerita ternyata keluarganya punya bisnis tekstil, dan gaji tahunan di company sekarang tuh literally cuma setara gaji sebulan waktu dia kerja di perusahaan keluarganya wkekwkw. dia bilang pengen beneran build skill sendiri dan ngejar role developer biar bisa nyusul kakaknya.
tiap ngobrol pasti malah bahas traveling dan rekomendasiin tempat di asia tenggara. dia insist banget nyuruh gue ke vietnam.
oh ya terus yang sebelumnya dari US team, pas connect linkedin gue liat ada post recommendation di profil dia, dengan nama belakang atau family name yang sama. pas gue cek ternyata anaknya CEO perusahaan dog food 😹😹😹
gue tau ya banyak orang kerja itu bukan buat bertahan hidup, tapi buat aktualisasi diri, cari pengalaman atau build identitas sendiri. tapi jujur gue salut sama orang-orang yang sebenarnya bisa hidup nyaman dari privilege keluarga tapi tetap milih mulai dari bawah, jadi staff biasa, kena revisi, kena omel, lembur, dan gak dicariin kerjaan sama bapaknya kayak yang itu akwkwkw
Guys, kalian tau Aldi Taher kan.
Yang komen-komen random di mana-mana.
Yang tiba-tiba nongol di postingan orang dengan Aldis Burger Cempaka Putih, rotinya lembut, dagingnya juicy, bisa pesan online.
Yang diblok Deddy Corbuzier.
Yang bikin grup WhatsApp mantan istri tapi yang ngobrol dia sendiri.
Ya.
Orang itu.
Dan gue baru tau satu hal soal dia yang bikin gue diem sebentar.
Istrinya Salsa Billy cerita soal momen pertama dia sadar Aldi itu orang yang layak dijadiin suami.
Bukan waktu Aldi ngasih bunga.
Bukan waktu dia romantis-romantisan. Bukan waktu dia kaya atau terkenal.
Tapi waktu Salsa pertama kali datang ke rumah Aldi dan lihat satu hal
Aldi lagi mandiin ibunya.
Gantiin pampers.
Dan Salsa bilang
Waktu itu aku belum pernah lihat laki-laki kayak gitu. Yang beneran oh, kayaknya nggak salah nih.
Dan ini yang bikin gue mikir.
Di luar sana Aldi Taher dikenal sebagai orang yang absurd.
Yang random.
Yang bikin orang ketawa sekaligus geleng-geleng kepala.
Tapi di rumah dia yang nyuci,
yang urus anak
yang ingetin istri buat nggak marah ke anak dengan cara kasar,
yang bilang salah nggak salah, minta maaf aja,
kita dapat pahala juga.
Nggak ada kamera.
Nggak ada penonton.
Nggak ada yang tepuk tangan.
Dan mungkin itu yang paling langka dari seorang laki-laki
Baik bukan karena dilihat.
Tapi karena emang begitu orangnya.
Salsa juga cerita awal nikah lagi COVID.
Nggak ada syuting.
Uang tipis.
Mereka buka barbershop.
Buka mie ayam.
Aldi sendiri yang nyukur rambut temennya buat bertahan hidup.
Dan sekarang burger Cempaka Putihnya viral gara-gara dia komen random di mana-mana dengan cara yang orang bilang "nggak ada konsepnya."
Tapi Aldi sendiri bilang "Konsepnya Allah."
Gue nggak tahu apakah itu wisdom atau dia emang nggak bisa jelasin konsepnya.
Mungkin dua-duanya.
Tapi satu hal yang gue yakin orang yang di puncak kesibukan hidupnya masih mandiin ibunya sendiri, itu bukan orang yang perlu kita ragukan karakternya.
Sisanya biar Allah yang urus.
Selalu cukup tapi gue pernah ada tugas kuliah buat HIDUP DI GARIS KEMISKINAN SELAMA 1 HARI.
Waktu itu batas garis kemiskinan kayaknya sekitar 10-11 ribu/hari. Sialnya, gue tbtb demam. Mau beli obat di warung 1 biji aja harganya 1-2 ribu.
Sayang, mending buat makan kan? Waktu itu gak ada beras, jadi beli nasi di warteg 5 ribu. Jalan sambil meriang2.
Nasinya gue bagi buat 3x makan, beli lauk dan sayur. Abis itu gue rebahan di kasur sambil natap langit2,
“Oh, ini ya kenapa orang miskin gak langsung berobat pas sakit beli obat sebiji aja mikir mending buat makan”.
Mau tau gak mata kuliahnya apa dan tujuannya apa?
jgn sedih.
ada e girl kabupaten jual keperawanannya pake cerita sedih, katanya disuruh jual ke semarang ama ortu-nya 10jt.
dibeli sama techbro karena kasian 15jt + uang jajan perbulan + uang kuliah. 5 juta sebulan ada kali.
eh jelek2in nama techbro-nya pas kopidarat ama mutual.
jenazah tidak menyeramkan ketika orangnya orang yang kita sayang. aku nggak akan pernah lupa sedingin apa kening papa waktu aku cium untuk terakhir kalinya. aku cuma cium kening, nggak yang lain. bengong aja. oh beneran ya? udah nggak hangat kayak kalo pelukan biasanya? nggak takut, cuma mixed feelings-nya udah hampir 2 tahun nggak hilang.
aku udah nerapin ini sejak 2 tahun lalu, duitnya kusimpan di obligasi, bunganya kupakai untuk jajan dan bayar kosan, lumayan tiap bulan masuk di rekening, setara UMR jogja tanpa harus bekerja.
btw, buat yang tahun ini pulkam dan di kampungnya ada pantai, kalo nemu bola² bundar gini jangan dihancurin ya wkwkwkw
karena itu yang udah dibundar-bundarin sama si kepiting adalah pasir yang udah dia periksa untuk cari makanan. biasanya plankton.
jadi kalo kita dengan sengaja injek dan hancurin, itutuh kemungkinan bikin dia kerja ekstra karna harus periksa lagi semuanya dari awal 😭😭