kemarin malem ketemu mas mas chaser ganteng bgt masyallah ✋🏼😩 ngobrol sampe jam 2 pagi juga gila banget, tolong pertemukan lagi pls..saking nyambungnya sampe lupa nanya nomer wa
DUA ORANG YANG MEMEGANG NASIB NADIEM:
SIAPA ROY RIADY DAN PURWANTO S. ABDULLAH?
ROY RIADY, S.H., M.H.
Jaksa Penuntut Umum kasus Chromebook
• Lahir di Palembang.
• Dikenal dengan sapaan “Mang Oy”.
• Meraih gelar Sarjana Hukum di Sumatera Selatan.
• Melanjutkan pendidikan hingga Magister Hukum.
• Memulai karier di Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan.
• Pernah menjabat Koordinator Jaksa di Kejati Sumsel.
• Bergabung dengan KPK sebagai JPU sejak 2014.
• Bertugas di KPK selama sekitar 7 tahun.
• Menangani kasus obstruction of justice Fredrich Yunadi.
• Menangani kasus obstruction of justice Lucas.
• Menangani kasus korupsi Masjid Sriwijaya.
• Menangani perkara mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin.
• Menangani kasus mafia tanah Labuan Bajo.
• Mengusut perkara dengan kerugian negara Rp1,3 triliun.
• Pernah mendapat tekanan saat menangani kasus besar di NTT.
• Dipromosikan ke Kejaksaan Agung pada Maret 2025.
• Menjadi Kepala SubDirektorat Tindak Pidana Perpajakan dan TPPU.
• Masuk 3 besar Adhyaksa Awards 2024 kategori Jaksa Tangguh.
• Menjadi satu-satunya jaksa asal Sumsel dalam nominasi tersebut.
• Menjadi JPU yang menuntut Nadiem 18 tahun penjara.
• Menyebut spesifikasi Chromebook diarahkan ke ekosistem Google.
• Estimasi penghasilan sekitar Rp13–17 juta per bulan.
• Data kekayaan resmi belum tercantum di LHKPN publik.
PURWANTO S. ABDULLAH, S.H., M.H.
Ketua Majelis Hakim kasus Nadiem Makarim
• Hakim karier yang memulai tugas dari daerah.
• Pernah bertugas di PN Palopo.
• Pernah bertugas di PN Sungguminasa, Gowa.
• Menjadi Ketua PN Belopa pada 2021.
• Pernah menjadi hakim di PN Makassar.
• Dipindahkan ke PN Jakarta Pusat pada 2023.
• Ditunjuk sebagai Ketua Tim Jubir PN Jakarta Pusat pada 2025.
• Dikenal memiliki kemampuan komunikasi publik yang baik.
• Menjadi hakim anggota dalam kasus Tom Lembong.
• Ikut menjatuhkan vonis 4,5 tahun kepada Tom Lembong.
• Dilaporkan ke Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung.
• Dilaporkan terkait dugaan pelanggaran etik persidangan.
• Menjadi Ketua Majelis Hakim dalam kasus Nadiem Makarim.
• Dilaporkan tim kuasa hukum Nadiem pada April 2026.
• Laporan terkait dugaan ketimpangan waktu pembuktian.
• Tetap melanjutkan persidangan setelah laporan masuk.
• Mengabulkan pengalihan tahanan Nadiem menjadi tahanan rumah.
• Pertimbangan pengalihan karena kondisi kesehatan.
• Memiliki total kekayaan sekitar Rp4,2 miliar.
• Data kekayaan tercantum dalam LHKPN Januari 2025.
• Estimasi penghasilan sekitar Rp15–20 juta per bulan.
• Menjadi sosok yang akan memimpin putusan akhir kasus Chromebook.
Profesor Herawati Sudoyo, Pahlawan Bom Bali yang "dikalahkan" oleh tembok birokrasi negara sendiri. Lo bayangin, kepolisian dunia aja hormat sama beliau karena sukses bongkar identitas pelaku Bom Bali cuma dari serpihan DNA. Tapi pas di negaranya sendiri, nasib beliau dan timnya malah berakhir ngenes gara-gara urusan administratif.
Namanya Prof. Herawati Sudoyo, salah satu otak paling cerdas di Lembaga Eijkman. Pas kejadian Bom Bali 2002, beliau dan timnya kerja gila-gilaan buat identifikasi pelaku lewat sisa-sisa DNA di lokasi ledakan. Berkat beliau, kasus-kasus terorisme besar bisa terungkap secara ilmiah.
Di tangan beliau, Lembaga Eijkman jadi markas riset genetika paling bergengsi di dunia. Bukan kaleng-kaleng, ilmuwan luar negeri aja segan sama riset mereka. Tapi ya gitu, musuh terberat orang pinter di sini bukan virus, tapi birokrasi.
Plot twist paling pahitnya terjadi awal 2022. Lembaga bersejarah ini dibubarin dan dilebur secara paksa ke instansi riset baru. Alhasil? Ratusan ilmuwan dan peneliti elit dipecat massal dalam semalam cuma karena mereka bukan PNS.
Bayangin, orang-orang yang udah ngabdi puluhan tahun demi kemajuan sains Indonesia, disuruh angkat kaki cuma karena masalah dokumen status pegawai. Dr. Herawati dan timnya harus ninggalin laboratorium tempat mereka nyetak sejarah internasional.
Ini jadi bukti nyata kalau di sini, "surat sakti" birokrasi kadang lebih berkuasa daripada otak jenius yang diakuin dunia. Padahal kita butuh lebih banyak orang kayak mereka, bukan malah bikin mereka "patah hati" sama negaranya sendiri.
Respek buat Prof. Herawati dan para ilmuwan Eijkman. Mereka udah kasih yang terbaik buat Indonesia, meskipun akhirnya harus "menelan luka" gara-gara sistem yang kaku. Pahlawan sains yang sebenernya.🫡✨
🧵 Prabowo Subianto is chipping away at the political and economic settlements that have been the foundation of Indonesia's hard-won stability since the Asian financial crisis.
In @TheEconomist's Briefing this week, @EthanYWu and I take in the first 18 months of his presidency.
Gimana gak sakit?
- Rupiah Anjlok ke 17.300, padahal target Presiden Rp 5.000
- IHSG janjinya to the Moon 28.000, faktanya NYUNGSEP ke 6.900 dari 9000an poin
- Defisit Parah, Per Maret saja 240 Triliun (hampir 1% PDB)
- Mengatur uang 335 Triliun untuk MBG tanpa jaminan yang jelas bagi keuangan negara
- Negara tiba2 impor 105.000 Pick Up dari India
- BGN tiba2 Impor 25.000 Motor listrik tanpa sepengetahuan Purbaya
- Asing Menarik Modal, lebih tertarik dengan Vietnam & Filipina
- Bank HIMBARA disuruh memfasilitasi kredit program MBG Dan KOPDES
cc: threads