PRABOWO SUDAH JABAT TANGAN PUTIN. PERTAMINA SUDAH SIAP.
Tapi minyak Rusia belum tentu bisa masuk ke Indonesia.
Kenapa? Dubes Rusia sendiri yang buka-bukaan.
Ada 3 tembok besar yang belum bisa ditembus:
1. TIDAK ADA KAPAL YANG MAU MENGANGKUT
Perusahaan pelayaran Barat kompak menolak bekerja sama dengan Rusia sejak invasi Ukraina.
Sanksi Barat bukan cuma ngunci ekonomi Rusia — tapi juga bikin rantai logistiknya lumpuh di mata dunia internasional.
Indonesia mau beli? Oke. Tapi siapa yang mau bawa minyaknya kemari?
2. BAYAR PAKAI APA?
SWIFT diputus. Dolar diblokir. Transaksi langsung berisiko kena sanksi sekunder dari AS.
Mekanisme Rupiah–Rubel? Sampai sekarang belum ada yang konkret.
Ini bukan soal mau atau tidak mau — ini soal sistem keuangan global yang sedang dipakai sebagai senjata.
3. JANGAN HARAP HARGA SPESIAL
Banyak negara merayu Putin minta "harga teman" karena kedekatan pemimpin kedua negara.
Semua ditolak mentah-mentah.
Dubes Rusia dengan tegas bilang: "Tak ada harga teman dalam bisnis."
Skema B2B murni. Pertamina vs perusahaan minyak Rusia. Harga pasar. Titik.
Jadi pertanyaannya sekarang:
Di tengah tekanan geopolitik dari Barat, sanksi yang makin ketat, dan infrastruktur yang belum siap — apakah Indonesia berani ambil risiko ini?
Atau ini cuma gimik diplomatik setelah kunjungan ke Moskow?
https://t.co/kJ5zlFJSzP