Mama saya sakit ginjal, sudah 4 hari di rawat di ICU RS Hermina Serpong, tidak sadar sejak hari ke 2, kami sudah menghubungi 29 rumah sakit rujukan namun belum mendapatkan juga, apakah ada yang bisa bantu saya untuk mendapatkan rumah sakit yang ada alat CRRTnya dgn BPJS?
APBN DIDUGA UNTUK KEPENTINGAN HASHIM
TVRI bayar Rp1,3 triliun dari APBN untuk hak siar Piala Dunia 2026, tapi masyarakat yang mau streaming lancar justru disuruh bayar lagi lewat paket BOLA GEMBIRA di Maxstream dan Folaplay. Ironis sekali wak.
Streaming sering error, putus-putus, buffering parah kali wak, bahkan login aja kadang susah tapi tidak ada kompensasi yang jelas bagi pelanggan yang sudah bayar. Siaran gratis di TVRI memang ada wak, tapi kualitas dan akses digitalnya jauh dari harapan wak, kadang lagi di jalan,atau dikantor mau nonton pun susah.
Yang Lebih parahnya lagi wak, penunjukan mitra OTT ini dilakukan tanpa tender terbuka, langsung ditunjuk sebagai MITRA STRATEGIS, mitra strategis kepala hashim iya, bayangkan wak Transparansi kontrak juga minim kali wak,ntah berapa sebenarnya nilai sublisensi yang dibayarkan Maxstream dan Folaplay ke TVRI? Jangan² hanya Rp1 miliar atau malah jauh di bawah itu wak? Kita sebagai rakyay tidak pernah diberi angka pasti, kan bangek. Uang pajak kita gak jelas dibuatnya.
Bayangkan wak TVRI bukan hanya menyiarkan, tapi juga aktif mempromosikan Folaplay yang kemudian bundling dengan IRA proyek yang berada di ekosistem Hashim. Uang negara dipakai untuk hak siar, lalu digunakan untk promosi folaplay dan keuntungannya mengalir ke platform swasta yang terkait kelompok tertentu itu wak.
Kalau ini dilakukan SCTV atau stasiun swasta lain, tidak masalah awak, sebagai pecinta bola sudah biasa bayar untuk nonton. Tapi ini pakai uang APBN, uang rakyat. Ketika gagal tayang lancar, tidak ada pertanggungjawaban yang tegas, kompensasi pun tak de, kan bangke.
Ini bukan Bola Gembira wak. Ini lebih cocok seperti Bola KKN, Kolusi, Korupsi, Nepotisme yang baunya sangat kuat kali akh, Tapi tak ada yang berani menyentuh karna terkait dengan PM.
Andai Uang Rp1,3 triliun itu, kalau digunakan untuk membangun jembatan, jalan, atau infrastruktur dasar di daerah, dampaknya jauh lebih nyata dan bermanfaat bagi rakyat. Bukan sekadar hiburan yang teknologinya saja masih error dan bobrok.
Ingat wak tvri itu milik negara Folaplay dan iran punya swasta, jangan sampai uang negara di pakai untuk memperkaya segelintir orang, jika kita diam wak, maka pola² yang sama akan terus di lakukan oleh penguasa serakah ini.
SEKARANG SAATNYA TVRI MEMBUKA SEMUA DATA MEREKA.JIKA TIDAK BERANI BERARTI BENAR TVRI TELAH ALAT UNTUK MEMPERKAYA HASHIM.
Ibuuu sarawijayanto, tolong ini anaknya ditegur.
Dikasih tau, mana yg patut mana yang ndak. Acara sakral, bukan acara mejeng2. 🙏🏻 Dengan segala hormat nggih, Ibu. Gusti Sura nyuwun palilah 🙏🏻🙏🏻
cc:threadmbulnyandul
Intel ketahuan di umy, setelah aksi damai di titik nol masa aksi yang ingin pulang ke kampus di buntuti dan juga adanya mobil rantis yang standby daerah umy.
Bantu viralin ya gais.. bakal ada demo dukung MBG yg isi nya buzzer bayaran semua.
Pliss jgn mau cuma dibayar recehan taruhan nya masa depan negara ini!!
Si target biasanya langsung di-claim “melanggar” (seringnya tuduhan yang dibikin di tempat, misalnya penc4vulan an4*k under agee).
Abis itu, si target + si “umpan” bakal ikut dibawa ke dengan alasan "buat diproses lebih lanjut".
ini kang grebeknya (?)
fyi, pola kayak gini katanya udah jalan dari 2023 (bahkan mungkin lebih lama) dan masih kejadian sampai sekarang. pelakunya masih bebas aktivitas, sementara korban banyak yang akhirnya trauma dan milih diam karena takut atau nggak berani speak up.
"Pasien saya yang LGBT kena HIV, makanya jangan LGBT"
"Pasien saya yang Batak kena darah tinggi, makanya jangan jadi Batak"
Kira2 seperti inilah analogi edukasi kesehatan yang salah.