Jakarta emang se-kontras itu ya
Tadi jam 7-an pas balik kantor, aku mutusin jalan kaki dari kantor ke Ambassador. Nggak nyampe sekilo juga sih, tapi sepanjang jalan aku iseng foto-foto dan malah jadi merhatiin orang sekitar.
Ternyata, hampir semuanya kelihatan capek banget. Kayak lagi narik napas panjang, berjuang di titik terakhir sebelum beneran nyerah (jujur energinya masuk ke gue banyak bgt, sampe berasa sedihnya)☹️
Ada yang udah ngantri busway lama tapi nggak dapet-dapet, ada abang starling yang sabar nawarin minum ke setiap orang yang lewat, sampai tukang nasgor yang senyumnya lebar banget pas dagangannya ada yang beli.
Di tengah kondisi ekonomi yang lagi nggak baik-baik aja, masih banyak yang kerja keras banget demi sesuap nasi, walaupun untungnya mungkin nggak seberapa🥺
Please, jangan jahat sama orang lain, ya. Kalau masih ada pilihan buat jadi orang baik, mending pilih jadi orang baik. Kita nggak pernah tahu seberat apa perjuangan orang lain buat bertahan hidup hari ini🤍
I remember seeing a post about how normalized AI in advertisements making the company look cheap will mean real art will start becoming the standard for brands to seem more luxurious and it's really happening
LAWAN DENGAN FILM! (FIGHT WITH FILM!)
Through all these years, films have been a platform for filmmakers to voice their frustrations against the government and authorities.
Here are some powerful quotes from Indonesian films that boldly criticize a rotten regime.
Salah satu akhlak yang diajarkan mama adalah menghargai profesi orang lain.
Mama bisa tuh beli bolu 1 loyang gede buat 1 tukang sampah yang biasa ambil ke rumah (diluar bayar bulanan).
Pas ditanya alasannya, simpel...
Whatever else, Pope Francis will be remembered for his defiant stand in solidarity with the people of Palestine. Despite outside pressure to ‘retract’ or ‘clarify’ his remarks, he stood on the side of humanity against barbarity.
“This is cruelty, this is not war.”