i was shocked to discover that there are some people who actually can't visualize images when reading a book coz for me, an entire movie is playing out in my head with the perfect cast
Buat yang lagi pacaran sama anak pertama cowok, ini perlu banget dipahami.
Pacaran sama anak pertama cowok tuh sebenernya simpel, tapi gak semua kuat. Lo harus punya kematangan emosi yang lumayan tinggi.
Kalau dipikir pake logika, anak pertama cowok dari sananya emang jadi...
40 pelajaran hidup dari Raditya Dika yang bikin gue diem setelah dengernya.
1. Gak apa-apa jadi orang aneh.
2. Jangan gosipin orang!
3. Kita gak sepenting itu buat orang lain.
4. Usahakan minimalis!
5. Kerja ringan kalau dicicil.
6. Kerja ringan kalau barengan.
7. Ide ada kalau dicatat.
8. Belajar dari yang terbaik.
9. Belajar dari yang tidak punya pengalaman.
10. Melamun adalah bagian dari proses kreatif.
11. Waktu ada kalau kita ciptakan.
12. Pakai uang untuk membeli waktu.
13. Jangan lupa bermain-main!
14. Punya hobi baru adalah cara termudah untuk merasa seru lagi.
15. Fokus ciptakan core memory yang indah!
16. Jangan membuat keputusan waktu sedih, marah atau galau!
17. Belajar bilang ‘iya’ ke hal yang kita bilang ‘tidak’.
18. Belajar berani berkata ‘tidak’.
19. Main game adalah cara termudah untuk kabur ke dunia lain.
20. Dikritik berarti punya ruang untuk tumbuh.
21. Jalan kaki min. 30 menit sehari.
22. Selalu tepat waktu!
23. Takut biasanya datang dari ketidaktahuan.
24. Menyesal lebih seram dari rasa takut.
25. Kalau ada yang ganjel, ngomong aja.
26. Semua orang punya keahliannya sendiri.
27. Tahu bahwa kita gak bisa semuanya.
28 Beli barang buat diri sendiri.
29. Belajar sabar.
30. Reputasi datang dari tindakan.
31. Berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain.
32. Baca buku adalah cara terbaik untuk masuk ke pemikiran orang lain.
33. Dengerin podcast sesuai minat.
34. Selalu belajar dimanapun dan kapanpun!
35. Investasi terbaik adalah pendidikan.
36. Storytelling adalah skill paling berguna.
37. Orang yang gasuka kita, kadang ga ngerti kita.
38. Investasi yang baik adalah investasi yang membosankan (duit)
39. Pastikan perjalanannya sama menyenangkannya sebagaimana tujuannya.
40. Hiduplah dengan cinta!
Ternyata dewasa tuh bukan soal paling sukses tapi paling bisa nerima hidup aja 😔
Kenapa lo procrastinate padahal tau deadline besok?
Kenapa lo tetep buka Instagram padahal udah bilang "5 menit lagi"?
Kenapa lo bisa naksir orang yang jelas-jelas salah buat lo?
Seorang profesor Stanford udah ngejawab semua ini di kuliah gratisnya yang ditonton 15 juta kali.
Man, what a trip the Japs are:
Leaving shoes behind when committing suicide in Japan is a deeply ingrained cultural practice symbolizing a transition to another realm, respect for the location, and preparation for the afterlife. It acts as a final act of order and personal resolution, often signaling that the individual is leaving the physical world behind.
Key reasons for this practice include:
Cultural Etiquette: In Japan, removing shoes before entering homes or sacred spaces is mandatory to keep them clean. Leaving them at a suicide site, such as a bridge or forest, is a continuation of this ritualized, respectful behavior.
Symbolic Transition: It signifies stepping out of the material world and leaving one's physical, societal, and functional "identity" behind.
Orderly Departure: Leaving shoes, often neatly paired, allows the individual to depart "cleanly" without creating a mess or causing unnecessary disruption to others.
Signal of Intent: The shoes act as a clear sign of the person's final resolve, separating the act from a momentary or accidental incident.