ada tulisan cantik bgt, kira-kira isinya begini:
โsemoga kamu selalu dipertemukan dengan seseorang yang dapat berbicara bahasa mu, sehingga kamu tidak perlu menghabiskan waktu seumur hidup untuk menerjemahkan jiwamu..โ
Meanwhile aku:
WFH 08.30 di teams: "good morning"
*lgsg ditelp bos*
"Karina what are you doing? Aren't you start at 9 this week?" (Kepagian diomelin)
di kantor:
*slesai kerja jam 4*
Jam 4.05 (ngobrol sm co-worker)
Bos: "why are you still here, go home"
โจdiusir ๐ญโจ
Ada dampak yang paling tidak kelihatan tapi paling menghancurkan: Ekonomi daerah yang terus tertinggal.
Bayangin lo itu pengusaha di Manado, Ambon, atau Jayapura. Biaya logistik dan mobilitas lo jauh lebih mahal dari pengusaha di Jawa. Bukan karena lo kurang pintar atau kurang kerja keras. Tapi karena 55 persen rute domestik Indonesia sejak 2019 sudah punya indeks konsentrasi pasar di level maksimum, artinya monopoli total: Satu maskapai saja yang terbang di rute itu, tidak ada pilihan lain, dan mereka bisa netapkan harga sesuka hati.
Dan kondisi ini tidak berubah sampai sekarang. Kenaikan avtur April 2026 justru memperparah ketimpangan itu karena rute-rute ke Indonesia Timur yang sudah monopoli dari dulu, kini harganya semakin tidak terjangkau tanpa ada tekanan kompetisi apapun yang bisa menahannya.
Data penumpang per kapita tahun 2017: Indonesia 0,42 penerbangan per orang per tahun. Malaysia lebih dari 1. Singapura 6,71.
Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan populasi terbesar di ASEAN. Harusnya jadi pasar penerbangan paling aktif dan paling dinamis di kawasan. Tapi penumpang per kapitanya yang terendah karena harganya tidak pernah terjangkau untuk kebanyakan rakyatnya.
"Ya wajar lah, avtur mahal, Indonesia kan kepulauan, operasionalnya susah."
Ini narasi yang selalu didengungkan. Dan gw paham kenapa banyak yang percaya, karena kedengarannya masuk akal. Tapi gw minta lo perhatiin dua hal yang tidak bisa dibantah siapapun.
Pertama, soal relawan Kemenkes yang tadi gw ceritain. Kalau masalahnya murni avtur dan geografi, kenapa terbang lewat Malaysia justru lebih murah? Pesawat Jakarta-Kuala Lumpur juga pakai avtur yang sama. Pilotnya juga manusia biasa. Pesawatnya juga Boeing atau Airbus yang sama. Bedanya cuma satu: Rute internasional tidak dikenakan PPN 11%, tidak dikekang tarif batas bawah, dan dilayani maskapai yang bersaing ketat satu sama lain.
Kedua, coba lo iseng buka aplikasi tiket pesawat sekarang. Cari rute domestik, Jakarta ke Bali misalnya, lalu bandingkan harga Lion Air, Garuda, Batik Air, Citilink. Lo akan menemukan sesuatu yang aneh: Harganya mirip-mirip semua. Tidak ada yang berani jual jauh lebih murah dari yang lain.
Sekarang coba cari Jakarta ke Singapura. Lo akan menemukan variasi yang jauh lebih besar, ada yang murah banget kalau lo booking jauh-jauh hari, ada promo, ada perang harga antar maskapai.
Riset LPEM FEB UI 2019 mengkonfirmasi ini dengan data: Variasi harga tiket domestik empat kali lebih kecil dibanding tiket internasional. Itu bukan karena Indonesia kepulauan. Itu karena di rute domestik tidak ada kompetisi, jadi tidak ada yang perlu banting harga untuk rebut penumpang.
Avtur mahal itu benar. Geografi kepulauan itu fakta. Tapi itu bukan alasan kenapa harga tiket domestik nyaris seragam antar maskapai. Itu dua hal yang berbeda, dan selama ini sengaja dicampur aduk supaya lo nggak nanya lebih jauh.
Buat yg suka mendem emosi/perasaan secara kronis, alias berlama2 mendem, ga diungkapin, dst, punya risiko kematian dini yg lebih tinggi dibandingin yg mampu nyalurin emosinya dg baik ๐ฅบ
Kamu tipe yg suka mendem atau nggak? Klo iya? Pls baca utas iniiii ๐ฅบ๐ฅบ๐ฅบ
Bagaimana jika konsepnya Rezeki ternyata adalah,
- rezeki memang sudah diatur (ditempatkan, disediakan) untuk diri kita di berbagai tempat dan peluang.
- namun, balik lagi ke kita mau berusaha ngambilnya atau enggak, memantaskan diri atau enggak.
Jadi mungkin saja, Allah sudah menuliskan bahwa rezeki kita aslinya punya harta 10 miliar sampai meninggal, atau bisa kuliah ke luar negeri.
Namun, karena kita enggan berusaha, sekolah/kuliah males2an, ada peluang mager ambil, dsb, ya akhirnya hidupnya gitu2 aja. Gak sampe kemana2.
Makannya kan dijelaskan bahwa Allah sudah menjadikan bumi mudah bagimu, berjalanlah ke segala penjurunya, makan sebagian dari rezeki-nya.. Serta seringkali ditanya, Tidakkah kamu berpikir? Wahai kaum yang berakal?
Namun kalo kita mager, ga mau mikir, mau gimana? kayak tau ada rambutan di teras rumah tapi males metiknya.
Malah nanti pas di hisab, malah ditanya, "udah dikasih badan yang sehat, waktu yang luang, kenapa dimubazirkan?"
Banyak orang lagi silent struggle. Keliatanya fine, ketawa, jalanin hari kayak biasa. Padahal deep down-nya lagi capek-capeknya bertahan.
So, be kind. Always. Kita ngga pernah tahu seberapa berat dunia seseorang hari ini.
Jangan terjebak kompetisi di dunia akademik krn ilmuwan yg mumpuni adl ilmuwan yg dpt melihat & menghormati dirinya sbg manusia seutuhnya. Riset & publikasi bs dilakukan kapanpun. Namun momen2 kemanusiaan (hamil, melahirkan, etc) tdk dpt dilewatkan & hrs dialami sepenuhnya.
Awalnya gua kira nonton short video di HP itu bisa menjadi pengisi waktu luang. Tapi setelah baca jurnal ini, gua baru tau efeknya bisa berbahaya untuk otak.
Penelitian dari Tiongkok ini meneliti 48 orang, terus dilihat kebiasaan mereka nonton short video, lalu dicek fungsi atensi & kontrol diri, didukung juga dengan pemeriksaan EEG.
Hasil penelitian ini cukup bikin gue kaget antara lain:
-Semakin sering nonton short video, semakin turun kemampuan otak buat kontrol diri
-Fungsi eksekutif otak, terutama atensi, juga menurun
Short video ternyata berasosiasi dengan overstimulasi dengan karakteristik cepat, singkat, dan penuh reward instan. Lama-lama otak jadi kebiasaan butuh stimulus cepat, sehingga bikin fokus jangka panjang makin susah.
Yang menarik dari studi ini adalah:
Semakin tinggi tingkat kecanduan (adiksi) untuk menonton short video di smartphone, berasosiasi dengan semakin rendah tingkat pengendalian diri (self control)
๐๐๐ฆ๐๐ ๐ฃ๐จ๐๐๐ก
Kebiasaan nonton short video ternyata berkaitan dengan penurunan self-control dan turunnya fungsi eksekutif otak, terutama kemampuan atensi.
YANG TERLIHAT SEPERTI CINTA:
โข Sleepcall
โข Kirim makan/minuman
โข Obsesi
โข Kado dan uang
YANG SEBENARNYA CINTA ITU:
โข Respect
โข Support
โข Kepercayaan
โข Validasi
โข Komitmen
โข Memaafkan
โข Toleransi
โข Komunikasi