TZUYU uploading Carlos and Alex on instagram with their attempts at making Turbo Granny from Dan Da Dan with Play-Doh 🤏🏻😭
TZUYU: “It was such an honor to meet two amazing drivers, Carlos and Alex”
George sama Kimi dapet buket bunga di event ini. Nah, gara-gara Kimi masih single alias jomblo, dibecandain deh sama George
63: "Mau dikasih ke siapa tuh bunganya?" 😏
🐭: "Ya buat Mama aku lah, gimana sih! Kan bisa buat Mama sama adik cewekku."
63: "Aww, so sweet banget~~~ Mereka dateng gak weekend ini?"
🐭: " Mama aku aja yang dateng."
63: "Oke deh, keren. Manis banget sih kamu~"
Charles Leclerc meminta Ferrari belajar dari Red Bull dalam hal strategi balapan, setelah keputusan menggunakan ban soft pada awal GP Bahrain di Malaysia menjadi bumerang.
Leclerc dan Lewis Hamilton memulai balapan dengan ban slick, sementara Max Verstappen dan Isack Hadjar menggunakan intermediate. Karena trek ternyata masih menyimpan lebih banyak genangan air dari perkiraan, Ferrari kembali pit dan kedua pembalapnya terlempar jauh dari posisi awal.
Menurut Leclerc, keputusan tersebut memang sulit karena kondisi trek sangat sulit diprediksi. Namun, ia menyoroti Red Bull yang sering mampu mengambil keputusan tepat dengan kedua mobilnya, bahkan dalam situasi yang rumit.
Ferrari sendiri memilih strategi yang sama untuk Leclerc dan Hamilton, sehingga ketika keputusan itu salah, kedua mobil mereka sama-sama terkena dampaknya. Leclerc mengatakan Ferrari perlu memahami apa yang dilakukan Red Bull dengan lebih baik.
Selain Leclerc, Hamilton juga menyoroti strategi Ferrari yang menurutnya mengacaukan balapannya. Ia mengaku ketika melihat kru Red Bull membuka tyre blanket dan melihat bahwa Verstappen akan start dengan ban inter, saat itu juga Hamilton merasa bahwa balapannya akan berakhir buruk karena ia start dengan ban soft.
Meski memang ban soft dinilai merupakan compound terbaik di Sepang, tapi sayangnya Ferrari menerapkan strategi tersebut terlalu awal.
Williams konfirmasi sudah fokus ke 2027!
James Vowles selaku Team Principal menjelaskan Williams memilih mengalokasikan dana cost cap ke fondasi mobil 2027, ketimbang mengejar poin di sisa musim yang menurutnya sudah telat.
Dirinya mengakui kesalahan mereka di musim dingin lalu, yang membuat Williams cukup keteter di awal musim ini, dan ia juga menegaskan mereka tidak akan mengulangi masalah yang sama di musim dingin nanti.
Untuk sasis 2027 nanti, Vowles mengatakan sasis upgrade terakhir FW48 yang mereka turunkan sejak Baku lalu, akan mereka gunakan lagi sebagai fundamental mobil musim depan.
Vowles juga menyoroti perbaikan sistem kerja tim dan bergabungnya Piers Thynne dari McLaren, sebagai chief optimisation and planning officer, yang jadi bagian peningkatan sebagai persiapan dan komitmen mereka untuk fokus ke 2027.
Bersiaplah kebangkitan Williams yang dijanjikan itu 😱
"sweet or savory?"
lando: 🙂↔️ savory.. 🙂↔️ no, i have a sweet tooth"
"what's your favorite dessert?"
lando: "apple crumble with some vanilla ice cream"