@_oversherin gw juga sama nder, baru cerita awal tahun ini, tentang struggle gw kehilangan 3 digit di bisnis gw, jadi tahun lalu cuma pulang kerumah 1 bulan sekali (biasanya seminggu sekali pulang), gw cerita ketika gw sudah kembali di titik itu. ortu gw ikut nangis karena gw ga pernah cerita
Mau gaji UMR atau bahkan double digit sekalipun, coba hitung gaji bulanan kalian dibagi dengan jam kerja dan waktu commuting (jika ada).
Misal:
Gaji 6juta, kerja + commuting sebulan 165 jam -> 36rb/jam
versus
Gaji 12 juta, kerja lembur terus gak ada duit lemburan + commuting harian 4 jam pp sebulan 320 jam -> 37,5rb
Worth it gak beli Richeese yang sekali makan itu harganya 2 jam kerja kalian jadi pepes di KRL / dimarah-marahin customer?
Anak muda ini menolak kerja. Alasannya : dia tak pernah dimintai pendapat apakah dirinya mau lahir atau tidak :(
Dia bilang orang tuanya lah yg wajib biayai dia seumur hidup. Sebab keputusan punya anak murni keputusan ortunya, buka dirinya.
Argumen yg menarik meski sangat ekstrem.
Tapi poin dia maybe bisa dijadikan pertimbangan. Jika Anda merasa tak sanggup BIAYAI anak hingga besar, maka sebaiknya jangan melahirkan atau jangan punya anak.
Poin tsb sebenarnya sdh mulai banyak diadopsi.
Pertimbangannya : kasihan anak saya kelak jika saya tak sanggup biaya dia kuliah, atau tak mampu memberikan penghidupan yg layak.
Akan sangat tidak fair jika saya punya banyak anak namun kemudian saya tak mampu membiayai sekolah dan hidup mrka.
Demikian pandangan yg mulai banyak dianut oleh para pasangan muda di berbagai negara.
Tapi pandangan anak muda ini unik.
Kalau ortu saya sdh memutuskan melahirkan saya, ya mrka wajib biayai hidup saya selamanya.
Sayangnya yg terjadi banyak yg sebaliknya.
Saat anak dewasa, para ortu malah minta dibiayai hidupnya. Gen Sandwhich jadi marak dimana2. Fenomena Sandwhich Gen tentu saja kurang sehat bagi kesehatan finansial masa depan.