Makanya pelanggar HAM itu diadili, bukan dikasih kesempatan menjabat. Jadinya, nyawa manusia dan kerusakan alam cuma dianggap sebatas angka dan ga dihargai
Tiap akhir penulisan yg selalu ditutup dgn kata "TIW", akronim dari Teddy Indra Wijaya, memberi kita paham bahwa akun resmi kementerian berubah menjadi tempat curhat satu onggok daging bernama Teddy.
Maksud gue, lo kenapa gak bikin akun pribadi aja sih asu!
Inilah pentingnya mengerti prinsip random sampling dlm ilmu statistik.
Generalisasi kepuasan ratusan juta rakyat Indonesia berdasarkan kehadiran beberapa ribu orang di satu titik itu, sama dgn menyimpulkan kesehatan seluruh penduduk sebuah kota hanya dgn memeriksa orang2 yg ngantre di Puskesmas.
Sekelas menteri masak nggak paham hal fundamental kayak gini?
🤡