Obituari ttg @andiepeci:
https://t.co/PDb7jqDB7T
Peci tak benar2 memiliki jamnya sendiri. Waktu yg ia tinggali adl sisa waktu milik orang lain: beberapa jam yg terselip di antara kelelahan, perjalanan pulang, dan pagi yang segera datang lagi menuju shift pabrik berikutnya.
Aku sdh dengar Andi Peci sakit. Tapi benar2 kaget dapat kabar ia meninggal. Cak Andi yg kukenal adalah org yg jenaka & serius memperjuangkan kelas pekerja. Waktu ketemu terakhir diskusi ttg spiritualitas (jawa) & perjuangan kelas. Aku bersaksi sampean org baik cak! ๐ฅน๐ฅน
Ada satu momen di film "๐๐๐ฃ๐ฎ๐๐ฅ: ๐๐๐ ๐๐ค๐ค๐ ๐ค๐ ๐๐๐ก๐๐ฃ๐๐" yang saya rasa tidak akan pernah saya lupakan. Dua orang lelaki tua berdiri santai di tepi sungai, menunjukkan dengan tangannya sendiri bagaimana dulu ia menyeret seorang laki-laki bernama Ramli ke tepian, sambil sesekali tertawa kecil mengingat detailnya.
๐๐๐ฝ๐๐ผ๐ ๐๐๐ผ๐.
@lrstdw_ Memang asbun anaknya, Kak. Asbunnya kadang nyebelin tapi engga pernah yang kurang ajar. Dapet piagam anak paling sopan di sekolahnya malah waktu SD :)
April, 13 tahun yang lalu, Andie Peci dibacok dan dipukuli sekitar 12 orang berbadan besar.
Peci dianiaya beberapa saat setelah ia mengikuti aksi damai mendukung Persebaya Surabaya 1927 yang tak diakui eksistensinya oleh PSSI.
Karena sepak bola, pria2 beringas itu hendak menculik Peci. Namun Peci menolak, melawan, dan menangkis sabetan2 celurit pelaku. Tangan Peci berdarah, beberapa bagian tubuhnya lebam. Di rumah sakit, Peci menerima 29 jahitan pada tangannya.
Teror itu tidak pernah menghentikan Peci. Dia bersuara semakin lantang, semakin aktif turun ke jalan. Sampai hari ini, para pelaku pembacokan itu tidak pernah terungkap. Siapa otak di balik penyiksaan itu tidak pernah tersingkap.
Hari ini, Peci meninggal dunia, meninggalkan jejak kenangan berupa keberanian dan idealisme pilih tanding.
Peci, sebuah kehormatan bisa mengenalmu. Selamat jalan. Semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Innalillahi wa innailaihi rojiun.
ga pernah doyan dan fomo mie ayam enak mie ayam enak. lalu terpaksa lah di penghujung kisah aku diajak seorang kawan sarapan mie ayam Wonogiri di Surabaya. tuntas, begitu amaze bagaimana perpaduan jahe dan mie ayam terasa sangat cocok dan membuat imboh dua kali
Profil Ghaza Muhammad Al-Ghifari, mahasiswa PTDI-STTD ber-IPK 3.45 yang jadi peserta COC S3:
- Ghaza merupakan taruna Jurusan Transportasi Darat di Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI-STTD) angkatan 2023.
- Ia lahir di Mojokerto pada 8 Maret, dan sebelumnya menempuh pendidikan menengah di SMA Negeri 1 Sooko Mojokerto.
- Pada tahun 2019, Ghaza berhasil meraih Bronze Medal pada nomor 200 Meter Bifins KU-C dalam Kejuaraan Nasional Finswimming.
- Di lingkungan kampus, Ghaza aktif sebagai Anggota Komisi-II Olahraga dan Seni Dewan Musyawarah Taruna PTDI-STTD 2024/2025.
- Selain dunia akademik, Ghaza jago berenang, khususnya di cabang olahraga finswimming yang mengandalkan kecepatan berenang menggunakan sirip (fins).
- Kemampuannya di finswimming menuntut kekuatan, teknik, dan daya tahan fisik yang baik.
โkami menghargai perbedaan bukan penyimpanganโ
kalimat sok savage mentok dari abang-abangan sok edgy, gak paham kultur, paling jago persekusi moral, performatif hc punk, gamau baca, immpersonate fasis, dan masih banyak lagi