Ada queer lu katain, ada org nikah telat lu katain, ada org nikah muda lu katain, ada org childfree lu katain, ada wanita karir lu katain, ada ibu rumah tangga lu katain. Kalo perempuan yang memilih hidupnya dikomen mulu, tapi laki bebas milih. ANEH
Gegara presidennya nih, so soan menetapkan ancaman non militer. Jadinya hal tersebut seakan melegitimasi masyarakat untuk berbuat sewenang-wenang, kan. Emang gila ya, lagi-lagi gue akan selalu ingat dosa 02 voters yang buat sebab semua kisruh di negeri ini terjadi.
using religion as an excuse to bully or assault lgbtq+ people is one of the biggest contradictions i’ve ever seen.
you claim to defend your faith while abandoning the very compassion it’s supposed to teach. Tuhan jg bingung keknya lihat kelakuaan iblis lu smua
disiram air kencing, ditendang, dipukuli, ditelanjangi, transpuan juga manusia. ga ada satu alasanpun yang membenarkan tindakan kekerasan ke sesama manusia hanya karena identitas gender atau orientasi seksual. merasa berhak jadi polisi moral tapi moral lu aja gaada njing kesel gw
Multiple Indonesian trans women were beaten, kicked, and doused with urine during a violent attack on the streets while trying to survive amid systemic poverty.
We urge international media, human rights organizations, and the global community to help ensure this incident receives the international attention it deserves and to demand accountability, as violence against transgender people in Indonesia continues to raise serious human rights concerns.
"as a woman I have so much empathy for my mother, but as a daughter I have so much anger"
resonated deep to me karena memang hubungan ibu-anak perempuan memang kompleks sekali, rasa sayang, rasa marah, rasa ingin memperbaiki, rasa ingin pergi jauh.. tumpah ruah jadi satu
"you will die alone" is used against childfree, single women but not against all of the men who abandon their children + move onto dating a new woman every couple of years after the previous one had enough of his behaviours
This is how internalized homophobia looks like btw. Banyak queer muslim, queer berhijab, queer yang juga masih menjalankan agama mereka and they're VALID. They exist in real life. Reducing them to "Kalau di au gitu gapapa," just blatantly fetishizing their existence.