tadi nonton livestream di kompastv, ada perwakilan mahasiswa yang diwawancara. salut krn salah 1 dari mereka bilang: "kami takut. kami diintimidasi, TNI turun." bnr2 mau nangis dengernya... takut itu manusiawi bgt and yet there they are, brave against those fuckers.
aku sedihh liat ini… karena aku tau kalo from the very beginning WE NEVER HATED INDONESIA. not even a bit. yang kita benci tuh korupsinya, nepotisme, keserakahan oligarki, dan orang yg dzalim. we love this country so much, and that’s why it hurts to see it getting ruined by them
Pada akhirnya kami tetap tidak bisa sampai ke Bundaran HI. Kami dibuat terpecah, dicegat, dan tidak diberikan jalan padahal kami hanya ingin menyampaikan aspirasi. Bahkan ambulans pun dibuat mundur oleh mereka. Kemana ya rasa kemanusiaannya?
Perwakilan ibu-ibu memprotes pemblokadean laju mahasiswa yang hendak berdemonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).
"Saya di sini bukan mewakili mahasiswa, saya di sini sebagai ibu mereka. Saya akan menjaga mereka," ujar perempuan tersebut di hadapan polisi.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, Bundaran HI merupakan wilayah kegiatan ekonomi masyarakat dan salah satu jantung lalu lintas DKI Jakarta.
"Sehingga apabila terjadi kepadatan arus, ini akan memberikan dampak yang luar biasa sampai dengan arteri," ucapnya.
🎥: https://t.co/eIWV4sXUbF Al Muhtada
~R #Demo #Peristiwa #Cut
For those who want a bit more context: a massive student and worker protest is unfolding in Indonesia’s capital in response to the Prabowo government’s decision to raise fuel prices, alongside other policies that many Indonesians are calling corrupt because they deepen the burden on working-class Indonesians already struggling with rising living costs and a weakening rupiah.
What’s fueling the anger even further is the broader feeling that economic pressure is being pushed downward onto ordinary people while major policy decisions continue to favour politicians and the ultra wealthy.
Just last year, Indonesians protested over the same kind of government corruption, which led to a crackdown on its own civilians using military force in cities like Jakarta and Bandung, resulting in multiple deaths and injuries, including those of students.
This situation, however, embarrassed the Probowo government, as people from all over the world began paying attention and massed mobilised to send food, medical/legal aid and financial donations via apps like Grab and Ojek (the region’s equivalent of Uber) the movement received particularly strong support from people across Asia, especially Southeast and East Asia, while also drawing contributions from around the world. This is why Indonesians are asking the world pay attention to their country again.
Lihat betapa supportifnya masyarakat ke pendemo. Udah jauh beda dengan dulu2 capt. Keknya semua sekarang dah satu suara.
Terima kasih masyarakat, terima kasih Mahasiswa, terima kasih netizen, terima kasih untuk seluruh orang yg udah saling dukungnhari ini. Panjang umur orang2 baik ♥️
Oiya, infonya ini juga rombongan terakhir mahasiswa yg balek. Jadi untuk saat ini dari mahasiswa sudah steril.
Yg masih stay, jaga diri jaga kawan capt. Semakin malam, semakin rawan.
Vid: rofa_y_nina
Update terkini🚨⚠️⚠️⚠️⚠️
Kondisi CHAOS
Situasi Terkini di lokasi situasi memanas diduga adanya provokasi yang memakai serba hitam .
Mahasiswa sudah pulang dan tidak ada di lokasi , dan saat ini polisi masih mencari siapa pelaku Anarko provokasi tersebut.
Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan mengungkapkan Bundaran HI dipilih karena mahasiswa tak lagi percaya dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) maupun pemerintah.
"Kita nggak dapat apa-apa, Kak, dari demo ini?"
Kita dapat satu hal yang pasti: kita jadi tahu bahwa yang brengsek itu penguasanya, bukan rakyatnya.
ibu-ibu berdiri di posko logistik, memasak, membungkus makanan, dan memastikan anak-anak yang turun ke jalan tidak kelaparan. Bapak-bapak dengan sukarela menjadi runner, mengantar air minum, obat-obatan, dan kebutuhan lain agar mahasiswa tetap kuat bertahan.
Kepada para pemimpin republik, kami orang muda bukan musuh bangsa ini. Jangan kerahkan tentara dan polisi untuk membatasi suara kami.
Ajak kami berdialog dan penuhi tuntutan kami. Kami bukan penyebab krisis, para pejabat brengsek itu adalah penyebab kekacauan ini.
terima kasih untuk seluruh mahasiswa yang hari ini menjaga marwah gerakan. ketika sebagian media dibungkam dan sebagian pejabat memilih menutup telinga, kalian memastikan suara rakyat tetap menemukan jalannya. perjuangan ini belum selesai. pulang dengan selamat, kumpulkan tenaga, karena perlawanan tidak berhenti ketika massa membubarkan diri. ❤️🤍
cc: thread/projectm_org