Perihal Cinta #36
Aku ingin mengingatmu sebagai jalan buntu di dalam sebuah labirin,
tempat aku akhirnya berhenti mencari jalan keluar.
Sebab tersesat di dalam kenangan tentangmu.
Terkadang terasa lebih indah
daripada menemukan jalan pulang tanpamu.
-sn-
Perihal Cinta #35
Oh Tuhan, bolehkah kali ini aku sedikit egois?
Aku ingin dia menjadi
gemuruh dalam sunyiku,
embun di tengah gersangku,
denyut dalam nadiku,
tenang di tengah amarahku,
peluk dalam sedihku,
dan tawa dalam bahagiaku.
Lalu, izinkan aku memastikan
aku pun menjadi semua itu untuknya.
-sn-
Perihal Cinta #34
Kamu pencuri...
Tapi aku tidak benci
Kamu pencuri...
Tapi aku dengan senang membiarkannya
Kamu pencuri...
Dan aku berharap bisa menangkapmu lalu kucuri juga hatimu....
Agar kita menjadi 2 pencuri yang paling berbahagia.
-sn-
Perihal Cinta #33
Entah darimana datangnya...
Seekor manyar hilir mudik terbang dalam kepalaku mengikuti liuknya jaringan otak.
Dia burung yg cukup tenang, tak membuatku kejang. Jadi ku ijinkan ia tinggal disana...
di kepalaku.
Sampai suatu malam dimana hanya lelap yang ku butuh.
Si manyar ini berbuat gaduh.
Dia terbang dan mengumpulkan helai demi helai ilalang asa yg terserak diantara kepala, hati, dan juga jantungku.
Lalu dirajutlah sebuah sarang yg indah di rating hatiku.
Siaaaal ternyata si manyar ingin memadu kasih di sarang yg dia buat.
Larutku tak pernah setenang dahulu...
Penuh gaduh oleh namamu dalam lirik yang mereka dendangkan.
Si manyar sekarang bahagia sekali, beranak pinak dalam hati dan jantungku tanpa bisa ku kendalikan.
Semakin hari semakin ramai namamu dilantunkan bukan hanya di hati dan jantungku tapi diseluruh tubuhku.
Kutarik nafas panjangku, kuminta kepalaku untuk coba hening.
Namun suara anak2 manyar ini semakin bising.
Tak bisa lagi ku tak bergeming
Kini kamu sudah menjadi penting dalam hidupku
-sn-
Perihal Cinta #30
Malam semakin menuju larut
Ijinkan aku mengundang seseorang yang tinggal dalam dirimu untuk datang menemuiku dalam cakrawala mimpi.
Kita sesap usia malam ini hingga ia menuju fajar sambil bertukar cerita tentang hari ini, esok atau lusa.
Tak perlu lagi saling melempar malu atau kikuk, hanya di mimpi kita bisa saling terbuka.
Hanya dimimpi aku bisa memandangimu sambil kusimpan indahnya untuk bekal esok hari menghadapi realita.
-sn-