Kentut Babi dalam 120 Hari Kerja Prabowo Subianto
Pemerintahan Prabowo Subianto yang resmi dilantik pada Oktober 2024 lalu, telah memasuki usia 120 hari kerja dalam masa kepemimpinannya. Salah satu janji terkonyol Prabowo ialah, katanya pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tumbuh sebesar 8% dalam masa pemerintahannya, dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan rakyat melalui investasi, konsumsi, dan komoditi ekspor.
Namun, bualan pertumbuhan ekonomi sebesar 8% itu tak ubahnya seperti kentut babi, di mana dalam periode awal ini, kinerja kabinetnya menuai beragam kritik tajam terutama terkait dengan komposisi kabinet yang super buncir dan minimnya hasil nyata dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, perputaran uang, serta daya beli masyarakat. Bahkan, data terbaru menunjukkan inflasi Indonesia pada Januari 2025 mencapai 0,7%, yang meskipun masih di bawah batas aman inflasi negara berkembang (3-5% per tahun) menimbulkan kekhawatiran jika tren ini berlanjut tanpa kebijakan yang efektif.
Nah yang bikin saya kesal dengan drama dulunya macan sekarang kucing, Prabowo berkata bahwa ia tidak peduli dengan kritik yang dilancarkan terkait kabinetnya yang buncit. Dia dengan angkuhnya menjawab “Tidak peduli, yang penting hasilnya”.
Coba pikir, apakah pernah ada pemimpin bijaksana yang seangkuh Prabowo? Dengan arogansinya menanggapi kritik itu, menunjukan sikap ketidakpantasannya untuk memimpin negara manapun.
-Sebuah Esai-
Rakyat, setidaknya yg saya saksikan, berharap Presiden Jokowi bersikap tak berat sebelah dlm pilpres ini.
Sebuah harapan yg wajar. Dlm pertandingan bola pun kita ingin “fair play”.
Apa jadinya jika tiap pertandingan dan pemilihan ditentukan oleh pernainan curang?
Tapi saya tahu harapan di atas sia2. Apa boleh buat.
Kemenangan politik secara tak adil tak akan membawa bangsa ini ke Indonesia maju.
Sebab “maju” berarti juga cerdas dan beradab.