Salah satu pelajaran berharga yang gue sadari di tahun 2025.
Mau segila apapun grinding and hustling, hasil luar biasa yg didapatkan di usia muda dengan mengorbankan pribadi terhadap isolasi sosial untuk pengkultusan fokus gak akan pernah bisa mengkompensasi waktu kita di masa tua.
Spend so many time with people around you. Your family, your friends, your loved one.
Sendiri itu niscaya, self-isolation is an option.
This is the next level ketika lo udah punya value lebih. π.
Pas kerja, misal dirasa ga se visi sama atasan, daripada pas kerja kita ngeluh terus, lebih baik pindah tempat kerja aja karena selain ga bagus buat mental kamu, ga bagus buat lo ngeluh2 terus/ngejelekin tmpt lo kerja, tapi lo tetep nikmatin gajinya tiap bulan. Istilahnya: dont shit where u eat or dont burn your bridges. (A reminder for me as well karena manusia y pasti ngeluh).
Upgrade skills dan value lo, jadinya lo bisa ada di posisi punya bargain power buat kumpulin offer letter, lalu pilih yg terbaik dari yg terbaik, dengan ini at least menghindari kita dari negativity ketika kerja. Karena kalo banyak positivity, dan happy di lingkungan kerja, gue yakin outputnya pasti positive / lo jd high achiever deh.
At 25, you start to see how deeply your childhood shaped you.
Itβs humbling and a bit unsettling to realize how small moments like a parentβs tone, being seen or overlooked, still echo in your adult choices.
Aku udah move on
Dibantu si el putra
Tiba tiba elu dateng lagi
Gua msh sambut dengan assettive dan kehangatan
Awas aja kalau ga direspect jawabanku ini!!!