pelajaran dari bubur racing mamang tambun:
- 100 pedagang bubur dari tambun tancap gas naik motor jam 3 subuh nempuh 45 km ke jakarta
- bukan cuma cari duit
- tapi juga demi nyediain sarapan buat ribuan pekerja jakarta
- satu pedagang bawa 130 porsi x rp12 ribu = 1,56 juta per hari
- dikali 100 pedagang total perputaran uang 156 juta per hari di kampung itu
- semua bumbu dan bahan baku disuplai terpusat dari ruko warga sendiri
- anak-anak muda bangga nerusin usaha dari generasi kakek-buyut mereka
- prinsip mereka bebas gak disuruh-suruh
- kayak di pabrik hasilnya kerasa buat keluarga
- pelajarannya rezeki dijemput bukan ditunggu dan kerja keras kasih kebebasan
- pagi jualan bubur
- siang mereka bisa mancing
After 18 years, it’s time to say goodbye to Chelsea. I arrived as a nine-year-old with a dream, and I leave as a man who’s lived that dream in ways I never imagined. This journey tested me, lifted me, and strengthened me. To every teammate, coach, staff member, and supporter, thank you for shaping me. I gave everything I had, and I’m proud of the person this club helped me become. To the young players: the path won’t always be smooth. But stay ready, stay positive, and keep your faith. God’s timing is always right. Thank you all, truly, with love and gratitude.
@Ceysa_ku 2 bulan lalu, ada mobil parkiran depan pager rumah saya. Mau berangkat kerja motor gak bisa keluar. Kemudian saya tabrakin aja 2x dan saya kempesin bannya 😂
Istrinya lumpuh akibat kanker otak. Dang menghabiskan tabungan 7 miliar lebih untuk pengobatan dan perawatan istrinya.
Melihat pengorbanan suaminya , istri Dang selalu mengatakan : "Biarkan aku pergi".
Apa jawaban Dang ketika istrinya mengatakan hal yang sama berulang kali..??
Dang menari.
Setiap pagi , sore dan malam Dang menari di hadapan istrinya sambil memberi dorongan semangat hidup.
Perhatian , Cinta , kasih sayang Dang berikan tanpa kenal lelah....pengorbanan Dang tak sia-sia , istrinya perlahan pulih secara ajaib.
Bila Tuhan sudah berkehendak ..mukjizat itu ada.
orang ini dibenci oleh sebagian besar netizen twitter atau X
tapi menurut gue ada hal yang bisa dipelajari dari dia
- abdul gofar hilman alias bedul
the rise
- mulai dari bawah karena obsesi sama radio
- 2012 jadi penyiar andalan hard rock fm
- 2019 pecahin rekor MURI siaran 34 jam nonstop
- bangun lawless jakarta
- sukses gabungin kultur motor kustom, musik, merch & F&B
- raja di puncak rantai makanan industri kreatif jakarta
the cancel culture
- pertengahan 2021 kena spill kasus pelecehan di twitter
- karir & reputasi hancur dalam hitungan hari
- didepak dari lawless, kerajaan bisnisnya sendiri
- jual 3 mobil pribadi, rugi belasan miliar buat bertahan hidup
the margin call
- niat recover finansial malah nyemplung ke trading emas XAUUSD
- kurang ilmu fundamental, tergoda cuan instan
- nahan posisi sell, habis itu gold naik tinggi pas pas market liar efek perang rusia-ukraina
- kena notif margin call beruntun dalam semalam
- tabungan 3 miliar lenyap menguap
- nangis nelpon temennya nerima fakta bangkrut persis setelah mobilnya dicuri
the comeback
- sadar karir & duit habis, tapi dia mutusin buat buka data
- bedah demografi sisa followers yang masih loyal
- nemu fakta: mayoritas cowok usia produktif & gila otomotif
- stop main F&B, langsung launch TBW (turbo bastard wheel)
- hari pertama rilis ludes 100 set pelek
- sukses besar sampe tembus collab resmi sama hot wheels
- bangun media sendiri lewat di youtube dan bikin series grindboys
- view jutaan, balik mendominasi algoritma
the lesson learned
- diversifikasi aset.. jangan pernah all in di satu instrumen investasi
- market bukan tempat buat balas dendam saat mental lagi hancur
- data is king.. dia bisa bangkit lagi karena tau cara manfaatin data demografi audiensnya
- bangun personal brand yang solid.. isi kepala dan loyalitas niche market nggak bisa dirampas siapa-siapa
Tahun 2016, Leicester City juara Premier League dengan odds 5000-1.
Untuk konteks: odds nemuin Loch Ness Monster itu 500-1. Elvis Presley masih hidup tuh 2000-1. Jadi, secara statistik, lebih “masuk akal” alien mendarat di Bumi daripada Leicester ngangkat trofi 😆
Gimana engga, musim sebelumnya, Leicester hampir degradasi. Tapi mereka selamat dengan menang 7 dari 9 pertandingan terakhir, termasuk comeback legendaris 5-3 ngelawan MU. Ditambah pelatih mereka, Ranieri, tuh pelatih yang abis dipecat timnas Yunani karena abis kalah sama Kepulauan Faroe.
Squad mereka juga isinya “rejected players”: Kante dibeli dari Ligue 2, Vardy main di liga kasta 5 Inggris sebelum gabung Leicester, Mahrez dibeli dari Le Havre.
I mean.. siapa yang bisa prediksi?
Gue suka banget sama statement ini nih:
Sebenarnya pekerjaan yang lagi lo tekunin sekarang itu adalah hadiah terbaik yang Allah kasih khusus buat lo. Makanya lo ditakdirin berada di posisi ini, meskipun dari sananya bukan bidang atau pilihan lo sama sekali.
Lanjut...
PERTOLONGAN PERTAMA KESETRUM!
Catet! Biar cara nolong temen2 gak salah.
Soalnya, klo salah, alih2 nolong korban dan selamat, penolong bisa kena kesetrum juga.
Dan inget! Korban ga perlu ditanem di tanah ya! Sebagian masyarakat soalnya begitu dan itu kurang efektif.
Simak yok!
Mengapa Soeharto tak ditangkap setelah jatuh pada 1998?
Pada tahun 2000, Gus Dur berusaha melakukan itu.
Gus Dur berusaha menangkap Soeharto dan keluarganya.
Sidang dijadwalkan pada 14 September 2000.
Pada 13 September 2000, bom raksasa meledak di Bursa Efek Jakarta.
15 orang tewas terburai menjadi potongan-potongan kecil. Tubuh mereka hancur berceceran oleh bom mobil raksasa yang diparkir di basement Bursa Efek. Puluhan lainnya terluka parah.
Asap tebal membumbung di tengah-tengah SCBD di jantung perekonomian Indonesia. Gedung-gedung kantor besar perusahaan multinasional, bank, dan pemerintahan yang berisi ratusan ribu karyawan dilanda kepanikan dan dievakuasi.
Bom teroris besar itu menyebabkan kepanikan yang lebih besar.
Saat itu, Indonesia sedang tertatih-tatih memulihkan diri dari krisis 1997 dan mengembalikan kepercayaan internasional.
Kesejahteraan ekonomi ratusan juta rakyat bergantung pada kesuksesan pemerintahan Gus Dur melakukan hal itu.
Bom teroris di Bursa Efek sangat menggoncangnya. Harga saham jatuh. Indonesia terancam roboh kembali.
Jika Indonesia tak stabil, jutaan rakyat terancam kembali jatuh miskin dan menganggur.
Tentu saja, secara teori, jika Indonesia roboh, Soeharto dan keluarga Cendana tak akan bisa ditangkap.
Keluarga Cendana tidak akan pernah bisa ditangkap polisi apabila tidak ada polisi dan tidak ada penjara karena Indonesia bubar.
Siapa dalang bom teroris tersebut?
Kecurigaan tentu langsung tertuju pada keluarga Cendana, terutama Tommy Soeharto.
Alasan pertama, serangan bom teroris terjadi satu hari sebelum persidangan kedua yang seharusnya menyeret Soeharto dan keluarganya ke peradilan hukum.
Alasan kedua adalah Gus Dur yang langsung mengumumkan bahwa Tommy adalah tersangka utama dan memerintahlan pemeriksaan. Gus Dur sebagai presiden tentu berkuasa atas informasi intel.
Alasan ketiga, sebelumnya Tommy sudah terlibat dengan serangkaian kasus bom dan penembakan.
Lima bulan sebelumnya pada 13 Maret 2000, Tommy diseret ke hadapan Komisi V untuk diperiksa tentang kasus korupsi dan kegilaan monopoli cengkeh BPPC.
Pada saat itu, jendela ruang rapat Komisi V tiba-tiba ditembak orang misterius dengan senjata api.
Anggota Komisi V merasa sangat terancam. Bagaimana kalau yang ditembak berikutnya bukan jendela kosong, melainkan kepala mereka? Atau kepala anak mereka?
3 bulan kemudian, pada 4 Juli 2000, Tommy diseret Jaksa Agung Marzuki Darusman untuk diperiksa di Kejaksaan Agung.
Satu jam setelah Tommy meninggalkan gedung, gedung Kejaksaan Agung meledak oleh bom.
Ternyata yang meledak seharusnya dua bom. Tetapi salah satu bom untungnya gagal meledak.
Dua bulan kemudian, pada 31 Agustus 2000, sidang pertama kasus korupsi Soeharto dan keluarganya digelar.
Tiba-tiba, bus yang diparkir mencurigakan di samping tempat persidangan meledak. Ada orang yang menaruh bom besar di situ.
2 minggu kemudian, sehari sebelum sidang kedua pengusutan keluarga Cendana, terjadilah bom di Bursa Efek yang sangat brutal dan mengerikan ini. Ini adalah pengeboman teroris paling mematikan sejauh ini.
Gus Dur memerintahkan penyelidikan untuk mengusut Tommy dan antek-antek gerombolan premannya yang diduga keras menjadi dalang terorisme pengeboman Bursa Efek itu.
Pada saat itu, Menteri Pertahanan Mahfud MD menjadi sangat resah.
Ia membaca pola ancamannya: jika Gus Dur terus menginvestigasi Soeharto, gerombolan keluarga Cendana, dan pundi-pundi raksasa kekayaan pribadi hasil rampokan mereka selama 20 tahun terakhir, Indonesia akan terus digoncang bom dan instabilitas. Ini sudah masuk ranah ancaman pertahanan nasional.
Mahfud seakan membaca tulisan yang ditulis dengan darah orang-orang Bursa Efek: "Jika kamu terus mengusut, Republik ini akan jatuh."
Gus Dur bebal. Dua bulan kemudian, Gus Dur menolak permohonan grasi yang dengan sangat belagu diajukan Tommy Soeharto. Saat itu Tommy baru saja didakwa korupsi memaling aset tanah Bulog dan akan segera dipenjara.
Apa yang dilakukan Tommy? Ia kabur dan menjadi buronan.
Pada 14 November 2000, polisi mengirim 18 tim untuk melakukan penggerebekan di 18 lokasi. Sebanyak 206 anggota polisi diturunkan untuk melakukan penggerebakan serentak, termasuk di rumah Soeharto di Jalan Cendana, Jakarta.
Gagal. Tommy tak bisa ditemukan.
Sebulan kemudian, rentetan bom teroris kembali meledak, yaitu pada Malam Natal 24 Desember 2000.
Yang ini sangat mengerikan.
23 gereja berbeda yang tersebar di Batam, Pekanbaru, Jakarta, Mojokerto, Bandung, Ciamis, dan Lombok hancur oleh bom teroris yang dijadwalkan meledak serentak.
Serangan bom serentak ini menewaskan jemaat Kristen yang sedang berdoa, juga menewaskan Riyanto, anggota Banser NU yang ditugaskan menjaga gereja dari ancaman teroris. Ia mati syahid ketika berusaha menjauhkan bom dari para jemaat gereja.
Beberapa minggu kemudian pada Januari 2001, salah satu teman dekat Tommy, Elize Tuwahatu, berhasil ditangkap oleh Polda Metro Jaya. Elize tertangkap basah membawa-bawa tiga buah bom raksasa dari Tommy.
Dari mulut Elize dan pelapornya, berbagai kelakuan Tommy berhasil dibongkar.
Ternyata, berapa hari setelah Bom Malam Natal, Elize ditugasi Tommy untuk menyusun rencana membunuh Jaksa Agung Marzuki Darusman serta Menteri Industri dan Perdagangan Luhut Binsar Pandjaitan dengan bom.
Bom pertama dan kedua ditujukan pada Marzuki dan Luhut, yang dianggap mengancam pundi-pundi raksasa kekayaan dan aset keluarga Cendana.
Apabila Luhut berhasil dibunuh dengan ledakan bom, kematian sadisnya juga akan mengguncang stabilitas industri dan perdagangan Indonesia, mengingat jabatan strategis Luhut saat itu.
Menperindag sebelum Luhut adalah Jusuf Kalla. Menperindag sebelum Jusuf Kalla adalah Rahardi Ramelan di zaman Habibie. Menperindag sebelum Rahardi Ramelan adalah Bob Hasan, operator bisnis keluarga Cendana.
Barangkali Luhut yang saat itu jadi anak buah Gus Dur menyentuh "sesuatu" yang membuat keluarga Cendana dan kroninya (seperti Bob Hasan) sangat marah.
Selain Marzuki dan Luhut, kedua bom itu juga diharapkan memutilasi dan membunuh acak sebanyak-banyaknya staf Kejaksaan Agung dan staf Kemenperindag dan menciptakan sebesar-besarnya teror dan kekacauan nasional.
Bom ketiga ditujukan untuk memutilasi dan membunuh acak sebanyak-banyaknya staf di kantor Direktorat Jenderal Pajak untuk semakin menebar teror di sektor-sektor kunci pemerintahan dan kestabilan ekonomi.
Tommy sendiri ternyata memiliki penyuplai bom yang menurut investigasi kepolisian diduga adalah suatu oknum pengkhianat negara di Kopassus. Secara semangat korsa, ini sangat menyedihkan mengingat Luhut sendiri adalah mantan komandan Kopassus. Tetapi memang, pada zaman Soeharto, Kopassus sempat dipimpin oleh orang yang sangat dekat dengan keluarga Cendana.
Enam bulan kemudian, pada Juli 2001, tragedi kembali terjadi. Hakim yang sedang mengusut Tommy Soeharto, Syafiuddin Kartasasmita, dibunuh dengan sangat brutal di tengah jalanan Jakarta menggunakan senapan mesin ketika sedang menuju tempat kerjanya.
Hakim Syafiuddin ini mati syahid dengan tubuh berlubang-lubang. Kematian mengerikannya sangat menghebohkan Indonesia.
Pembunuhan Hakim Syafiuddin yang luar biasa sangat sadis inilah yang ternyata berhasil digunakan penegak hukum untuk mengumpulkan cukup bukti tak terbantahkan untuk menangkap Tommy Soeharto.
Dalam suatu periode drama kehebohan nasional yang membuat rakyat menempel ke TV, Tommy si Penjahat Nomor Satu diburu oleh penegak hukum.
Tim sangat elite ini diberi nama Tim Kobra dan dikomandoi oleh perwira lapangan bereputasi cemerlang yang sedang naik daun saat itu, Tito Karnavian. Meski begitu, awalnya penyelidikan mengalami kebuntuan.
Menggunakan penyadapan sinyal telepon dan pengamatan intel, lokasi Tommy diisolasi ke sebuah rumah di Bintaro Jaya, Tangerang Selatan.
Akhirnya Tommy berhasil digerebek, diseret keluar, dan ditangkap sebagai hewan buruan terbesar pemerintahan Gus Dur pada 28 November 2001, 4 bulan setelah Syafiuddin mati dibunuh.
Tommy dipenjara selama beberapa tahun dan hidup mewah di penjara dengan sofa, kulkas, TV, dapur, dan akses untuk bermain golf di Jakarta.
Tommy bebas dengan masa tahanan yang sangat dipotong remisi. Setelah bebas, ia langsung berusaha membeli Golkar pada tahun 2009 dengan pundi-pundi raksasa kekayaan keluarganya. Ia dikalahkan Aburizal Bakrie.
Gus Dur sendiri tidak sempat melihat Tommy ditangkap dari posisi menjabat sebagai presiden.
Gus Dur keburu digoncang dengan Operasi Semut Merah dan berbagai krisis politik.
Akhirnya, Gus Dur kalah dan digulingkan dari kursi kepresidenan pada pertengahan 2001.
---
Itulah bagaimana keluarga Cendana berhasil lolos dari jerat hukum.
Soeharto mati dengan pulas dan santai pada tahun 2008. Tubuhnya dikubur di suatu ancient temple mistis di atas bukit yang tersembunyi di tengah hutan lebat kaki Gunung Lawu yang angker, seperti seorang raja Jawa kuno. Ketika gw solo travelling ke situ dengan motor, templenya dijaga segerombolan penjaga.