Sedih bgt baca kondisi di Indonesia dari berita dan kabar dari keluarga
Di @finansiologi, kami percaya edukasi adlh jalan utk perbaikan hidup, namun kalau akses sulit, gmn mau tambah maju
Mungkin ga signifikan, tapi kami coba yg terbaik bisa kami lakukan lewat diskon 90% ini
Jangan percaya mentah-mentah pada narasi yang bilang masuk Standalone Market itu gapapa, buktinya pasar saham Argentina justru naik +3000% dalam 5 tahun setelah masuk Standalone Market
Itu narasi menyesatkan penuh ilusi yang menyembunyikan fakta makroekonomi sebenarnya
Nih saya jelaskan tuntas
Argentina diturunkan statusnya menjadi Standalone Market karena kontrol modal (capital controls) dan pembatasan valuta asing ketat yang diberlakukan pemerintahnya sejak September 2019. Aturan ini dinilai menyulitkan investor asing untuk merepatriasi dana atau mengonversi mata uang
Bila dilihat memang pasar saham Argentina naik +3000 lebih dalam waktu 5 tahun sejak downgrade tsb. Namun sebenarnya, kenaikan tsb disebabkan oleh dua hal:
1. Inflasi yang menggila di sana. Inflasi sempat mencapai hampir 300%
Total inflasi akumulasi 5 tahun mencapai lebih dari 2.600% akibat pencetakan uang masif setelah krisis gagal bayar utang pada 2020. Nilai mata uang Peso anjlok lebih dari 80% dan Argentina mengalami hiperinflasi
Ketika inflasi meroket dan mata uang Peso terdevaluasi tajam, masyarakat dan investor institusi enggan memegang uang tunai. Mereka mengalihkan dana ke aset riil dan ekuitas (saham) perusahaan yang memiliki aset berharga atau pendapatan dalam mata uang asing (seperti emiten komoditas dan ekspor).
Kamu investasi saham jungkir balik sampai cuan saham multibagger pun, secara riil tidak banyak artinya. Di tahun 2024, cuan 200% pun terhitung masih rugi, karena harga barang-barang kebutuhan hidup naik jauh lebih tinggi hampir 300%
Jadi kenaikan di pasar saham Argentina tsb disebut Illusionary Rally, bukan karena pertumbuhan ekonomi perusahaan
2. Pergantian kebijakan pemerintahan baru
Di bawah kepemimpinan Presiden Javier Milei sejak 2023 yang menerapkan kebijakan "terapi kejut" dan penghematan anggaran ekstrem (austerity), kondisi ekonomi Argentina menunjukkan pemulihan di sisi makro. Hal ini juga mendorong penguatan harga saham. Ekspektasi investor menjadi lebih positif
Namun hal ini juga diiringi tekanan sosial yang berat bagi rakyat Argentina. Sejak 2023 Argentina mengalami krisis ekonomi parah. Mulai 2025 agak membaik. Namun kondisi ekonomi masih tetap buruk. Inflasi berhasil ditekan, namun masih berada di kisaran lebih dari 30%
Kalau dilihat GDP per kapita Argentina sampai 2025 pun masih belum mampu naik di atas level sebelum krisis
Jangan dianggap masuk Standalone, lalu otomatis ada peluang naik tajam seperti Argentina. Itu ngawur. Belum tentu
Biasanya pasar saham yang normal bergerak seiring dengan ekonomi negara. Ekonomi bagus, pasar saham juga kondusif. Demikian juga sebaliknya. Jika pasar saham naik gila-gilaan, sedangkan ekonomi ancur parah, artinya ada something wrong seperti kasus Argentina
Menjadi Standalone Market bukanlah sebuah prestasi yang bisa dibanggakan. Artinya pasar saham negara tersebut dianggap UNINVESTABLE karena mengalami disfungsi sistemik
MSCI kembali kasih kabar negatif
Ga tanggung2, dari ancaman ke Frontier Market menjadi langsung ke Stand Alone Market
Jika ini sampai terjadi, praktis Indonesia akan dikucilkan oleh investor global yang menggunakan MSCI sebagai acuan investasinya
Berikut fakta dan angkanya
@SEAGamethetic sinar mas group... as expected.
the family has significant businesses in singapore, so you can start there. don't expect the indonesian govt to do shtt and cooperate, because they won't and couldn't care less.
Seandainya harga saham itu sudah naik sangat tinggi, jangan dikejar dan semisal nyangkut harus rela CL. Kenapa?
- Kalau naiknya karena narasi project atau fundamental (biasanya kenaikan kedua itu butuh pembuktian fundamentalnya)
- Kalau naiknya karena narasi masuk MSCI, pembuktiannya ketika mau naik kedua kali harus bisa masuk MSCI atau keadaan normal
- Kalau dia pernah naik tinggi, lalu bisa ATH kedua kalinya biasanya ada (CA : Corporate Action)
- Kejatuhan setelah naik tinggi hanya nikmatin pantulan demi pantulan aja sebelum akhirnya saham itu terkapar
- Hanya sedikit saham di Indonesia setelah naik tinggi dan jatuh, lalu dia bisa naik lagi.
- Post IPO punya cara main yang berbeda dengan semua saham, secara umum mereka bertahan di kala market seperti apapun.
Inget selalu ongkos naiknya saham, lihat rata2 transaksinya. Masuk akal atau gak untuk kejadian naik kedua kali sampai kejar ATH.
Ini biasa gua pakai sebagai gambaran secara umum sebuah saham masih bisa naik atau gak.
@hansolo_ta Bisa bang insyaallah semoga ibunya sehat kembali, keluarganya diberi kesehatan dan kemudahan rezeki, tp untuk idx kayanya ga bisa bang emang rungkad aja kita😭
inilah knp gw sangat menyuarakan soal concentrade trading.
bahkan bagi MSCI, HSC aja gk cukup.
kalo kelakukan marketnya masih pada wash trading.
lagi lagi apa?
yap betul "nyepeliin"
Crash IHSG 2026 kelihatan mirip 1998, 2008 dan 2020.
Bedanya, dulu IHSG jatuh bareng EM.
Sekarang sendirian.
Selisih return IHSG vs MSCI EM, 262 hari dari titik tertinggi:
• 2008: -7%
• 2020: -18%
• 2026: -50%
2008 jatuh bareng EM, lalu pulih lebih cepat.
2009 IHSG naik 87%, EM 66%.
2020 lokal yang menahan bottom.
24 Maret sampai 30 Oktober IHSG naik 30%, padahal asing belum sekali pun net buy bulanan.
Asing baru net buy di November dan di bulan itu IHSG naik 9%.
2026 lokal juga absorb.
Kepemilikan saham lokal naik dari 56.1% ke 59.7% (Desember 2025 ke Juli 2026).
Tapi asing belum balik.
Lokal bisa menahan IHSG di bawah sampai early recovery.
Untuk lanjut, IHSG butuh asing masuk lagi.
Buat fund global, keluar dari IHSG tahun ini justru keputusan yang benar.
Sejak titik tertinggi IHSG, EM naik 17% sementara IHSG turun 33%.
Selisihnya 50%.
Makanya flow asing cenderung datang belakangan, setelah recovery mulai kelihatan.
Capital Structure 101.
Obligasi abadi (AT1) Bank Mandiri USD 750 juta lebih mirip saham daripada Obligasi Biasa.
Dari 7 sifat utamanya, 5 sama dengan saham, dan OJK menghitungnya sebagai modal inti (liat tabel).
Bunganya 7.35%, tapi ga dijamin dibayar.
• Ga ada tanggal jatuh tempo.
• Bunga yang ga dibayar ga jadi utang.
• Kalau OJK menilai kelangsungan usaha bank terancam, pokok obligasinya bisa dihapus atau diubah jadi saham.
Ini pernah kejadian di Credit Suisse tahun 2023: AT1 senilai sekitar CHF 16 miliar dihapus jadi nol.
Di antrean klaim, posisinya tepat di atas saham.
Bedanya, pemegang AT1 ga punya voting rights, dan bunganya mentok di 7.35% berapapun profit Mandiri.
Jadi, 7.35% itu harga untuk risiko yang mendekati saham, dengan untung ala obligasi.
Untuk teknik "Cabut dlu om, Mau kentut" 💦💦
Yang ngikutin buangan barang ini, udh gw testing dlu, sebelum gw share ke nasabah gw atau temen" twitter.
Keknya abis ini dpt surat OJK si. Gaji di bawah UMR Jogja, kok transaksi jual beli nya hampir 4M 👺.