Berhati-hati, waspada, dan bijaksana untuk berpikir, bertutur, bersikap dan bertindak, sering saya sampaikan di kelas ketika mengajar.
Karena sinekdoke totem pro parte tidak bisa dihindari.
Mohon maaf, (setidaknya) saya akan berusaha lebih baik lagi.
@el__piji Salam pak/bu (punten)
Belum ada lagi ini pak, nanti saya coba koordinasi dengan ditdikpro, semoga bila bermanfaat bisa diadakan lagi 🙏.
Hatur nuhun pa apresiasina, semoga bermanfaat.
mohon izin meluruskan, setelah ditelusuri, pengguna akun tersebut sama sekali tidak terafiliasi dengan ITB, FMIPA ITB, dan Fisika ITB. segala hal yang berkaitan dengan akun tsb di luar tanggung jawab kami.
kami mengecam keras sikap merendahkan dan berbuat onar pelaku tsb!
@4mod_@HIMAFI_ITB Saya sempet bilang di kelas, di depan anak2 himafi juga, hanya jangkauan saya memang ngga bisa jauh mod. Saya juga baca-baca, rasanya teriris juga, semoga ada arahan lanjutan dari ditmawa.
Update:
Baru dikabarin oleh rekan dosen di ITB. Apa yg terjadi di @itbfess_x menjadi perhatian Direktorat Kemahasiswaan, dan berpotensi sebagai pelanggaran etik.
Hatur nuhun buat rekan" yg sudah membantu. Teu kudu dimention nya, Pak Dos ☺️🙏
Mulai dari wacana prodi tak relevan akan ditutup..
Lalu remunerasi harus sesuai kualitas dan market value...
Jadi kepikiran catatan kuliah tentang 'Sistem Atom Hidrogen Nyata' yang saya buat untuk hari Senin nanti.
Semoga relevan dan sesuai kualitasnya.
Tapi apa iya?
anak soshum kurang sulit apa coba,
- capek2 belajar sejarah, nanti sejarahnya ditulis ulang
- capek2 belajar ekonomi tp case studi-nya ekonominya morat-marit gini
beda sama anak IPA, dari dulu rumus hukum Newton kan gitu2 aja, ga berubah 🤣
Tren superhero lokal macam Saras 008 dan Panji Manusia Millenium di akhir 90-an dan awal 2000-an sebenarnya nyimpan realitas psikologis yg cukup gelap kalau ditarik ke lanskap politik pasca-Orde Baru.
Era itu adalah masa transisi Reformasi yg sangat chaotic, di mana rezim sentralistik otoriter baru aja runtuh. Dampak paling terasa di akar rumput adalah hilangnya kepercayaan total terhadap institusi negara, aparat penegak hukum, dan sistem peradilan. Hukum dianggap impoten dan gampang dibeli.
Di tengah kejatuhan wibawa negara dan krisis aparat inilah, sosok vigilante berupa pahlawan bertopeng yg beroperasi di luar hukum tiba-tiba laku keras dan diagungkan di layar kaca kita.
Lahirnya figur-figur pahlawan independen ini pada dasarnya adalah wujud privatisasi keadilan sekaligus fantasi kompensasi masal.
Via kacamata psikoanalisis bisa kita lihat ketika otoritas yg seharusnya melindungi masyarakat itu terbukti bobrok dan korup, publik secara tidak sadar mendambakan hadirnya "messiah" individu.
Masyarakat butuh figur yg kebal hukum dan bisa membereskan kekacauan secara instan lewat kekerasan murni.
Kita butuh melihat Panji atau Saras menghajar penjahat langsung di jalanan, karena kita tahu persis di dunia nyata, kejahatan struktural dan penjarah negara di masa transisi itu gak pernah benar-benar tersentuh oleh aparat hukum resmi.
Kekerasan ekstra-yudisial ala superhero ini diam-diam dinormalisasi sebagai katarsis untuk publik yg lagi frustrasi melihat aparatnya sendiri tidak bisa diandalkan.
Trus yg bikin dinamika ini makin absurd adalah wujud musuh-musuh yg mereka lawan.
Villain komikal macam Mr. Blek di Saras 008 atau Donclo di Panji Manusia Millenium sebenarnya merepresentasikan kecemasan masyarakat yg sedang kehilangan orientasi politik.
Pasca '98, wujud penjahat negara itu gak lagi tunggal, kejahatan berubah jadi sesuatu yg struktural, banal, dan menyusup di segala lini. Karena publik kebingungan memetakan wujud asli sisa-sisa kejahatan era lama yg menyusup ke era Reformasi, televisi mereduksi ketakutan abstrak tersebut menjadi karakter penjahat teatrikal yg konyol tapi terus-terusan meneror kota.
Pahlawan-pahlawan lokal ini tidak murni sedang membasmi "monster", melainkan sedang mati-matian men-carry sekaligus melawan trauma kolektif sebuah bangsa yg kebingungan mencari pegangan keadilan baru di atas reruntuhan negaranya sendiri.
Makanya yuk ikut Open Class FI3201 | Fisika Kuantum
Fisika Kuantum sebagai Fondasi Teknologi Modern: Tantangan dan Peluang
bersama
🎓 Mohammad Hamzah Fauzi, Kepala Pusat Riset Fisika Kuantum – BRIN
Hanya luring tanpa daring.
Daftar via qr yang ada pada poster
Seperti Radiasi Benda Hitam, Orbit elektron pada atom, Hamburan Compton, Efek Fotolistrik. Setelah itu fisikawan2 berkumpul, menyusun penjelasan dari postulat-postulat menjadi: Teori Kuantum. Ilmu Fisika berkembang karena manusia makin tahu perubahan, dan tebak, itu sulit.