Anak minta gendong. Bapak turuti gendong.
2 menit kemudian: "Turun, Pa." Bapak turunin.
3 menit kemudian: tangan ke atas. "Endong, Pa." Bapak gendong lagi.
5 menit kemudian: "Turuuun." Turun. Jalan 10 langkah. Berhenti. Tangan ke atas lagi: "Endooong."
Naik. Turun. Naik. Turun. 15 kali di satu trip ke mall. Bahu Bapak pegal. Pinggang Bapak ngilu. Dalam hati: "Manja banget sih. Mau gendong apa mau jalan? Pilih satu!"
Pak, itu bukan manja.
Apparently making 3 out of 6 World Cup finals and winning 1 of them is more embarrassing than making 0 out of 6 World Cup finals. Strange world we live in
I had a dream
- Argentina 0–0 Spain
- Match goes to penalties
- Both teams keep scoring
- 1 day passes, still tied
- Players are exhausted
- No energy left to take penalties
- FIFA cancels World Cup
- World Cup restarts
- Portugal wins World Cup
Nah kan, sekarang jadi ga enak rasanya. Padahal pengen liat messi beneran comeback dan menang di akhir. Tapi gara-gara skandal yang terlalu dipaksain kaya semalam, jadinya kaya ada yang ternodai. Padahal mah gua yakin argentina ga butuh itu, kasih aja waktu sampai adu penalty kalo perlu, lolos itu argentina.