Jarang-jarang ada anime yang berani angkat kultur Mongol-Persia sedetail ini. Dari adzan sampai politiknya bener-bener digarap totalitas! Anime ini berjudul "Jaadugar: A Witch in Mongolia" yang rilis 4 Juli 2026.
Sinopsis:
Berlatar pada abad ke-13 di masa kejayaan Kekaisaran Mongol, cerita mengikuti Fatima, seorang wanita cerdas asal Persia yang memiliki keahlian di bidang kedokteran dan ilmu pengetahuan. Demi mengembangkan kemampuannya, Fatima pergi ke istana Mongol dan bertemu Töregene, istri keenam dari Ögedei Khan. Di sana, ia terlibat dalam berbagai intrik politik, perebutan kekuasaan, dan konflik di dalam istana yang perlahan akan memengaruhi masa depan Kekaisaran Mongol. Kisah ini memadukan drama sejarah, politik, dan perjalanan dua wanita cerdas yang berusaha mengubah jalannya sejarah dari balik tembok istana.
Anime: Tenmaku no Jaadugar
(Jaadugar A Witch in Mongolia)
Genre&Theme: Drama, Historical
Score: 8.27 (2,199 MAL users)
✦ː───────────────────────ː✦
Episode 1: "All That Is in the Heavens and All That Is in the Earth" – Highlight #1
✦ː───────────────────────ː✦
"Oh, your name means 'star.' How lovely!"
Episodes 1 & 2 are now streaming!✨
Watch on Crunchyroll and other streaming platforms!
https://t.co/zsI7K5oLFJ
#Jaadugar #AWitchInMongolia
Rector of Universitas Indonesia, Heri Hermansyah, got booed on stage before the graduates started chanting "Zionist" to the rector during the graduation ceremony.
This happened during a session where attendances were asked for a "Dana Abadi UI" donation to the university.