Jadi paham kan kenapa Pak Ignasius Jonan dipecat dari menteri perhubungan oleh jokowi dan sampai sekarang ga dipakai lagi? Karena rezim jokowi dan rezim prabowo, gak suka orang bener dan pinter 🫣
Demo di Bundaran HI ini unik, karena biasanya demo ke lembaga pemerintahan tertentu
Tapi bundaran HI itu sumber traffic: masyarakt dan sosial media
peluang media ngeliput naik
peluang sosmed divideoin orang juga naik
orang aware-> tujuan demo terpenuhi dengan cara baru
@KapudS640 Dear cewe-cewe pick me
Kursi di transum untuk semua gender!
Dear all
Kursi prioritas itu "boleh diduduki klo gaada penumpang prioritas, klo ada penumpang prioritas, situ gausah pura pura tidur ya"
Sekian!
MENGAPA HANYA INDONESIA YANG HANCUR?
Sementara mata uang tetangga berhasil memanfaatkan fundamental ekonomi untuk menahan gejolak global, Rupiah justru anjlok dua digit (-10,84%).
Alasan "Tekanan Global" tidak lagi relevan.
INI SALAH URUS !!!
ya allah gw sedih bgt ngeliat ini sementara presiden hobi jalan2 mulu, klaim kasih bantuan seribu sapi kurban tp bayar pake apbn 100 miliar, menteri n pejabatnya doyan bikin laporan palsu bilang kerjaan beres padahal kaga. masih bisa selamat ga sih ini negara 😭😭
Gue mah heran. Kata gue mah kalo pada sibuk rapat tatap muka, ada teknologi yg namanya video call, wa kek, bisa zoom, GMeet, ape kek lu pada pakee😭 ya rabb, dzalim banget semuanya😩
Ada ada aja statementnya, gua bingung ini pada gak koordinasi apa gimana yak.. 🤣🤣
Untuk Sapi Kurban aja gak tau, apalagi koordinasi soal keuangan negara, ah gak kebayang dah.. 🤣
Guys, Raymond Chin baru curhat
tentang keresahan dia dengna pemeritah sekarang
Dan isi curhatnya menurut gue adalah paling berani yang pernah diucapkan oleh seorang content creator bisnis besar Indonesia tentang kondisi negara kita sekarang.
Judulnya: "Gw Muak Dengan Komunikasi Pemerintah Sekarang."
Dan dia bukan oposisi.
Bukan aktivis.
Bukan pengamat politik.
Dia adalah orang yang selama ini fokus ngajarin anak muda Indonesia soal bisnis dan AI.
Tapi ada satu titik di mana diam tidak lagi bisa dipertahankan.
Dan ini yang Raymond katakan langsung, tanpa filter:
"Harusnya dari jajaran pemerintah sadar bahwa praktik ini bukan lagi borderline menyesatkan.
Ini sudah manipulasi narasi. Cherry picking."
The Economist nulis Indonesia lagi di rute yang sangat berbahaya.
Dan respons pemerintah:
Majalah bego. Enggak sepintar gua.
Instansi pemerintah bilang ke reporter:
'Anda tidak mengerti ekonomi. Anda bodoh.
Belajar lagi.
Logikanya di mana?
Kalau tim Anda kuat jelaskan duluan.
Ternyata enggak kuat-kuat amat
Dan ini yang paling menohok dari seluruh videonya
Raymond menyebut dua kemungkinan yang sama-sama mengerikan.
Kemungkinan pertama yang terbaik:
Pemerintah tahu ada masalah besar.
Tapi sengaja komunikasi bahwa semua baik-baik saja untuk menenangkan warga.
Di balik layar mereka sedang kerja keras mencari solusi.
Kemungkinan kedua yang terburuk:
Pemerintah bilang tidak ada masalah dan mereka benar-benar percaya tidak ada masalah.
Tidak ada yang fokus memikirkan solusi karena mereka yakin tidak ada yang perlu diselesaikan.
"Itu menurut gua kebodohan paling fatal yang bisa dilakukan oleh instansi Republik Indonesia."
Dan dari semua pernyataan pejabat yang sudah kita lihat selama ini Purbaya bilang fundamental kuat, Perry mengganti definisi stabilitas, Prabowo bilang orang desa tidak pakai dolar pertanyaan Raymond sangat relevan:
Mereka pura-pura tidak tahu atau memang tidak tahu?
Dua-duanya berbahaya.
Tapi yang kedua jauh lebih mengerikan.
Dan ini soal narasi rupiah melemah yang katanya bagus:
Ada yang bilang:
rupiah melemah itu bagus karena ekspor kita jadi lebih kompetitif.
Devisa masuk lebih banyak.
Raymond langsung potong:
Justru ekspor kita melambat growth-nya dan impor naik.
Angka dari mana bilang pelemahan rupiah itu bagus?
70% bahan baku produk jadi sehari-hari di Indonesia adalah impor.
Artinya: rupiah melemah bahan baku impor makin mahal biaya produksi naik harga barang naik daya beli rakyat turun.
Dan narasi yang bilang rupiah melemah itu bagus adalah narasi yang hanya masuk akal kalau kita tidak melihat data ekspor yang sebenarnya.
Alias: cherry picking.
Dan ini yang paling menyakitkan dari seluruh situasi:
Raymond menunjukkan video Perdana Menteri Singapura yang sedang viral:
"I cannot promise that there will be no disruption.
We may not be able to protect every job.
But we will protect every worker."
Singapura yang katanya lebih otoriter dari Indonesia bisa lebih jujur dari kita.
Bisa bilang ada masalah.
Bisa bilang ada yang perlu diperbaiki.
Bisa bilang tidak semua akan aman.
Dan itu justru yang membangun kepercayaan.
Bukan karena Singapura sempurna.
Tapi karena pemimpinnya tidak berpura-pura sempurna.
Sementara Indonesia yang mengklaim dirinya demokratis justru merespons kritik media internasional dengan menghina kecerdasan reporternya.
Dan ini yang paling fundamental dari seluruh video Raymond:
"Kalau ekonomi melambat, kalau rakyat lagi susah ya udah so be it.
Memang lagi susah.
Tapi kalau itu ditambah dengan komunikasi yang ugal-ugalan, instansi yang merendahkan rakyat dan menyalahkan cara berpikir kritis di situ baru menurut gua negara ini sudah dung."
"Siapa yang mau tinggal di Indonesia?
Siapa yang mau berkarya di Indonesia?
Siapa yang mau masuk ke pemerintahan?
Ujung-ujungnya bukan yang pintar lagi tapi yang sekedar mau mengeruk dari sistem yang sudah rusak."
Ini bukan ancaman
Ini adalah pernyataan tentang bagaimana brain drain terjadi.
Orang-orang terbaik Indonesia pergi bukan karena tidak cinta negara tapi karena sistem yang tidak menghargai kejujuran dan pemikiran kritis tidak punya ruang untuk mereka.
Dan yang tersisa:
mereka yang mau masuk bukan untuk memperbaiki tapi untuk mengambil bagian dari yang sudah rusak.
Dan ini yang paling relevan dengan semua yang sudah kita bahas:
Mahfud MD:
Proses bubarnya negara berjalan di atas distrust lalu disobedience lalu disintegrasi.
Dr. Tirta:
Kebodohan struktural.
Tidak ada pemerintah otoriter yang ingin warga yang pintar.
Ahok:
Yang paling dikhawatirkan oknum pejabat jangan ada yang punya ide nolong rakyat.
Karena kalau ada ide ini rakyat akan tanya: kenapa dia bisa, lu enggak bisa?
Dan Raymond Chin 3,4 juta subscriber, fokus pada bisnis dan AI terpaksa bikin video tentang komunikasi pemerintah.
Bukan karena dia mau jadi oposisi.
Tapi karena ada titik di mana diam sudah menjadi bagian dari masalah.
"Ada satu titik tertentu di mana kata-kata yang harusnya menenangkan itu jadi manipulatif dan menyesatkan.
Itu tidak boleh.
Rupiah di Rp17.700.
IHSG di level terendah sejak COVID.
Investor kabur.
Ekspor melambat.
Impor naik.
Daya beli turun.
Dan respons resmi:
ekonomi sehat,
fundamental kuat,
orang desa tidak pakai dolar,
The Economist bego,
yang mengkritik tidak mengerti ekonomi.
Di satu sisi ada rakyat yang setiap hari membuka dompet dan merasakan semua angka itu.
Di sisi lain ada pejabat yang setiap hari membuka podium dan mengatakan semua baik-baik saja.
Jarak antara dua realita itu semakin hari semakin lebar.
Dan semakin lebar jarak itu semakin dalam lubang yang sedang digali.
Bukan karena masalahnya tidak bisa diselesaikan. Tapi karena yang seharusnya menyelesaikan masalah sibuk meyakinkan semua orang bahwa tidak ada masalah.
Guys, hari ini IHSG jatuh 3,08% ke level 6.396 hanya dalam satu sesi perdagangan.
Dan penyebabnya bukan karena perang.
Bukan karena krisis global.
Bukan karena berita buruk dari Amerika atau China.
Penyebabnya adalah satu rumor.
Satu kabar yang belum dikonfirmasi resmi.
Satu isu yang seliweran di antara pelaku pasar.
Dan itu saja sudah cukup untuk menghancurkan triliunan nilai saham dalam hitungan jam.
Apa isu yang beredar:
Pemerintah sedang menggodok aturan ekspor komoditas satu pintu melalui satu badan khusus bentukan negara.
Batu bara,
minyak kelapa sawit,
mineral logam semua eksportir kemungkinan diwajibkan menjual produk mereka kepada entitas baru ini dulu.
Baru entitas itu yang menangani ekspor ke luar negeri.
Belum dikonfirmasi.
Belum ada aturan resmi.
Masih rumor.
Tapi market langsung bereaksi dengan sangat keras.
Dan ini hasilnya dalam satu sesi:
BUMI — saham batu bara Bakrie jeblok 9,22%. Dalam setengah hari.
AMMN — Amman Mineral jeblok 10,14%. Salah satu saham tambang terbesar Indonesia.
AADI — Adaro Andalan jeblok 9,78%.
Total nilai transaksi yang didominasi tekanan jual dalam satu sesi: Rp12,9 triliun.
Dan ini yang paling penting untuk dipahami:
Market tidak bereaksi terhadap aturannya.
Market bereaksi terhadap kemungkinan aturannya ada.
Terhadap sinyal bahwa pemerintah sedang berpikir ke arah sana.
Itu artinya kepercayaan investor terhadap kepastian kebijakan di Indonesia sudah sedemikian rapuhnya sehingga rumor saja sudah cukup untuk memicu kepanikan jual sebesar ini.
Ini bukan pasar yang sehat.
Pasar yang sehat tidak ambruk 3% karena rumor yang belum dikonfirmasi.
Dan ini sambungkan dengan semua yang sudah terjadi sebelumnya:
BYD buka pabrik insentif pajak dihilangkan mendadak.
Komisi ojek online dipaksa turun dari 20% ke 8% tanpa kajian matang.
Royalti tambang dinaikkan tiba-tiba.
Bunga Mekaar diperintahkan turun dari 24% ke di bawah 9% dengan satu instruksi tanpa roadmap yang jelas.
Setiap kali ada kebijakan baru tidak ada yang tahu apakah itu final atau akan berubah lagi besok.
Tidak ada kepastian.
Tidak ada predictability.
Investor asing yang sudah gue ceritakan sebelumnya Swiss, Prancis, UEA semuanya kabur karena alasan yang sama: tidak ada kepastian hukum dan regulasi.
Dan hari ini bahkan rumor tentang kemungkinan aturan baru sudah cukup untuk menghapus Rp12,9 triliun nilai pasar dalam setengah hari perdagangan.
Dan ini yang paling ironis:
Prabowo hari ini bilang "kalau tidak beres copot sederhana."
Gubernur BI Perry bilang "rupiah stabil volatilitasnya 5,4%."
Purbaya bilang "fundamental kita kuat."
Sementara IHSG jatuh 3% karena satu rumor kebijakan yang belum pasti ada.
Kalau fundamental memang kuat mengapa satu rumor saja cukup untuk menghancurkan kepercayaan pasar sebesar ini?
Karena fundamental yang kuat tidak ambruk karena rumor.
Yang ambruk karena rumor adalah sistem yang sudah kehilangan kepercayaan investor sejak lama dan hanya menunggu satu trigger untuk jatuh.
IHSG hari ini bukan sekadar angka.
IHSG hari ini adalah cermin dari berapa besar kepercayaan investor terhadap arah kebijakan pemerintah Indonesia.
Dan cermin itu menunjukkan gambar yang sangat jelas:
kepercayaan itu sudah sangat tipis.
Begitu tipisnya sehingga satu rumor yang belum dikonfirmasi tentang kemungkinan aturan ekspor satu pintu sudah cukup untuk memicu kepanikan Rp12,9 triliun dalam setengah hari.
Sementara presiden berdiri di podium bilang ekonomi kita kuat.
Sementara Menteri Keuangan bilang pertumbuhan kita membanggakan.
Sementara Gubernur BI mengganti definisi stabilitas agar kondisi yang buruk bisa disebut baik.
Market tidak mendengarkan pidato.
Market membaca sinyal.
Dan sinyal hari ini sangat jelas:
yang perlu dicemaskan bukan hanya rumornya tapi betapa mudahnya pasar Indonesia ambruk ketika ada rumor apapun yang muncul.
Semalem gue baru belajar istilah baru
Kalian pernah denger “duck syndrome” gak?
Duck syndrome itu kondisi pas seseorang keliatannya santai, hidupnya aman2 aja. Padahal aslinya lagi capek, banyak tekanan, burnout, sama stres yang dipendem sendiri.
Kenapa dianalogiin sama bebek?
Barusan gw nonton podcast yang bilang rupiah akan nyentuh 22.000-25.000, pas bulan Juli-Agustus 2026
Itu kata Prof. Ferry Latulihin. Ekonom dan Mantan Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran.
Loh kok bisa? Alasan Prof Ferry:
- Efek krisis Hormuz, harga minyak sekarang di atas 100 dolar AS, bahkan otw 120 USD.
- Karena masih impor BBM dan subsidi ditahan, beban APBN makin berat.
- MBG sebagai the root of all evil. Bikin APBN boros karena memakan hampir 300 T
- Efek MBG => Defisit fiskal membengkak sekitar Rp240 triliun
Gara-gara ini kata Prof Ferry:
- Pasar takut sama APBN Indo. Bisa jebol ga ni anggarannya?
- Indonesia bisa turun rating menjadi non-investment grade
- Ujung-ujungnya, pasar makin tidak percaya.
Tapi ada lagi yang lebih seram..
Ternyata scene legend Song Triplets makan mandu tuh menyelamatkan pabrik mandu dari kebangkrutan.
Song Ilgook bilang pabrik mandu tersebut ternyata hanya punya 2 bulan untuk bertahan (mau bangkrut). Tapi karena scene song triplets makan mandu viral, pabrik itu survive dan sekarang menjadi perusahaan besar.
Sang pemlik pabrik mau memberikan sesuatu ke Song Ilgook tapi ditolak, akhirnya sang pemilik pabrik bikin donasi atas nama kembar tiga tersebut.
Bahkan Song Ilgook dapet award dari menteri kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,
https://t.co/ebfQFnirf4
di saat rupiah anjlok 1 USD: 17.720, prabowo tetap pertahankan program MBG. sedangkan habibie memilih mengubur mimpinya untuk pesawat N250, demi stabilitas ekonomi indonesia.
"saya mengalah untuk menang, yang menang itu siapa? rakyat" (Habibie)
sederhana tapi prabowo ga bisa
Berdasarkan putusan terbaru per 12 Mei 2026, Mahkamah Konstitusi menegaskan bahwa Jakarta Ibu Kota Negara Indonesia.
FYI, anggaran untuk IKN per 2025 aja udah 75 triliun. Terus gak jadi apa-apa.
Bisa bangun berapa sekolah itu harusnya😭😭😭
Pihak sekolahnya yang TOLOL. Dah tau pada gak bisa baca jam analog, bukannya diajarin sampe bisa malah jam analognya yang dicopot. Generasi emas ndasmu omon omon