@ytirawi Bro could you tell me the facebook account of the soldier that post this video? Because this mosque is belong to Indonesian citizen and we need to share the original video.
๐ป
purifying grains from impurities isn't the children's task, but the children of Gaza have been forced to do that along with their families in their struggle for survival, after the world abandonment.
It is animal feed! #IsraeliNewNazism#ุชุฌููุน_ุบุฒุฉ#StarvingGaza#GazaStarving
Although everyone is looking to escape from this genocide that we are witnessing here in my stricken city, #Gaza , on its second day after water ๐๐ญ๐๐, no humiliation amid extreme pressure and heavy shelling on my work.๐๐๐พ๐ and I will do everything I can to save these poor creatures ๐๐พ๐ that have no power ๐ญ๐ I can never give up and I will never leave my city despite the harsh conditions we are exposed to daily, we have really perished the tiredness. ๐๐ฉ๐๐ The occupation took us out of our homes and insisted on deliberately burning our hearts. ๐ญ๐ The house that my father lived for years of work and tiredness to be able to build with him and my uncles after my grandfather died when they were young. ๐It was destroyed by the occupation in a moment ๐ฉ๐ญ๐๐ I don't know what my family and family's fate will be ๐๐ฉ๐ญ๐ but I'm sure God will stand by us and save us๐๐
https://t.co/sqbumNHGrz
Ini baru namanya Pemimpin๐
Kisah Penutup Wajah Pasukan Hamas Oleh: Yons Achmad (Kolumnis, tinggal di Depok)
Semalam, kajian pekanan kami penuh haru, mata berkaca-kaca. Sang gurunda bercerita, tentang bagaimana kisah Palestina, terutama dengan Hamas-nya, benar-benar bisa membuka mata. Tak hanya mata kami, tapi mata dunia. Sejauh ini, penjajah Israel dikesankan sebagai negara yang hebat, tak terkalahkan. Nyatanya, dengan serangan tak terduga Hamas, Zionis Israel berantakan. Pada akhirnya mereka kehilangan citra. Sementara, serangan balik ke Gaza, tidak akan bisa mengubah citra seperti semula.Kini, simpati dunia tertuju pada Hamas. Banyak kisah tentangnya. Salah satunya, tentang kisah kenapa penjuang pasukan elit Hamas-yang dikenal dengan Pasukan Brigade Izzuddin Al-Qasam-selalu memakai penutup wajah? Apakah karena takut dikenali oleh pasukan Zionis Israel? Jawabnya tidak. Diceritakan, bagaimana mereka selalu memakai penutup wajah saat bertempur, sesuai dengan instruksi Syech Ahmad Yasin, Sang pendiri gerakan. Menutup wajah untuk menjaga keikhlasan, tidak ujub, takabur, sombong dan tentu saja, selain itu, untuk menjaga kerahasiaan perjuangan mereka. Ada kisah menarik tentangnya.
Suatu Ketika, di sebuah terowongan,
Pasukan Brigade Al-Qasam (sayap
militer Hamas) dikumpulkan. Mereka
semuanya diminta membuka penutup
wajah masing-masing. Sesuai instruksi,
semua pasukan pun membuka penutup
wajah mereka masing-masing. Ternyata
tak semua membuka. Ada satu yang keras
menolak, terus menolak. Sampai seluruh
pasukan sangat penasaran. Hingga
akhirnya, sang tokoh misterius itupun
membuka penutup wajahnya. Semua
kaget.Tokoh itu, tak lain tak bukan Ismail Haniya, Perdana Menteri Palestina, sang pemimpin Hamas. Semua terkejut, tak menyangka, satu dari pasukan yang sama-sama berjuang di garis depan adalah pemimpinnya sendiri, ikut berjihad di medan pertempuran. Berada di garda terdepan Pertempuran Gaza, Palestina. Akhirnya semua memeluknya dengan penuh kecintaan dan keharuan.
Dialah sang tokoh itu. Dia yang hapal Al-Quran 30 juz. Pemimpin yang sangat dicintai rakyatnya. Pemimpin dengan perut lapar karena mendahulukan rakyatnya. Tidur dengan alas tikar dan selalu berpatroli setiap malam untuk memastikan keamanan rakyatnya. Cerita lain menyebutkan, bagaimana ketika berlangsung blokade oleh Zionis terhadap Gaza, pemerintahan Hamas di Gaza, terancam bangkrut, dan tidak mampu membayar gaji para pegawainya, sampai-sampai Perdana Menteri Ismail Haniya, menjual hartanya, termasuk perabotan rumahnya. Dibagikan kepada mereka yang membutuhkannya. Sebuah kisah haru, indah dan sulit dicari tandingan spirit perjuangannya.
@taharudddin
@rs_rajender come up with a better narration! can't you see that the hamas fighter didn't beat them at all? he protected the disabled and so the caregiver!