tidak ada tombol kembali di perang iran. sayangnya dunia sebelum perang yang dimulai AS lebih baik dibanding setelah perang. tidak ada satu pun tujuan perang tercapai. kematian khameini malah dirayakan sebagai semangat patriotisme. AS gak belajar dari sejarah. sombong
First time in history, 🇶🇦Qatar ships are PAYING TOLLS TO 🇮🇷IRAN just to cross the Strait of Hormuz.
🇺🇸US: How is this even possible?! This means Iran is winning- they’re making the rules now!
🇮🇷Iran: Your war only made us stronger and richer. See? Even Qatar is lining up to pay us.
🇶🇦Qatar: We had no choice… our LNG tankers were stuck. Better to pay than lose everything.
🇺🇸US: This is outrageous! You’re funding the enemy!
🇮🇷Iran: Cry harder. Strait of Hormuz is under our control now. Toll or stay home.
🇶🇦Qatar: Global energy needs us moving. We paid. It’s done.
Context: Qatar has sent its first shipment of LNG through the Strait of Hormuz.
(Satire Warning: Fictional quotes)
@baseconvo liburan musim panas dinanti karena bisa banyak aktivitas yang bisa dilakukan di luar ruangan. meski panas. itu adalah sejenis musim yang meski dibenci panasnya tp kita bebas beraktivitas di luar
@VeysiCe ayolah. kita terbiasa hidup dengan mahluk mikroskopis kok! membiasakan memelihara hewan sejak kecil itu dianjurkan oleh dokter dimanapun karena meningkatkan kekebalan. jangan lupa kita hidup di bumi. bukan 24 jam di rumah sakit yang penuh disinfektan bukan? berdamailah dengannya
ada santri nanya orang kristen bisa masuk surga gk ?
Santri: Cak, kebetulan teman profesi saya beragama Hindu. Beliau sering tanya, nanti setelah mati, selain agama Islam, apakah bisa masuk surganya Allah?
Cak Nun: Sangat bagus pertanyaanmu itu. Tapi ini soal antara qat'i dengan dhanni. Qat'i itu sesuatu yang pasti. Tapi pasti bagi siapa? Bagi kita, itu jadi tidak pasti. Yang kedua, dhanni itu berprasangka kira-kira masuk atau tidak masuk.
Santri lain: Mbah, apakah selain Islam bisa masuk surganya Allah?
Cak Nun: Itu jawabannya qat'i, Mas dan qat'i itu pasti. Tapi coba, aku tanya balik: kamu sendiri pasti masuk surga?
Santri: ...Ragu-ragu, Cak.
Cak Nun: Nah, kan. Dan tidak mungkin ada kepastian, karena kepastian hanya ada di tangan Allah. Kita hidup ini cuma mudah-mudahan "laallakum", bukan kepastian. Sama seperti puasa: kutiba 'alaikumus-shiyam... laallakum tattaqun supaya kamu bertakwa, bukan "supaya kamu pasti jadi takwa". Dinamis, kadang naik kadang turun.
Santri: Jadi bagaimana sikap kita, Cak?
Cak Nun: Kalau saya, posisinya sederhana: ayo didoakan saja. Mudah-mudahan semua orang yang baik diterima Allah, dimasukkan surga. Karena dia Hindu, Buddha, Kristen, atau Islam, itu urusan dia sama Allah bukan urusan saya. Kalau dia bersyahadat, itu kepada Allah, bukan kepada saya. Jadi saya tidak punya urusan menghakimi itu. Yang penting, doakan saja, dan pastikan dia jadi teman yang baik.