TERLALU BANYAK MULUT UNTUK TERLALU SEDIKIT PRESTASI.
Sebelum semifinal dimulai, Ian Wright berkata Argentina tidak semenakutkan Prancis atau Spanyol.
John Terry merasa Inggris unggul kualitas pemain di setiap lini.
Gary Neville dengan yakin mengatakan ia tak melihat kemungkinan Inggris gagal mencetak setidaknya dua gol.
Joe Cole bahkan sesumbar, "Messi akan kami tidurkan," lalu menutupnya dengan keyakinan bahwa Inggris akan bermain di final.
Empat mantan pemain. Empat pernyataan penuh keyakinan. Empat prediksi yang akhirnya runtuh dalam 90 menit.
Argentina tidak membalas lewat konferensi pers. Tidak sibuk berdebat di studio televisi dan podcast.
Mereka membalas dengan cara yang paling menyakitkan: MEMENANGKAN PERTANDINGAN DI LAPANGAN.
Yang lebih ironis, Ian Wright, John Terry, Gary Neville, dan Joe Cole bahkan tidak pernah sekalipun merasakan bermain di semifinal Piala Dunia sebagai pemain.
Namun mereka begitu percaya diri meremehkan Messi yang sudah berkali-kali mencapai semifinal, menjadi juara dunia, dan sekali lagi membuktikan mengapa lambang bintang itu bukan sekadar hiasan di dada.
Ketika Enzo Fernández mencetak gol kemenangan, ia merayakannya dengan TOPO GIGIO.
Tidak perlu pidato panjang. Tidak perlu balasan di media. Selebrasi itu sudah menjelaskan semuanya.
Di sepak bola, rasa hormat tidak lahir dari mikrofon.
Rasa hormat lahir dari panggung terbesar, saat tekanan mencapai puncaknya.
Argentina kembali membuktikan bahwa sejarah, mental juara, dan kualitas tidak bisa dikalahkan hanya dengan omongan.
Jadi untuk Ian Wright, John Terry, Gary Neville, dan Joe Cole: lain kali, simpan dulu sesumbarnya sampai peluit akhir berbunyi.
Karena ketika pertandingan selesai, yang tertawa bukan mereka yang paling banyak bicara—melainkan mereka yang kembali berjalan menuju final Piala Dunia.
🚨 Cristiano Ronaldo: “I’ve won 𝐓𝐇𝐑𝐄𝐄 𝐓𝐈𝐓𝐋𝐄𝐒 with Portugal”. 🏆 “Before Cristiano, 𝐏𝐎𝐑𝐓𝐔𝐆𝐀𝐋 𝐇𝐀𝐃 𝐖𝐎𝐍 𝐍𝐎𝐓𝐇𝐈𝐍𝐆!”
🚨 𝐋𝐄𝐎 𝐌𝐄𝐒𝐒𝐈
“The truth is that I am deeply 𝐆𝐑𝐀𝐓𝐄𝐅𝐔𝐋 to my teammates and I am very happy to compete alongside them” 🫂✨
“Thanks to this team and these teammates, I can be at another World Cup today and I can keep competing” 🥹
Casemiro: “It’s difficult. I only want to be with my family. We did our best, but we lost our dream… we disappointed all Brazilians”
“We will always be the generation that didn’t win the World Cup”. ❤️🩹😢
@CazeTVOficial 🎥
Kontras sekali pernyataan antara Ronaldo dengan salah satu bek terbaik sepanjang masa Maldini, yang gak pernah memenangkan apapun dengan Italia tapi punya rekor impresif bersama klub
“Saya adalah pecundang terbesar dalam sejarah. Saya memang banyak menang, 5 Liga Champions. Tapi saya juga kalah di 3 final Liga Champions, 3 final Piala Interkontinental, 1 final Piala Dunia, 1 final Euro, dan 1 semifinal Piala Dunia.”
Maldini santai saja dan mengakui kekalahannya, karena dalam hidup tidak semua hal bisa didapatkan
19 menit. Cukup 19 menit buat Colo Barco nunjukin kenapa dia layak dimainin. Determinasi, work rate, coverage, dan mobilitas yg tinggi. Gak takut buat tabrak lawan. Posisi main di mana tapi bisa ada di mana-mana👏
Yg nonton match barusan pasti setuju sama gue
Messi accidentally celebrated the goal with TyC Argentina journalist Joaquin Bruno.
Joaquin Bruno: "To this moment, I'm still shaking... Leo came over here to celebrate the second goal, he saw me screaming in celebration, so he came closer and shook my hand... I touched his hands! I honestly can't believe it."
"I need a photo of the celebration. Someone must have taken one, right? I need it."
[Memories like this, money can't buy]